Studi Unjuk Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Arus Sungai di Sungai Buduk Dusun Nibung Desa Sahan Kecamatan Seluas Kabupaten Bengkayang

Authors

  • . Matias Program Studi Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Tanjungpura
  • Alfeus Sunarso Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Pontianak
  • Boni Pahlanop Lapanporo Program Studi Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.26418/positron.v6i1.16216

Keywords:

pembangkit listrik tenaga arus sungai (PLTAS), kincir air, unjuk kerja, daya hidrolik, daya listrik, efisiensi.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perubahan unjuk kerja pembangkit listrik tenaga arus sungai (PLTAS) di Sungai Buduk (RT Mensibu, Dusun Nibung, Desa Sahan, Kecamatan Seluas, Kabupaten Bengkayang) akibat perubahan kondisi operasi. Untuk itu, dilakukan pengukuran kecepatan air, kecepatan putar poros kincir dan sistem transmisi, serta frekuensi, tegangan dan arus listrik yang dihasilkan generator. Pengukuran ini dilakukan pada berbagai kondisi pembukaan pintu air dan beban listrik. Data hasil pengukuran dianalisa untuk menentukan daya hidrolik, daya listrik, efisiensi sistem transmisi dan efisiensi total pembangkit. Hasil analisa menunjukkan bahwa dengan penambahan pembukaan pintu air, debit air yang masuk ke saluran kincir meningkat, sehingga daya yang dihasilkan PLTAS juga meningkat. Pada kondisi pembukaan pintu air tertentu, daya yang dihasilkan pembangkit cenderung meningkat dengan peningkatan beban terpasang. Hal ini disebabkan karena semakin besar beban terpasang, semakin besar daya pembangkit yang dapat diserap oleh beban. Namun demikian, jika beban terpasang melewati nilai tertentu daya yang dihasilkan cenderung turun. Penurunan daya ini berhubungan dengan penurunan efisiensi sistem transmisi. Pada kondisi operasi yang memungkinkan pada saat penelitian dilakukan, diketahui bahwa pembangkit dapat menghasilkan daya maksimum sebesar 1889 Watt dengan efisiensi kincir 25%, efisiensi sistem transmisi sekitar 80%, dan efisiensi total pembangkit sekitar 15%. Rendahnya efisiensi total pembangkit disebabkan oleh rendahnya efisiensi kincir. Oleh karena itu diperlukan pengembangan kincir yang lebih efisien untuk meningkatkan unjuk kerja PLTAS.

References

Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Statistik Ketenagalistrikan 2014, Jakarta: Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, 2015.

A. Sunarso, H. Sihombing, Agato dan I. G. Widodo, “Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Arus Sungai Untuk Mendukung Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Kalimantan Barat,†Laporan Akhir PENPRINAS MP3EI POLNEP, Pontianak, 2012.

A. Sunarso, H. Sihombing, Agato, I. G. Widodo dan D. Sulistiono, “Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Arus Sungai Untuk Mendukung Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Kalimantan Barat,†Laporan Akhir PENPRINAS MP3EI POLNEP, Pontianak, 2014.

M. Denny, "The efficiency of overshot and undershot waterwheels," European Journal of Physics, vol. 25, p. 193–202, 2004.

G. Muller and K. Kauppert, "Performance characteristics of water wheels," Journal of Hydraulic Research, vol. 42, no. 5, p. 451–460, 2004.

S. Turnock, G. Muller, R. Nicholls-Lee, S. Denchfield, S. Hindley, R. Shelmerdine and S. Stevens, "Development," in Proceeding of European Wave and Tidal Energy Conference, Porto, Portugal, 2007.

Downloads

Published

2016-05-11

Issue

Section

Articles