Analisis Struktur Bawah Permukaan Tanah Daerah Rawan Kerusakan Jalan di Tanjakan Semboja Kabupaten Sanggau dengan Metode Geolistrik Resistivitas

Authors

  • Rina Apriany Universitas Tanjungpura
  • Muliadi Muliadi Universitas Tanjungpura
  • Zulfian Zulfian Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.26418/pf.v9i1.45244

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang struktur bawah permukaan tanah di Tanjakan Semboja Kabupaten Sanggau. Ruas jalan di tanjakan Semboja ini sering mengalami kerusakan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode geolistrik resistivitas konfigurasi Wenner-Schlumberger. Lintasan yang digunakan sebanyak 4 buah lintasan yang masing-masing memiliki panjang 75 m. Berdasarkan penampang resistivitas, struktur bawah permukaan Lintasan 1 dengan nilai resistivitas 24,87 "“ 76,5 Ωm adalah tanah lanau pasiran basah dengan ketebalan 3,14 m dan tanah lanau pasiran kering dengan ketebalan 8,01 m. Lintasan 2 dengan nilai resistivitas 0,667 "“ 2211,83 Ωm diidentifikasi sebagai lapisan tanah lempung lanau basah lembek, lanau pasiran, lempung berbatu, pasir berkerikil dan batu pasir. Lapisan tanah lempung lanau basah lembek dengan ketebalan 9,9 m diduga sebagai penyebab jalan pada Lintasan 2 rentan terhadap kerusakan karena sifat lapisan tanahnya yang expansive. Lintasan 3 dengan nilai resistivitas 7,452 "“ 135,783 Ωm diidentifikasi sebagai lapisan tanah lempung lanau basah lembek bercampur pasir dengan ketebalan 4,2 "“ 8,3 m dan lapisan tanah lanau pasiran kering dengan ketebalan 2,5 "“ 3,8 m. Lapisan tanah lempung lanau basah lembek bercampur pasir diduga penyebab kerusakan pada Lintasan 3. Lintasan 4 dengan nilai resistivitas 19,15 "“ 158,72 Ωm diidentifikasi sebagai lapisan tanah lanau pasiran basah dengan ketebalan 6 − 9,9 m dan lapisan tanah lanau pasiran bercampur lempung berbatu dengan ketebalan 1,25 − 9,58 m. Lapisan tanah lanau pasiran basah diduga penyebab kerusakan pada Lintasan 4. Daerah yang sering mengalami kerusakan pada tanjakan Semboja memiliki struktur lapisan tanah lempung lanau basah lembek dan lapisan tanah lanau pasiran basah dengan nilai resistivitas 15 "“ 35,7 Ωm. Lapisan dengan sifat expansive ini memiliki ketebalan yang lebih besar dari lapisan yang tidak expansive.  

Kata Kunci: metode geolistrik, resistivitas, Wenner-Schlumberger, tanjakan Semboja

Author Biographies

Rina Apriany, Universitas Tanjungpura

Program Studi Geofisika

Muliadi Muliadi, Universitas Tanjungpura

Program Studi Geofisika

Zulfian Zulfian, Universitas Tanjungpura

Program Studi Geofisika

References

Udiana, I.M., Saudale, A.R., Pah, J.J.S., Analisa Faktor Penyebab Kerusakan Jalan (Studi Kasus Jalan W.J Lalamentik dan Ruas Jalan Gor Flobamora), Jurnal Teknik Sipil, Volume III NO.1, 2014.

Marjuni., Wahyono, S.C., Siregar, S.S., Identifikasi Litologi Bawah Permukaan dengan Metode Geolistrik pada Jalan Trans Kalimantan yang Melewati Daerah Rawa Di Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan, Jurnal Fisika FLUX, Volume 12 No.1, 2015.

Telford, W.M., Geldart, L.P., Sheriiff, R.E. dan Keys, D.A., 1990, Applied Geophysics, Cambridge University Press, USA, 1990

Karisma, Uci., Pola Distribusi Resistivitas Bawah Permukaan Situs Megalitikum Dengan Metode Geolistrik RES3D di Kecamatan Grujugan Kabupaten Bondowoso, FMIPA Universitas Jember, Jember, 2013.

Lowrie, W., Pundamentals Of Gheophysics, Cambrige University Press, Cambrige, 2007.

Sakka., Metode Geolistrik Tahanan Jenis, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Hasanuddin, Makassar, 2001.

Reynolds, J.M., An Introduction to Applied and Eviromental Geophysics, John Willey and Sons Ltd. Baffins, Chischester, West Susex PO19 IUD., England, 1997.

Downloads

Published

2021-04-12

Issue

Section

Articles