Deteksi Hiperkolesterolemia Melalui Iris Mata Menggunakan Image Processing dengan Metode K-Means Clustering dan Gray Level Co-Occurrence Matrix (GLCM)

Authors

  • Rofik Lailatul Hasanah Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.26418/pf.v10i3.58144

Abstract

Penelitian ini mengidentifikasi penyakit hiperkolesterolemia melalui iris mata dengan menggunakan image processing dan klasifikasi k-means clustering. Citra yang digunakan terdiri dari 30 citra normal dan 30 citra abnormal. Pengolahan citra dilakukan melalui tahap preprocessing yang meliputi cropping, histogram equalization, deteksi tepi canny, segmentasi dan tahap ekstraksi ciri dengan GLCM yang meliputi penentuan nilai kontras, korelasi, energi dan homogenitas. Nilai parameter kontras, korelasi, energi dan homogenitas menjadi input pada metode k-means clustering untuk pengelompokan. Berdasarkan ekstraksi ciri diperoleh nilai kontras citra yang teridentifikasi normal berkisar antara 0,08 hingga 0,16, nilai korelasi dari 0,23 hingga 0,96, nilai energi dari 0,65 hingga 0,85 dan nilai homogenitas dari 0,92 hingga 0,96. Nilai kontras yang teridentifikasi hiperkolesterolemia berkisar antara 0,11 hingga 0,18, nilai korelasi dari 0,24 hingga 0,31, nilai energi dari 0,60 hingga 0,75 dan nilai homogenitas dari 0,91 hingga 0,94. Hasil pengelompokan ciri citra iris mata normal dan hiperkolesterolemia berdasarkan parameter kontras diperoleh akurasi sebesar 85%, berdasarkan parameter korelasi diperoleh akurasi sebesar 75%, berdasarkan parameter energi diperoleh akurasi sebesar 83,3% dan berdasarkan parameter homogenitas diperoleh akurasi sebesar 83,3%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan k-means clustering mampu membedakan ciri citra normal dengan ciri citra hiperkolesterolemia dengan akurasi tinggi.

Author Biography

Rofik Lailatul Hasanah, Universitas Tanjungpura

Program Studi Fisika

References

Anraeni, S.H., 2016. Ekstraksi Fitur Iris Mata Menggunakan Pencirian Matriks Ko-Okurensi Aras keabuan untuk Klasifikasi Kondisi Kesehatan Ginjal: SNKI; 2016: p, 43-47.

Hardianto & Nurhasanah., 2019. Identifikasi Penyakit pada Sel Darah Menggunakan Logika Fuzzy Mamdani. PRISMA FISIKA; p, 26-27.

Nugroho, B. S, dkk., 2022. Aplikasi Metode Fraktal dan K-Means Clustering untuk Identifikasi Retinopati Diabetik dan Retinopati Hipertensi menggunakan Citra Fundus Mata. JEPIN. Vol:8.

Lin, J., 2021. Klasifikasi Pneumonia Pada Citra X-Ray Paru-Paru Menggunakan GLCM dan LVQ. Jurnal Algoritma , Vol: 1 (2).

Ubiris Iris Image Dataset at. http://iris.di.ubi.pt/ubiris3.zip

Casia-Iris Image Dataset at.http://biometrics.idealtest.org/findTotalDbByMode.do?mode=Iris#/

Sucipto, D. B., 2013. Aplikasi Diagnosa Potensi Glaukoma Melalui Citra Iris Mata dengan Jaringan Saraf Tiruan Metode Propagasi Balik. Jurnal TICOM . Vol. 1 (3).

Triono, P. 2015. Aplikasi Pengolahan Citra Untuk Mendeteksi Fraktur Tulang dengan Metode Deteksi Tepi Canny. Jurnal Informatika. Vol. 9 (2).

Dillak, R., 2013. Klasifikasi Citra Diabetic Retinopthy Menggunakan 3D-GLCM Projection. SNATI;2013:p. 46-51.

Dhuhita, W. M., 2015. Clustering Menggunakan Metode K-Means Untuk Menentukan Status Gizi Balita. Jurnal Informatika, Vol.15. 160-174.

Downloads

Published

2023-02-26

Issue

Section

Articles