Uji Kinerja Alat Penjerap Warna dan pH Air Gambut Menggunakan Arang Aktif Tempurung Kelapa

Authors

  • . Suhendra Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Sambas Jalan Raya Sejangkung, Sambas, Indonesia
  • Winda Apriani Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Sambas Jalan Raya Sejangkung, Sambas, Indonesia
  • Ellys Mei Sundari Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Sambas Jalan Raya Sejangkung, Sambas, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.26418/positron.v6i1.16991

Keywords:

Air gambut, pH air, warna air

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji kinerja alat penjerap warna dan pH air gambut serta membuktikan lama waktu air mengalir dari kolom penjerap terhadap perubahan warna dan pH air gambut. Air gambut sebagai bahan uji berasal dari 3 lokasi yang berbeda. Pengukuran dilakukan saat air gambut mengalir keluar dari kolom penjerap pada menit ke 0, 10, 30, 60 dan 120 menit. Uji kinerja alat penjerap warna dan pH air gambut menghasilkan rata-rata debit aliran air sebesar 1.340 mL/menit, waktu kontak air dengan karbon aktif pada kolom penjerap sekitar 65 detik. Berdasarkan hasil pengujian, alat ini terbukti dapat melakukan penjerapan warna dan meningkatkan nilai pH air gambut. Kolom penjerap efektif digunakan untuk menjerap warna selama sekitar 60 menit atau dapat digunakan pada air gambut sebanyak 80, 4 Liter, serta dapat digunakan selama 120 menit untuk meningkatkan nilai pH air gambut atau dapat digunakan pada air gambut sebanyak 160,8 liter. Hasil uji kinerja alat penjerap warna dan pH air gambut menunjukkan bahwa penjerapan warna dan kenaikan pH terbaik diperoleh pada perlakuan T1 yaitu waktu aliran air keluar dari kolom penjerap pada 0 menit. Sampel A mengalami penurunan kadar warna dari 414 Pt-Co. menjadi 244 Pt-Co., dengan penjerapan warna 41,06%, sedangkan nilai pH mengalami kenaikan sebesar 1,26. Sampel B mengalami penurunan kadar warna dari 667 Pt-Co. menjadi 474 Pt-Co., dengan penjerapan warna 28,94%, sedangkan nilai pH mengalami kenaikan sebesar 1,55. Sampel C mengalami penurunan kadar warna dari 1537 Pt-Co. menjadi 1084 Pt-Co., dengan penjerapan warna 29,47%, sedangkan nilai pH mengalami kenaikan sebesar 1,23.

References

Apriani, W., 2013, Pengaruh Jenis Arang Aktif Ampas Tebu, Tatal Kayu dan Tempurung Kelapa Terhadap Kemampuan Penjerapan Warna Air Sungai Sambas, Tesis, Magister Sistem Teknik, UGM, Yogyakarta

Kusnaedi, 2010, Mengolah Air Kotor Untuk Air Minum, Penebar Swadaya, Jakarta

Mardiningsih, D., 2004, Kemampuan Arang Aktif Sekam Kulit Kopi Dalam Penurunan Kadar Air Sungai Way Kuripan Bandar Lampung, Skripsi, Undip, Semarang

Masduqi, 2010, Bagian II : Proses Pengolahan Secara Fisik

Nizam, 2003, Bahan Kuliah : Kebutuhan Air, Magister Pengelolaan Sumberdaya Air, Fakultas Teknik Sipil, UGM, Yogykarta

Peraturan Menteri Kesehatan R.I No : 416/MENKES/PER/IX/1990 tentang : Syarat-syarat dan Pengawasan Kualitas Air

SNI 6989.80 : 2011, Air Dan Air Limbah – Bagian 80 : Cara Uji Warna Secara Spektrofotometri, Badan Standardisasi Nasional

Downloads

Published

2016-05-11

Issue

Section

Articles