Implementasi Multibeam Echosounder untuk Pengukuran dan Analisis Data Kedalaman Perairan Teluk Jakarta Berdasarkan Standar International Hydrographic Organization

Authors

  • Christian Nugroho
  • Henry Manik
  • Dwiadji Gultom
  • Muhammad Firdaus

DOI:

https://doi.org/10.26418/positron.v12i1.51833

Keywords:

Akustik Bawah Air, Instrumentasi

Abstract

Sebagian besar wilayah Indonesia adalah perairan laut dengan luas meliputi dua pertiga luas wilayah negara. Survei hidrografi menggunakan multibeam dinilai lebih efektif dan efisien dalam mengeksplorasi laut terutama kondisi dasar laut apabila dibandingkan dengan single beam echosounder.   Perairan Teluk Jakarta yang dangkal dengan kegiatan maritim yang padat terutama arus lalu-lintas pelayaran memerlukan pemahaman yang kritis dan spesifik untuk menjaga keselamatan navigasi di laut. Untuk itu diperlukan standar survei dalam pengambilan dan pengolahan data multibeam yaitu aturan standar berdasarkanInternational Hydrographic Organization (IHO) yang memuat kalibrasi patch test, kalibrasi offset statik, koreksi pasang surut, dan koreksi kecepatan rambat suara dalam air dan uji kualitas data. Data multibeam yang diperoleh telah dikalibrasi dan dikoreksi dengan hasil uji kualitas   pada orde spesial sebesar 97.47%.   Pengukuran multibeam menghasilkan data kedalaman maksimum perairan   Teluk Jakarta sebesar 10.92 m, kedalaman minimum sebesar 5.84 m, dan rata-rata kedalaman 8.26 m. Interpretasi morfologi dan topografi dasar laut membentuk alur cekungan seperti parit dengan asumsi hasil pengerukan atau erosi.   Analisis data kedalaman menunjukkan terdapat area pendangkalan di sisi barat daya cekungan dengan diperoleh adanya dua titik kedangkalan.

References

Brennan, C.W., R2Sonic LLC Multibeam Training – The New Patch Test, pp. 1-10, 2017.

Fahrulian., Manik H.M., Hartoyo D., Dimensi gunung bawah laut dengan menggunakan multibeam echosounder di perairan Bengkulu, Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 5(1), pp. 93-102, 2013.

Hovem J.M., Underwater acoustics: propagation, devices and systems. Journal of Electroceramics. 19(4), pp. 339-347, 2007.

Manik H.M., Hartoyo D., Rohman S., Underwater multiple objects detection and tracking using multibeam and side scan sonar. International Journal of Applied Information Systems, 7(4), pp. 5-8, 2014.

Manik H.M., Junaedi L., Harsono G., Pemrosesan citra side scan sonar untuk pemetaan dasar laut pelabuhan Benoa. Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, 5(2), pp. 93-100, 2016.

Muljawan D., Haryanto D., Ilyas M., Kalibrasi patch test untuk multibeam echosounder laut dalam di KR. Baruna Jaya-I. Oseanika Jurnal Riset dan Rekayasa Kelautan, 1(1), pp. 1-13, 2020.

IHO., IHO Standards For Hydrographic Survey Standards and Specifications No.44. Monaco 5th ed., International Hydrographic Bureau, 2008.

IHO., IHO Manual on Hydrography (Depth Determination) 1st Ed., Capacity Building Publications No.13. Monaco International Hydrographic Bureau, 2011.

Junior L.A., and Jeck C.I., Multibeam processing for nautical charts using CUBE and “surface filter†to enhance multibeam processing. International Hydrographic Review, 63(1), pp. 63-73, 2009.

Lucieer V., Picard K., Siwabessy J., Jordan A., Tran M., Monk J., Seafloor mapping field manual for multibeam sonar, In Field Manuals for Marine Sampling to Monitor Australian Waters, Przeslawski R, Foster S (Eds). National Environmental Science Programme (NESP), pp. 42-64, 2018.

Krasuski K., and Ćwiklak J., Application of the DGPS method for the precise positioning of an aircraft in air transport. Scientific Journal of Silesian University of Technology. Series Transport, 98(1), pp. 65-79, 2018.

Khasanah I.U., dan Heliani L.S., Perhitungan nilai chart datum stasiun pasang surut Jepara berdasarkan periode pergerakan bulan, bumi, dan matahari menggunakan data pasut tahun 1994 s.d. 2013. Jurnal Geospasial Indonesia. 10(10), pp. 1-11, 2014.

Levin E., Meadows G.A., Shults R., Karacelebi U., Kulunk H.S., Bathymetric surveying in Lake Superior: 3D modeling and sonar equipments comparing. ISPRS Journal of Photogrametry and Remote Sensing, 42(2), pp. 101–106, 2019.

NOAA., Hydrographic Specifications and Deliverables, Office of Coast Survey, 159 p, 2018.

Rahmawan G.A., Wisha J.U., Husrin S., Ilham., Analisis batimetri dan pasang surut di muara Sungai Kampar: pembangkit penjalaran gelombang pasang surut undular bore (bono). Geomatika, 22(2): 57–64, 2016.

Setiadarma A.P., Sasmito B., Amarrohman F.J., Analisis pengaruh data SVP (Sound Velocity Profiler) pada hasil pengolahan data multibeam echosounder menggunakan perangkat lunak EIVA (Studi kasus : marine station Teluk Awur, Jepara). Jurnal Geodesi Undip, 8(1), pp. 83-92, 2019.

Zirek E., and Sunar F., Change detection of seafloor topography by modeling multitemporal multibeam echosounder measurements. ISPRS Journal of Photogrametry and Remote Sensing, 40(7), pp. 221–227, 2014.

Asmoro, W.N., Pratomo, D.G., Adhi, K.N. dan Santoso, A.I., Studi Penentuan Dimensi dan Posisi Wreck Menggunakan Data Batimetri – Data Kolom Air Multibeam Echosounder (Studi Kasus di Perairan Teluk Jakarta). Jurnal Chart Datum, 4(2), pp. 117-126, 2018.

Downloads

Published

2022-05-31