Identifikasi Bijih Besi dengan Metode Geolistrik di Tanah Laut

Authors

  • Deddy Yuliarman Program Studi Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru, Kalimantan Selatan
  • Sri Cahyo Wahyono Program Studi Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru, Kalimantan Selatan
  • Sadang Husain Program Studi Fisika FMIPA Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru, Kalimantan Selatan

DOI:

https://doi.org/10.26418/positron.v7i2.16388

Keywords:

Bijih Besi, Geolistrik, Konfigurasi dipole-dipole, Tanah Laut, XRF

Abstract

Telah dilakukan penelitian identifikasi bijih besi di Desa Sumber Mulia, Kabupaten Tanah Laut. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kedalaman dan sebaran serta kuantitas bijih besi di bawah permukaan tanah. Penelitian ini menggunakan metode geolistrik hambatan jenis konfigurasi dipole-dipole dan karakterisasi X-Ray Flourescence (XRF). Akuisisi data   dilakukan secara mapping menggunakan 3 lintasan yang berjarak 50 m tiap lintasan dengan panjang lintasan 100 m. Hasil pengolahan 3 titik dengan menggunakan software Res2dinv diperoleh nilai resistivitas yang terbaca 50-5992 Ohm.m, dan kedalaman yang diperoleh hingga 8 m. Nilai resistivitas bijih besi yang terbaca pada penampang berkisar antara 1500-4482 Ohm.m. Pada lintasan 1 terdapat beberapa bongkahan bijih besi dengan kedalaman >3 m, di lintasan 2 terdapat 1 bongkahan dengan kedalaman >5 m, sedangkan pada lintasan 3 tidak terdapat bijih besi. Hasil inversi disusun berurutan untuk menentukan arah sebaran, dan didapatkan bijih besi di lokasi penelitian menyebar ke arah Barat Daya. Sampel bijih besi diambil di setiap lintasan, untuk dilakukan karakterisasi XRF. Secara umum dapat ditemukan penyusun utama bijih besi adalah unsur logam, dimana unsur Fe merupakan penyusun utamanya dengan kuantitas rata-rata 98,58%.

References

Prandika, R.P., Diktat Praktikum Geofisika I, Universitas Padjajaran, Jatinangor, 2014.

Karyasa, W., Study X-Ray Flouresence dan X-Ray Difraction Terhadap Bidang Belah Batu Pipih Asal Tejakula. Kimia FMIPA, Universitas Pendidikan Ganesha. Singaraja, 2013.

Telford, W.M., Geldart, L.P., and Sheriff. R.P., Applied Geophysics Second Edition. Cambridge: Cambridge University Press. 1990.

Werdianingrum, D., Penentuan Potensi dan Kandungan Unsur Fe Batubesi di Hutan Panjang Banjarbaru. Tugas Akhir S1. Program Sarjana, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru. 2009.

Dewi, R.K, Wianto, T dan Wahyono, S.C., Penentuan Potensi Kedalaman dan Kandungan Bijih Besi di Desa Ajung Kabupaten Balangan Kalimantan Selatan, Jurnal Fisika Flux (10)1:22-27, 2013.

Widyayanti, M , Wahyono, S.C dan Wianto, T., Analisa Potensi Kedalaman Batubesi dengan Metode Geolistrik 3D di Gunung Melati Kabupaten Tanah Laut, Jurnal Fisika Flux (13)1:56-66, 2017.

Kosidahrta, R., Wahyono, S.C dan Suarso, E., Identifikasi Bijih Besi Menggunakan Metode Geolistrik Schumberger di Kabupaten Tanah Laut, Jurnal Fisika Flux 13(2):133-138, 2017.

Werdianingrum, D., Penentuan Potensi dan Kandungan Unsur Fe Batubesi di Hutan Panjang Banjarbaru. Tugas Akhir S1. Program Sarjana, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru. 2009.

Sikumbang, N dan Heryanto, R., Peta Geologi Lembar Banjarmasin, Kalimantan Skala 1:250.000, Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Bandung, 1994

Downloads

Published

2018-01-06

Issue

Section

Articles