Analisis Tingkat Kematangan Gambut Berdasarkan Refleksi Radargram di Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya

Authors

  • Riska Rais Universitas Tanjungpura
  • Muhardi Muhardi Universitas Tanjungpura
  • Hans Elmaury Andreas Siregar Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

DOI:

https://doi.org/10.26418/pf.v12i1.73789

Keywords:

GPR, Kematangan Gambut, Radargram, Refleksi

Abstract

Sebaran lahan gambut yang terdapat di Kecamatan Rasau Jaya Kalimantan Barat memiliki luas 12.752 ha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kematangan gambut di Kabupaten Kubu Raya berdasarkan refleksi radargram. Data lapangan diperoleh menggunakan alat Plug In Cobra GPR SE70 dengan frekuensi 80 MHz sebanyak 6 lintasan Ground Penentrating Radar (GPR) dan diolah menggunakan software ReflexW. Hasil penelitian menunjukkan bahwa refleksi radargram pada tingkat kematangan saprik dan fibrik menunjukkan refleksi acak, sedangkan tingkat kematangan hemik menunjukkan refleksi yang bergelombang dengan pola yang jelas. Tingkat kematangan saprik-fibrik memiliki nilai amplitudo yang kecil (warna merah, kuning, dan hijau), sedangkan tingkat kematangan hemik memiliki nilai amplitudo yang besar (warna biru dan ungu).

Author Biographies

Riska Rais, Universitas Tanjungpura

Program Studi Geofisika

Muhardi Muhardi, Universitas Tanjungpura

Program Studi Geofisika

Hans Elmaury Andreas Siregar, Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Batubara

References

Agus, F. and Subiksa, I. G. M., Lahan Gambut : Potensi untuk Pertanian dan Aspek Lingkungan. Balai Penelitian Tanah dan World Agroforestry Centre (ICRAF), pp 2, 2008.

Krisnohadi, A., Analisis Pengembangan Lahan Gambut untuk Tanaman Kelapa Sawit Kabupaten Kubu Raya, Perkeb. dan Lahan Trop., vol. 1, no. 1, pp. 1–7, 2012. doi: 10.26418/plt.v1i1.24.

Gaile, Z. V., Teppand, T., Kriipsalu, M., Krievans, M., Jani, Y., Klavins, M., Setyobudi, R. H., Grinfelde, I., Rudovica, V., Tamm, T., Shanskiy, M., Saaremae, E., Zekker, I., and Burlakovs, J., Towards sustainable soil stabilization in peatlands: Secondary raw materials as an alternative, Sustainability., vol. 13, no. 6726, pp. 1–24, 2021. doi:10.3390/su13126726.

Agus, F., Hairiah, K., and Mulyani, A., Pengukuran Cadangan Karbon Tanah Gambut. Petunjuk Praktis. World Agroforestry Centre-ICRAF, SEA Regional Office dan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP), pp 58, 2011.

Dariah, A., Maftuah, E., and Maswar Karakteristik Lahan Gambut, Panduan Pengelolaan Berkelanjutan Lahan Gambut Terdegradasi, pp. 16–29, 2013.

Wahida, R., Interpretasi Potensi Sebaran Batubara Menggunakan Metode GPR (Ground Penetrating Radar) (Studi Kasus di Desa Kebo Ireng Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung Provinsi Jawa Timur), Fakultas Sains dan Tekonologi., Universitas Islam Neheri Maulana Malik Ibrahim., Malang, 2017.

Pezdir, V., ÄŒeru, T., Horn, B., and Gosar, M., Investigating peatland stratigraphy and development of the Å ijec bog (Slovenia) using near-surface geophysical methods, Catena, vol. 206, no. 6, pp. 1-15, 2021. doi:10.1016/j.catena.2021.105484.

Luga, A., Ivansyah, O., and Muliadi, Identifikasi Pipa Metal Bawah Permukaan Menggunakan Metode Ground Penetrating Radar (GPR), Prism. Fis., vol. 7, no. 1, p. 20-29, 2019. doi:10.26418/pf.v7i1.32286.

Indrayanti, L., Marsoem, S. N., Prayitno, T. A., Supriyo, H., and Radjagukguk, B., The Thickness Distribution of Peat Land and the Properties of Peat Land at Peat Swamp Forest Kalampangan, Central Kalimantan, wanatropika, no. 4, pp. 56–72, 2011.

Downloads

Published

2024-04-29

Issue

Section

Articles