PENGARUH PUPUK HIJAU KIRINYU DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SEMANGKA PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING
DOI:
https://doi.org/10.26418/jspe.v15i2.101812Keywords:
Pupuk Hijau Kirinyu, Pupuk NPK, Semangka.Abstract
Tanaman semangka termasuk salah satu jenis tanaman buah-buahan semusim yang mempunyai nilai ekonomi penting bagi masyarakat petani. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis interaksi pupuk hijau kirinyu dan pupuk NPK terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman semangka pada tanah PMK. Penelitian ini terlaksana di Jl. Reformasi, Gg Matematika, Blok F, sejak tanggal 1 September sampai 10 November 2023 yang berlangsung selama 71 hari. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yaitu faktor pertama pupuk hijau kirinyu (H) yang terdiri dari 3 taraf dan faktor kedua pupuk NPK (K) terdiri dari 3 taraf. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap perlakuan terdiri dari 4 sampel tanaman sehingga terdapat 108 sampel unit pengamatan dalam penelitian. Faktor pertama adalah dosis pupuk hijau kirinyu (H) yakni h1 = 10 ton/ha setara dengan 1,785 g/tanaman, h2 = 20 ton/ha setara dengan 3,571 g/tanaman dan h3 = 30 ton/ha setara dengan 5,378 g/tanaman. Faktor kedua adalah dosis pupuk NPK (K) yakni k1 = 250 kg/ha setara dengan 44,64 g/tanaman, k2 = 350 kg/ha setara dengan 52,5 g/tanaman dan k3 = 450 kg/ha setara dengan 80,35 g/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk hijau kirinyu dosis 10 ton/ha dan 350 kg/ha NPK merupakan dosis efektif dalam meningkatkan pertumbuhan panjang batang utama pada Minggu ke 2 pada tanaman semangka pada tanah PMK dan kombinasi pemberian dosis 30 ton/ha pupuk hijau kirinyu dan 350 kg/ha NPK merupakan dosis efektif dalam meningkatkan pertumbuhan panjang batang utama pada Minggu ke 3 pada tanaman semangka pada tanah PMK.References
Anwar, M.A., Makarim, S dan A. Rifin. 2015. Identifikasi Curah Hujan di Wilayah jawa Barat. Jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, 2(4), 36-46.
BPS. 2021. Luas Panen Tanaman Sayuran dan Buah Semusim. Pontianak: Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat.
BPS. 2023. Provinsi Kalimantan Barat dalam Angka. Pontianak: Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat.
Brady, N. C., dan Raymond R. W. 2016. The Nature and Properties of Soils. 15th ed. Boston: Pearson.
Havlin J. L, Beaton J. D, Nelson S. L dan Nelson W. L. 2005. Soil Fertility and Fertilizers, An Introduction to Nutrient Management. New Jersey: Pearson Prentice Hall.
Hayashi, H, 2001. Plant Temperature Stress. In: Encyclopedia of Life Sciences. Chichester: John Wiley & Sons Ltd.
Lakitan, B. 2002. Dasar-Dasar Klimatologi (Cet. 2). Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
Setiawan, A., Budi, S., Purwanti., dan Toekidjo. 2012. Pertumbuhan dan Hasil Benih Lima Varietas (Capsicum annum L). di Dataran Menengah. Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada.
Soedarya, A. P. 2009. Budidaya Usaha Pengolahan Agribisnis Semangka. Bandung: Pustaka Gravita.
Soepardi, G. 1983. Sifat dan Ciri Tanah. Bogor: Departemen Ilmu Tanah Intitut Pertanian Bogor.
Taiz, L., dan Zeiger, E. 2002. Plant Physiology. Massachusetts: Sinauer Associates, Inc. Publichers.
Tribowo, H. 2008. Rahasia Sukses Bertanam Semangka. Bandung: Nuansa Indah.
Yuwono, M., Agustina, L., dan Basuki, N. 2008. Pertumbuhan dan Hasil Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) pada Macam dan Dosis Pupuk Organik yang Berbeda terhadap Pupuk Anorganik. Agrotek, 1(2), 85-102.