Studi Pengaruh Curah Hujan dan Suhu Udara Terhadap Aridity Index di Kalimantan Barat Menggunakan Metode Thornthwaite

Authors

  • Nadia Adiningsih Program Studi Geofisika Jurusan Fisika Fakultas MIPA Universitas Tanjungpura
  • Yoga Satria Putra Program Studi Geofisika Jurusan Fisika Fakultas MIPA Universitas Tanjungpura
  • Riza Adriat Program Studi Geofisika Jurusan Fisika Fakultas MIPA Universitas Tanjungpura
  • muhardi muhardi Program Studi Geofisika Jurusan Fisika Fakultas MIPA Universitas Tanjungpura
  • Zulfian Zulfian Program Studi Geofisika Jurusan Fisika Fakultas MIPA Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.26418/pf.v13i3.66231

Keywords:

Kekeringan, Aridity Index, Metode Thornthwaite, Curah Hujan, Suhu Udara

Abstract

Kalimantan Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang dilalui oleh garis khatulistiwa dan memiliki tingkat kelembapan tinggi akibat curah hujan sepanjang tahun. Namun, suhu yang tinggi dan periode penurunan intensitas hujan dalam waktu yang lama pada wilayah ini dapat menyebabkan terjadinya kekeringan. Salah satu indeks yang digunakan untuk menilai tingkat kekeringan suatu wilayah adalah Aridity Index (AI) yang dihitung menggunakan metode Thornthwaite dengan mempertimbangkan rata-rata curah hujan dan suhu udara untuk menghitung evapotranspirasi potensialnya. Perhitungan AI menggunakan metode Thornthwaite telah berhasil dilakukan untuk periode 10 tahun (2012-2021) dan hasilnya menunjukkan bahwa tingkat kekeringan di wilayah Kalimantan Barat berdasarkan AI sangat dipengaruhi oleh besar curah hujan yang ditunjukkan oleh besar korelasi bernilai positif pada tahun 2014 sebagai tahun terkering dan 2016 sebagai tahun terbasah yaitu +0,99 dan +0,75. Suhu udara memiliki korelasi bernilai negatif yakni -0,94 dan -0,88 sebagai faktor yang juga berpengaruh secara langsung terhadap perubahan nilai indeks kekeringan berdasarkan AI.

References

Tukidi, Karakter Curah Hujan di Indonesia, Jurnal Geografi UNNES, 7(2), 2010.

Suryadi, F. X., Nugraha, A. A. A., & Lestiana, H., Analisis Kondisi Kekeringan Daerah Aliran Sungai Menggunakan Metode Aridity Index (AI) di DAS Cisadane Hulu, Jurnal Geografi, 22(2), 63-76, 2018.

Qonita, I. R., Putra, Y. S., & Kushadiwijayanto, A. A., 2019, Pola Distribusi Kekeringan Menggunakan Metode Standardized Precipitation Index (SPI) di Kalimantan Barat, PRISMA FISIKA, 7(2), 139-142, 2019.

Anastasia, A., Putra, Y. S., & Adriat, R., Studi Distribusi Tingkat Bahaya Kebakaran Menggunakan Fire Weather Index (FWI) di Kalimantan Barat. PRISMA FISIKA, 9(2), 179-182, 2021.

Fatehah, T. N., Putra, Y. S., & Adriat, R., Variasi Temporal Kekeringan Menggunakan Standardized Precipitation Evapotranspiration Index (SPEI) di Kalimantan Barat, PRISMA FISIKA, 10(2), 183-186, 2022.

Suryanto, P., Darmawan, S., & Suryanto, D., Karakteristik Curah Hujan, Temperatur, dan Kelembaban di Kota Pontianak, Jurnal Konservasi Alam Tropis, 2(1), 26-34, 2018.

Maru, R., Analisis Kekeringan Kabupaten Bulukumba dengan Menggunakan Metode Thornthwaite, Jurnal Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UNM, 2015.

June, T., Dewi, N. W. S. P., & Meijide, A., Comparison of Aerodynamic, Bowen-Ratio, and Penman-Monteith Methods in Estimating Evapotranspiration of Oil Palm Plantation. Agromet, 32(1), 11-20, 2018.

Thornthwaite, C.W., An approach toward a rational classification of climate, Geographical Review, 38(1), 55-94, 1948.

Downloads

Published

2025-12-30