Penentuan Kedalaman Lapisan Gambut Menggunakan Ultra Ground Penetrating Radar untuk Estimasi Cadangan Karbon di Kecamatan Pedamaran

Authors

  • Alvianita Rika Putri Kusumaningsih Universitas Tanjungpura
  • Djoko Nugroho Pusat Teknologi Pengembangan Sumber Daya Wilayah (PTPSW)-Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Serpong, Tangerang Selatan
  • Okto Ivansyah Politeknik Negeri Pontianak, Jl. Ahmad Yani, Pontianak
  • Azrul Azwar

DOI:

https://doi.org/10.26418/pf.v7i3.38655

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang estimasi cadangan karbon yang ada di Kecamatan Pedamaran, Ogan Komering Ilir berdasarkan data kedalaman gambut yang diperoleh dari alat ultra ground penetrating radar (GPR). Penelitian ini menggunakan 12 lintasan dengan panjang lintasan berkisar antara 260 m sampai dengan 500 m. Radargram yang diperoleh dari GPR diolah dengan menggunakan perangkat lunak ReflexW untuk mendapatkan nilai kedalaman gambut di lokasi penelitian. Berdasarkan hasil pengolahan data, diperkirakan kedalaman gambut berkisar antara 1,20 m hingga 8,45 m. Dari data kedalaman ini dapat diperkirakan total volume gambut yang ada di lokasi penelitian yaitu . Volume gambut dengan kematangan fibrik sebesar sedangkan volume gambut pada tingkat kematangan hemik sebesar . Hasil penelitian menunjukan bahwa cadangan karbon yang ada dilokasi peelitian diperkirakan sebesar 203,3 juta ton.

 

Kata Kunci: Cadangan Karbon, Kedalaman Gambut, Pedamaran, Ultra GPR.

References

Wahyunto dan Heryanto, B., 2005, Sebaran Gambut dan Status Terkini di Sumatera In CCFPI Pemanfaatan Lahan Gambut Secara Bijaksana Untuk Manfaat Berkelanjutan, Pekanbaru, Wetlands International-Indonesia Programe, Bogor.

Ritung, S., Wahyunto, K. Nugroho, Sukarman, Hikmatullah, Suparto, dan C. Tafakresnanto, 2011, Peta Lahan Gambut Indonesia, skala 1:250.000, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, Kementerian Pertanian.

Prihastomo, L., 2016, Identifikasi Kedalaman Gambut Menggunakan Metode Ground Penetrating Radar (GPR) di Daerah Siak Riau, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran", Fakultas Teknologi Mineral, Yogyakarta, (Skripsi).

Pusat Penelitian Manajemen Air dan Lahan (PPMAL), 2005, Kajian Karakteristik Gambut di Wilayah Hutan Kayu Agung (Pedamaran dan Pampangan) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Universitas Sriwijaya, Palembang.

Hoijer, A., Silvius, M., Wösten, H. and Page, S., 2006, PEAT-CO2, Assessment of CO2 emissions from drained peatlands in SE Asia, Delft Hydraulics report Q3943 (2006).

Prayitno, M., Sabbarudin, Setyawan, D., dan Yakub, 2013, Pendugaan Cadangan Karbon Gambut pada Agroekosistem Kelapa Sawit, Jurnal Agrista, Vol. 17:86-92

Wiyono, H. A., 2016, Identifikasi Lapisan Aluvial dan Lempung di Danau Saguling, Kabupaten Bandung Barat Menggunakan Metode Ground Penetrating Radar (GPR), Universitas Lampung, Fakultas Teknik, Bandar Lampung, (Skripsi).

Deniyatno, 2011, Identifikasi Zona Bidang Gelincir Tanah Longsor dengan Metode Georadar, Jurnal Aplikasi Fisika, Vol. 7 No.2: 69-76.

Susandi, Oksana dan Arminudin, A. T., 2015, Analisis Sifat Fisika Tanah Gambut pada Hutan Gambut di Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar Provinsi Riau, Jurnal Agroteknologi, Vol. 5: 23-28.

Wahyunto, S. Ritung dan H. Subagjo, 2003, Peta Luas Sebaran Lahan Gambut dan Kandungan Karbon di Pulau Sumatera / Maps of Area of Peatland Distribution and Carbon Content in Sumatera, 1990 – 2002. Wetlands International - Indonesia Programme & Wildlife Habitat Canada (WHC).

Agus, F. dan Subiksa, I.G. M., 2008, Lahan Gambut: Potensi untuk Pertanian dan Aspek Lingkungan. Balai Penelitian Tanah dan World Agroforestry Centre (ICRAF), Bogor.

Downloads

Published

2020-01-08

Issue

Section

Articles