Pengaruh NaClO2 terhadap Membran Nanofiber Polisulfon dengan Metode Electrospinning

Authors

  • Najmudin Fauji Prodi Teknik Mesin, FT Universitas Singaperbangsa Karawang,
  • Ahmad Kusumaatmaja Laboratorium Fisika Material dan Instrumentasi, Jurusan Fisika, FMIPA Universitas Gadjah Mada Jalan H.S. Ronggowaluyo Telukjambe Timur, Karawang, Indonesia
  • Kuwat Triyana Laboratorium Fisika Material dan Instrumentasi, Jurusan Fisika, FMIPA Universitas Gadjah Mada Jalan H.S. Ronggowaluyo Telukjambe Timur, Karawang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.26418/positron.v7i2.1996

Keywords:

polisulfon, electrospinning, FTIR, SEM, NaClO2

Abstract

Polisulfon merupakan polimer termoplastik yang banyak digunakan dalam pembuatan membran karena ketangguhan dan stabilitasnya pada suhu tinggi. Dalam penelitian ini, dibuat membran polisulfon kosentrasi 20% dengan metode electrospinning. Selanjutnya pada larutan polisulfon konsentrasi 20% dilakukan penambahan NaClO2 0,015 gram, 0,020 gram, dan 0,030 gram. Material-material pada membran tersebut diidentifikasi dengan menggunakan FTIR, sedangkan morfologi permukaan membran diamati dengan SEM. Hasil spektrum FTIR menunjukkan tidak adanya ikatan pada penambahan NaClO2. Ini berarti, tidak terjadi perubahan sifat pada membran sebelum dan setelah ditambahkan NaClO2. Diameter fiber membran polisulfon konsentrasi 20% dengan penambahan NaClO2 0,015 gram mengalami perubahan menjadi lebih kecil dari diameter fiber membran polisulfon konsentrasi 20%. Diameter membran polisulfon 20% memiliki diameter rata-rata nanofiber (801 ±185) nm, sedangkan diameter membran polisulfon 20% dengan penambahan NaClO2 0,015 gram memiliki diameter rata-rata nanofiber (252 ±57) nm. Ini berarti penambahan NaClO2 pada larutan polisulfon 20% berpengaruh pada perubahan diameter. Pada membran polisulfon 20% dengan penambahan NaClO2 0,020 gram dan 0,030 gram tidak terbentuk membran (hanya terbentuk spray).  

 

References

Ariï¬n, B. dan Aprilia, S., 2014, Membran Polisulfon untuk Pengolahan Air: Dengan dan Tanpa Pra Perlakuan Koagulasi secara Ultraï¬ltrasi, Jurnal Rekayasa Kimia dan Lingkungan Vol.10, No.1: 49-54.

Redjeki, S., 2011, Proses Desalinasi dengan Membran, Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DP2M), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional.

Pickett, A., N., 2012, Thesis: Electrospinning Applications in Mechanochemistry and Multifunctional Hydrogel Materials, University of Illinois: Urbana-Champaign. 138: 196-199.

Zhang, L., Liu, L., Pan, F., Wang, D., dan Pan, Z., 2012, Effects of Heat Treatment on the Morphology and Performance of PSU Electrospun Nanoï¬brous Membrane, Journal of Engineered Fibers and Fabrics.

Obaid, M., Barakat, N. A. M., Fadali, O. A., Motlak, M., Almajid, A. A., dan Khalil, K. A., 2015, Effective and Reusable Oil/Water Separation Membranes based on Modiï¬ed Polysulfone Electrospun Nanoï¬ber Mats, Elsevier: Chemical Engineering Journal. 259: 449-456.

Obaid, M., Fadali, O. A., Ho Lim, B., Fouad, H., dan Barakat, N. A. M., 2015, Super-Hydrophilic and Highly Stable in Oils Polyamide-Polysulfone Composite Membrane by Electrospinning, Elsevier: Materials Letters. 138: 196-199.

Downloads

Published

2018-01-06

Issue

Section

Articles