ETNOBOTANI SEBAGAI BAHAN PENYEDAP RASA OLEH MASYARAKAT MELAYU DESA SEJAHTERA MANDIRI KABUPATEN KAPUAS HULU
DOI:
https://doi.org/10.26418/protobiont.v8i3.36839Keywords:
Etnobotani, Penyedap Rasa, Masyarakat Melayu, Kapuas HuluAbstract
Masyarakat Melayu Desa Sejahtera Mandiri masih memanfaatkan hutan untuk memenuhi kebutuhan seharihari salah satunya yaitu sebagai bahan penyedap rasa. Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan pada Masyarakat Melayu Desa Sejahtera Mandiri Kabupaten Kapuas Hulu. Metode penelitian menggunakan metode purposive sampling dan teknik semi terstruktur. Data yang diperoleh disajikan menggunakan analisis kuantitatif yaitu dengan menghitung frekuensi sitasi, bagian tumbuhan yang digunakan dan cara pengolahan tumbuhan tertentu yang digunakan dari setiap tumbuhan penyedap rasa. Berdasarkan hasil dari penelitian ditemukan 17 spesies tumbuhan termasuk ke dalam 13 famili yang digunakan sebagai penyedap rasa oleh Masyarakat Melayu Desa Sejahtera Mandiri Kabupaten Kapuas Hulu. Bagian yang digunakan sebagai penyedap rasa yaitu daun 41,17%, buah 29,41%, batang dan umbi 17,64% , rimpang 17,64%, serta biji dan bunga 5,88%. Cara pengolahan dilakukan dengan cara diiris 58,82%, digeprek 47,05%, ditumbuk 41,17%, diparut 23,52%, diperah dan dikeringkan 17,64%. Tumbuhan yang digunakan sebagai penyedap rasa memiliki nilai frekuensi sitasi tertinggi sebanyak 100 % dan nilai terendah 70 %Downloads
Published
2019-10-10
Issue
Section
Articles
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are not restricted by the journal from entering into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., posting it to an institutional repository or publishing it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) after its publication in this journal. This approach aims to safeguard against potential plagiarism or unauthorized use of unpublished manuscripts, as outlined in the submission guidelines which state that this journal does not accept previously published manuscripts.