Aplikasi Metode Magnetotellurik Untuk Pendugaan Reservoir Panas Bumi (Studi Kasus: Daerah Mata Air Panas Cubadak, Sumatera Barat)
DOI:
https://doi.org/10.26418/positron.v4i2.8770Keywords:
Panas Bumi, Metode Magnetotellurik, Mata Air PanasAbstract
Data hasil perekaman dengan metode magnetotellurik di daerah mata air panas Cubadak, Sumatera Barat telah diolah dengan perangkat lunak pengolahan data MT. Hasil pengolahan data berupa gambar sebaran resistivitas pada lintasan yang dipilih terhadap kedalaman. Letak batuan penudung, reservoir dan patahan dapat ditentukan pada gambar lintasan tersebut. Hasil pengolahan data berupa pemodelan yang ditampilkan dalam gambar nilai resistivitas terhadap kedalaman dan jarak antar titik ukur pada lintasan yang telah ditentukan. Lintasan yang digunakan ada dua yaitu lintasan Uutara-Selatan dengan 6 titik ukur dan lintasan Barat Daya-Timur Laut dengan 7 titik ukur. Pada lintasan utara-selatan dapat diduga adanya potensi panas bumi diantara titik ukur MTCB-16 dan MTCB-22 pada kedalaman 1000 meter yang ditunjukkan dengan penurunan resistivitas dari 35-61 Ωm menjadi 15-27 Ωm. Pada lintasan barat daya-timur laut terdapat penurunan resistivitas dari 20-200 Ωm menjadi 5-12 Ωm di kedalaman 1000 meter yang diduga sebagai batuan penudung pada sistem panas bumi di daerah mata air panas Cubadak.
References
Agung, L., 2009, Pemodelan Sistem Geothermal dengan Menggunakan Metode Magnetotelurik di Daerah Tawau, Sabah, Malaysia, Universitas Indonesia, Program Studi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Depok, (Skripsi).
Amriyah, Q., 2012, Pemodelan Data Magnetotellurik Multidimensi untuk Mendelineasi Sistem Geotermal Daerah Tawau, Malaysia, Universitas Indonesia, Program Studi Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Depok, (Skripsi).
Gaffar, E.Z., Wardhana D.D., Widarto, D.S., 2007, Studi Geofisika Terpadu di Lereng Selatan G. Ungara Jawa Tengah, dan Implikasinya terhadap Struktur Panasbumi, ISSN: 1411- 3082, Jurnal Meteorologi dan Geofisika Vol. 8 No. 2.
Grandis, Dr. H., 1997, Practical Algorithm For One-Dimensional (1-D) Magnetotelluric Forward Modelling, Department Geophysics & Meteorology, Institut Teknologi Bandung, Journal Geofisika 1/97.
Heditama, D.Z., 2011, Pemprosesan Data Time Series pada Metode Magnetotellurik (MT) Menjadi Data Resistivitas Semu dan Fase Menggunakan MatLab, Universitas Indonesia, Program Studi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Depok, (Skripsi).
Ika, 2014, Miliki Cadangan Terbesar Dunia, Potensi Panas Bumi Belum Digarap Maksimal, Universitas Gadjahmada, http://ugm.ac.id/id/berita/9524-miliki.cadangan.terbesar.dunia.potensi.panas.bumi.belum.digarap.maksimal (16 Desember 2014)
Kadir, T.V.S., 2011, Metode Magnetotellurik (MT) Untuk Eksplorasi Panas Bumi Daerah Lili, Sulawesi Barat dengan Data Pendukung Metode Gravitasi, Universitas Indonesia, Kekhususan Geofisika Program Studi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Depok, (Skripsi).
Nurhadi, M., Widodo, S., Soetoyo, Sulaeman, B., 2009, Penyelidikan Terpadu Daerah Panas Bumi Cubadak, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, Prosiding Hasil Kegiatan Lapangan Pusat Sumber Daya Geologi Tahun 2009, Bandung.
Mwakirani, R., 2012, Magneto-tellurik (MT) Data Processing, Short Course VII on Exploration for Geothernal Resources, United Nations University-Geothernal Training Programme, Geothermal Development, and Kenya Electricity Generating Co., Ltd., Kenya.
Saptaji, Ir. N.M. Ph.D, 2001, Tehnik Panas Bumi, Institud Teknologi Bandung, Departemen Teknik Perminyakan, Fakultas Ilmu Kebumian dan teknologi Mineral, Bandung.
Satrio, A., Koesuma, S., 2012, Identifikasi Panasbumi di Daerah Ngijo dan Pablengan Karanganyar Menggunakan Metode Audio Magnetotelurik, ISSN: 2089-0133, Indonesia Journal of Applied Physics Vol. 2. No.2: 198.
Simpson, F. dan Bahr, K., 2005, Practical Magnetotellurics, Cambridge University Press.
Siripunvaraporn, W., 2006, WSINV3DMT version 1.0.0 for Single Processor Machine: User Manual, Department of Physics, Faculty of Science, Mahinol University, Thailand.
Tim Penyusun, 2009, Penyelidikan Geokimia Daerah Panas Bumi Cubadak Kabupaten Pasaman, Sumatera barat, Pusat Sumber Daya Geologi, Bandung.
Tim Penyusun, 2011, Survei Magnetotellurik Daerah Panas Bumi Cubadak, Kabupaten Pasaman Provinsi Sumatera Barat, Pusat Sumber Daya Geologi, Bandung.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.