Komparasi Gaussian Plume Model dan Cellular Automata pada Simulasi Distribusi Gas Polutan Cerobong Pembuangan Pembangkit Listrik
DOI:
https://doi.org/10.26418/positron.v8i2.28794Keywords:
Gaussian Plume Model, Cellular Automata, pola sebaran polutan, difusi, adveksiAbstract
Telah dilakukan simulasi distribusi gas polutan cerobong pembuangan pembangkit listrik menggunakan Gaussian Plume Model (GPM) dan Cellular Automata (CA). GPM adalah sebuah metode analitik untuk mempelajari pola sebaran polutan gas di udara akibat proses adveksi dan difusi yang disebabkan oleh angin. Sementara CA merupakan model sederhana yang berbasiskan sel diskrit dalam suatu kisi dengan seperangkat aturan interaksi antar sel tetangga. Sehingga, CA dapat digunakan untuk mensimulasikan dinamika spasial yang disebabkan oleh proses adveksi dan difusi. Polutan yang dipilih sebagai data input adalah Sulfur Dioksida (SO2). Simulasi sebaran polutan di udara dilakukan dengan menerapkan model difusi dan adveksi gas berdasarkan metode CA dan GPM. Simulasi dilakukan pada domain berukuran 100 100 meter dengan dua skenario, yakni skenario satu sumber dan skenario dua sumber identik. Hasil simulasi dari kedua model yang digunakan, menghasilkan pola sebaran polutan yang saling bersesuaian. Hal ini ditunjukkan dengan nilai Root Mean Square Error (RMSE) pada skenario 1 sumber sebesar 0,01229 untuk penampang sumbu-x (y = 50) dan 0,004195 untuk penampang sumbu-y (x = 35). Sedangkan pada skenario 2 sumber, nilai RMSE sebesar 0,02032 untuk penampang sumbu-x (y = 60) dan 0,004814 untuk penampang sumbu-y (x = 50).
References
Thalib, F., Handayani, T.P., dan Kanata, S., Optimasi Pembangkitan Ekonomis Pada Unit-unit Pembangkit Listrik Tenaga Diesel Telaga Menggunakan Modifikasi Particle Swarm Optimization (MPSO), Electrichsan, 1(1), pp 3–10, 2014.
Harjanto, N. T., Dampak lingkungan pusat listrik tenaga fosil dan prospek pltn sebagai sumber energi listrik nasional ., Jurnal BATAN, 1(01), pp 39–50, 2008.
Aprianto, Y. dan Sanubary, I., Prediksi kadar particulate matter (PM 10) untuk pemantauan kualitas udara menggunakan jaringan syaraf tiruan studi kasus Kota Pontianak, POSITRON, 8(1), pp 15–20, 2018.
Hasibuan, F. dan Suciyati, S. W., Simulasi model dispersi polutan gas dan partikulat molekul pada pabrik semen dengan menggunakan software Matlab 7.12, Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika, 03(02), pp 142–150, 2015.
Muhaimin, Sugiharto, E. and Suratman, A., Air pollution simulation from Cirebon power plant activity, Eksakta, 15(1–2), pp 9–16, 2015.
Anggraeni, D., Pola keruangan emisi karbondioksida pembangkit listrik tenaga uap di Provinsi Banten, FMIPA Universitas Indonesia, 2012.
Apriansyah, dan Mihardja, D, K., Pemodelan penyebaran panas dalam fluida Newtonian tak mampu mampat menggunakan Cellular Automata, Jurnal Matematika dan Sains, 18(3), pp 71–80, 2013.
Weiner, R. F. and Matthews, R., Environmental Engineering 4th Ed., Elsevier Science, 2003.
Hoesodo, D., Pemodelan pencemaran udara di jalan arteri (studi kasus ruas jalan Soekarno-Hatta di Bandung), Universitas Diponegoro, 2004.
Awasthi, S., Khare, M. and Gargava, P., General plume dispersion model (GPDM) for point source emission, Environmental Modeling and Assessment, 11(3), pp 267–276, 2006.
United States Environmental Protection Agency, User’s guide for the industrial source complex (ICS3) dispersion models, Monitoring and Analysis Division, 1995.
Schiff, J. L., Cellular automata a discrete of the wold, John Wiley & Sons Inc., 2008.
Vick, B., Multi-physics modeling using cellular automata, Complex Systems Publications Inc., 2007.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.