Studi Potensi Energi Listrik Tenaga Gelombang Laut Sistem Oscillating Water Column (OWC) di Perairan Pesisir Kalimantan Barat
DOI:
https://doi.org/10.26418/positron.v6i1.14536Keywords:
Energi Listrik, Gelombang Laut, Metode Wilson, Sistem OWCAbstract
Telah dilakukan penelitian untuk menghitung potensi energi listrik tenaga gelombang laut sistem Oscillating Water Column (OWC) di perairan pesisir Kalimantan Barat. Penelitian dilakukan pada 15 titik lokasi di perairan pesisir Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan data kecepatan angin tahun 2006 s.d. 2014 untuk menentukan nilai tinggi signifikan dan periode gelombang menggunakan metode Wilson. Analisis daya listrik dilakukan pada empat kondisi musim yang ada di Indonesia, yaitu musim barat, peralihan I, musim timur dan peralihan II. Rata-rata daya listrik yang dihasilkan untuk musim barat berkisar 831,53 s.d. 229.404,42 Watt, untuk peralihan I berkisar 161,35 s.d. 22.585,14 Watt. Sedangkan untuk musim timur berkisar 301,35 s.d. 265.620,97 Watt dan untuk peralihan II berkisar 139,64 s.d. 164.495,99 Watt. Daya listrik tertinggi berada di Pantai Pulau Karimata, Kab. Kayong Utara pada musim barat dengan nilai sebesar 831.370,47 Watt. Sedangkan daya listrik terendah berada di Pantai Pulau Datok, Kab. Kayong Utara pada kondisi peralihan I dengan nilai sebesar 0,007 Watt. Berdasarkan daya listrik yang telah dikaji, lokasi yang berpotensi besar menghasilkan daya listrik adalah Pantai Temajuk Kab. Sambas, Pantai Pulau Karimata Kab. Kayong Utara dan Pantai Pulau Bawal Kab. Ketapang.
References
Muchlis, M., & Permana, A. D. (2006). Proyeksi Kebutuhan Listrik PLN di Indonesia Tahun 2003 s.d. 2020. Dalam Pengembangan Sistem Kelistrikan Nasional Dalam Menunjang Pembangunan Nasional Jangka Panjang (hal. 19-29). Jakarta: Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi Konversi dan Konservasi Energi, BPPT.
Mardiansyah, L. A., Ismanto, A., & Setyawan, W. B. (2014). Kajian Potensi Gelombang Laut Sebagai Sumber Energi Alternatif Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut (PLTGL) dengan Sistem Oscilatting Water Column (OWC) di Perairan Pantai Bengkulu. JURNAL OSEANOGRAFI , III, 328-337.
Wijaya, I. W. A. (2010). Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut Menggunakan Teknologi Oscillating Water Column di Perairan Bali. Teknologi Elektro , IX, 165-174.
European Center for Medium Range Forecast (ECMWF). Era Interim, Monthly Means of Daily Means. Dipetik Mei 10, 2015, dari http://www.apps.ecmwf.int/datasets/
Triatmodjo, B. (1999). Teknik Pantai. Yogyakarta: Beta Offset.
Jumarang, M. I. (1999). Studi Karakteristik Oseanografi Pantai untuk Penanaman Kembali Mangrove di Pantai Siwa Kabupaten Wajo. Makassar: Universitas Hasanuddin (Skripsi).
Asosiasi Energi Laut Indonesia (ASELI). Pemanfaatan Energi Laut 1 : Ombak. Dipetik Juni 6, 2015, dari http://www. aseli.co/
Departement of Naval Architecture and Marine Enginering, University of Michigan. (2008). Wave Energy Conversions. USA.
Utami, S. R. (2010). Studi Potensi Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut dengan Menggunakan Sistem Oscillating Water Column (OWC) di Tiga Puluh Wilayah Kelautan Indonesia. Depok: Universitas Indonesia (Skripsi).
Murdani, E. (2007). Studi Karakteristik Fisik Gelombang Perairan Pulau Lemukutan Kabupaten Bengkayang. Pontianak: Universitas Tanjungpura (Skripsi).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.