Keanekaragaman Lichen Corticolous pada Tiga Jalur Hijau Di Kabupaten Kubu Raya
DOI:
https://doi.org/10.26418/protobiont.v2i2.2746Abstract
Lichen dapat digunakan sebagai indikator kesehatan lingkungan, keberadaannya sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan substrat tempat lichen hidup. Penelitian mengenai keanekaragaman lichen corticolous pada tiga jalur hijau di Kabupaten Kubu Raya telah dilakukan pada bulan Maret 2012. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman lichen corticolous pada tiga jalur hijau di Kabupaten Kubu Raya. Pengambilan sampel lichen corticolous dilakukan pada tiga jalur hijau Jalan Adi Sucipto (akitifitas transportasi tinggi), Ahmad Yani II (aktifitas transportasi sedang) dan Bintang Mas (akitifitas transportasi rendah) dengan menggunakan metode systematic sampling berdasarkan bilangan ganjil. Lichen yang diperoleh pada ketiga lokasi penelitian sebanyak 6 genera (1 bertipe talus foliose dan 5 crustose). Jenis lichen corticolous paling banyak ditemukan di Jalan Bintang Mas (5 genera) dan paling sedikit di Jalan Adi Sucipto (2 genera). Total kepadatan lichen corticolous tertinggi di Jalan Bintang Mas (10,65% n=35 pohon) dan terendah di Jalan Ahmad Yani II (20,28% n=321 pohon). Indeks keanekaragaman Shannon-Wiener tertinggi ditemukan pada Jalan Bintang Mas (1,2905) dan terendah di Jalan Adi Sucipto (0,6193). Parmelia dan Graphis merupakan genera yang dominan ditemukan pada ketiga jalur hijau di Kabupaten Kubu Raya.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are not restricted by the journal from entering into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., posting it to an institutional repository or publishing it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) after its publication in this journal. This approach aims to safeguard against potential plagiarism or unauthorized use of unpublished manuscripts, as outlined in the submission guidelines which state that this journal does not accept previously published manuscripts.