Analisis Jumlah Hotspot Sebagai Penduga Kebakaran Hutan Pada Kejadian El Niño di Kalimantan Barat

Authors

  • Tyas Khansa Tsabita Program Studi Geofisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Tanjungpura
  • Andi Ihwan Program Studi Geofisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.26418/pf.v12i1.69909

Keywords:

El Niño, Hotspot ¸ Kalimantan Barat

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan merupakan permasalahan yang terjadi di Indonesia setiap tahunnya. Kekeringan yang berkepanjangan akibat Fenomena El Niño diduga menjadi penyebab kebakaran hutan dan lahan. Kalimantan Barat merupakan wilayah yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan saat terjadi kekeringan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jumlah hotspot di Kalimantan Barat saat terjadi fenomena El Niño pada rentang tahun 2001 sampai dengan 2021. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa jumlah hotspot terbanyak terjadi pada tahun 2006 (6492 titik) dan paling sedikit terjadi pada tahun 2004 (175 titik), kedua tahun tersebut merupakan kejadian El Niño lemah. Curah hujan tahunan di Kalimantan Barat dalam rentang tahun 2001-2021 berkisar antara 2418-3994 mm/tahun. Hubungan antara curah hujan dengan hotspot memiliki hubungan negatif (berbanding terbalik) sebesar 24%. Hal ini menunjukkan bahwa   24% peningkatan jumlah hotspot yang terjadi di Kalimantan Barat disebabkan oleh penurunan curah hujan.

References

Endarawati, 2016, Analisis Data Titik Panas (hotspot) dan Areal Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2016, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Jakarta.

Putra, E. I., 2021, Curah Hujan, Anomali Sea Surface Tempertaure (SST) dan Kebakaran Hutan Sabana di Waingapu, Jurnal Silvikultur Tropika, 12(2).

Purwandani, A., 2012, Variabilitas Permukaan Laut dan Interelasinya dengan Muson, Dipole Mode (DM) dan El Niño Southern Oscillation (ENSO) di Perairan Asia Tenggara dan Sekitarnya, Institut Pertanian Bogor, Sekolah Pascasarjana, (Tesis).

Putra, E. I., 2021, Curah Hujan, Anomali Sea Surface Tempertaure (SST) dan Kebakaran Hutan Sabana di Waingapu, Jurnal Silvikultur Tropika, 12(2).

Anggraini, N., & Trisakti, B, 2011, Kajian dampak perubahan iklim terhadap kebakaran hutan dan deforestasi di provinsi Kalimantan Barat, Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital, 8.

NOAA, 2023, Nino 3.4 Data Series, [Online] Available at: https://psl.noaa.gov/gcos_wgsp/Timeseries/Nino34/.

Saharjo, B. H., & Velicia, W. A, 2018, Peran Curah Hujan Terhadap Penurunan Hotspot Kebakaran Hutan dan Lahan di Empat Provinsi di Indonesia Pada Tahun 2015-2016 The Role of Rainfall Towards Forest and Land Fires Hotspot Reduction in Four Districs in Indonesia on 2015-2016, Journal of Tropical Silviculture, 9(1), 24-30.

Downloads

Published

2024-04-29

Issue

Section

Articles