Identifikasi Zona Reservoir Panas Bumi Gunung Ijen Jawa Timur Berdasarkan Pemodelan 2 Dimensi Anomali Geomagnetik

Authors

  • Alimuddin Muchtar Department of Geophysics Engineering at Lampung University http://orcid.org/0000-0002-0623-7821
  • Zelica K. M. Manurung Teknik Geofisika Universitas Lampung
  • Rustadi Rustadi Teknik Geofisika Universitas Lampung
  • Yasa Suparman Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi
  • M. Ishak Jumarang Program Studi Geofisika FMIPA Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.26418/positron.v12i1.49130

Keywords:

Sistem panas bumi, zona reservoar, suseptibilitas

Abstract

Komplek Gunung api Ijen merupakan prospek panas bumi yang terletak di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Sistem panas bumi  Gunung api Ijen ditandai oleh kawah danau berfluida asam dan solfatara bertemperatur tinggi. Beberapa batuan teralterasi di dekat Gunung Kukusan dan sekelompok mata air panas Blawan di bagian utara kaldera. Pengukuran magnetik dilakukan pada 175 titik tersebar  di dalam kaldera melingkupi kawah Gunung Ijen hingga Gunung Merapi. Anomali intensitas magnetik total diperoleh melalui koreksi standard IGRF dan variasi diurnal. Metode reduksi ke kutub (RTP) diterapkan dengan inklinasi geomagnet sekitar -32 °. Secara umum, hasil penelitian menunjukkan bahwa anomali magnetik tinggi berasosiasi dengan jalur patahan yang menghasilkan pembentukan gunung api baru di bagian selatan, Sedangkan anomali magnetik rendah berada berdekatan dengan kawah Ijen dan Gunung Merapi di bagian timur. Anomali yang rendah ditafsirkan  oleh dua kemungkinan pengaruh demagnetisasi batuan akibat kontak termal atau pengaruh remanen batuan dengan umur geologi tertentu menghasilkan polaritas reversal. Anomali intensitas magnet total tinggi pada komponen regional berada 50 hingga 114 nT dan anomali rendah berada di kisaran -850 hingga "“750 nT, hal ini ditafsirkan bahwa potensi batuan panas di Komplek Gunung api Ijen tersebar sesuai keberadaan kaldera dan jalur gunung api muda. Prospek batuan panas berkorelasi dengan Formasi batuan gunung api muda dan intrusi magmatic hasil proses pembentukan gunung api berumur Kuarter.

Author Biography

Alimuddin Muchtar, Department of Geophysics Engineering at Lampung University

Dosen pada Jurusan Fisika FMIPA Universitas Lampung sejak Tahun 2000-2007. Dan di Jurusan Teknik Geofisika Fakultas Teknik Universitas Lampung sejak Tahun 2007 hingga saat ini.

 

References

Raehanayati R., Rachmansyah A., dan Maryanto S.. Studi Potensi Energi Geothermal Blawan-Ijen, Jawa Timur Berdasarkan Metode Gravity. J Neutrino. 2013;31.

Hochstein M.P., and Sudarman S. Indonesian Volcanic Geothermal Systems. World Geotherm Congr 2015. 2015;(April):11.

Sartohadi J., Sianturi R.S., Rahmadana A.D.W., Maritimo F., Wacano D., Munawaroh, Suryani T., dan Pratiwi E.S., Bentang Sumberdaya Lahan Kawasan gunung api Ijen dan sekitarnya. Penerbit Pustaka Pelajar, yogyakarta

Daud Y., Sudarman S., and Ushijima K. Integrated Geophysical Studies of the Ulubelu Geothermal Field , South Sumatera , Indonesia. Proc World Geotherm Congr. 2000;1071–6.

El All E.A., Khalil A., Rabeh T., and Osman S.. Geophysical contribution to evaluate the subsurface structural setting using magnetic and geothermal data in El-Bahariya Oasis, Western Desert, Egypt. NRIAG J Astron Geophys [Internet]. 2015;4(2):236–48. Available from: http://dx.doi.org/10.1016/ j.nrjag.2015.09.003

Singhroy V.H., and Pilkington M.. Geological mapping using earth’s magnetic field. Encycl Earth Sci Ser. 2014;(May):232–7.

Mawarni L., Maryanto S., and Nadhir A.. Magnetic method used in geothermal reservoirs identification in Kasinan-Songgoriti, East Java, Indonesia. Environ Earth Sci Res J. 2018;5(4):87–93.

Rusydy I, and Setiya G. Application of Magnetics Method to Mapping the Geothermal Source at Seulawah Agam Area. Appl Magn Method to Mapp Geotherm Source Seulawah Agam Area. 2014;14(2):12–8.

Mohammadzadeh-Moghaddam M., Oskooi B., and Mirzaei M., Jouneghani S.J. Magnetic studies for geothermal exploration in Mahallat, Iran. 2012;(December 2015):1–4.

Daud Y., Rosid S., Fahmi F., Yunus F.M., and Muflihendri R. Geomagnetic Survey to Explore High-Temperature Geothermal System in Blawan-Ijen, East Java, Indonesia. E3S Web Conf. 2018;31:1–4.

Mulyadi. Ulubelu, The Most Developed Geothermal Area in South Sumatera. Proc World Geotherm Congr 2000. 2000;1463–8.

Suharno. Characteristics of The Ruw Geothermal System. J. Sains Tek, 2004;(1).

Siahaan E.E., Sasradipoera D.S., and Silitonga T.H., Pelmelay C., Koestono H., Mubarok M.H., and Rifki G. Success development drilling in Ulubelu green field in South Sumatra based on geological structure evidence, generate 4X55 MW. World Geotherm Congr 2015. 2015;(April).

Zaenudin M., Muhammad H., Heri A., Muhammad G., Mipi A. K., Umar R., Iyan M., Dedi M., Ony K. S., Bambang H.. and Fumiaki K. Karakteristik Deformasi Gunung api Ijen dalam Periode 2002-2005 Hasil Estimasi Metode Survei GPS. ITB J Sci. 2007;39(1&2):1–22.

Downloads

Published

2022-05-31