RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KECIPIR TERHADAP PEMBERIAN PUPUK HAYATI DAN PUPUK KALIUM PADA TANAH GAMBUT
DOI:
https://doi.org/10.26418/jspe.v15i3.102397Keywords:
Gambut, Kalium, Kecipir, Mikoriza, Pupuk HayatiAbstract
Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.) merupakan tanaman tropis yang bernilai gizi tinggi dan banyak dimanfaatkan sebagai sayuran. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis pupuk hayati dan pupuk kalium serta interaksi keduanya yang memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik pada tanaman kecipir di tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, berlangsung dari 18 Februari sampai dengan 29 Mei 2025. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah pupuk hayati (H) dan faktor kedua pupuk kalium (K) masing-masing terdiri dari 3 taraf sehingga diperoleh 9 kombinasi perlakuan. Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali yang terdiri dari 4 tanaman sampel, sehingga terdapat 108 tanaman. Variabel penelitian yaitu berat kering tanaman, volume akar, jumlah polong, bobot polong dan panjang polong, serta variabel penunjang meliputi suhu udara, kelembaban udara dan curah hujan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara pupuk hayati dan pupuk kalium terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kecipir pada tanah gambut. Interaksi pupuk hayati dan pupuk kalium dapat meningkatkan jumlah polong tanaman kecipir dengan kombinasi perlakuan 300 kg/ha pupuk hayati dan 250 kg/ha pupuk kalium.References
Arifin, A. 2019. Pengaruh Pemberian Pupuk Hayati terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat (Tesis). Universitas Brawijaya, Malang.
Halis, P. Murni dan A.B Fitria. 2008. Pengaruh jenis dan dosis cendawan mikoriza arbuskular terhadap pertumbuhan cabai (Capsicum annuum L.) pada tanah ultisol. Jurnal Biospecies, volume 2 : 59-62.
Hidayah, Maulida Neva, & Purnamawati, Heni. 2023. Pengaruh Dosis dan Frekuensi Pemupukan NPK terhadap Produksi Biji Kering Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.). Institut Pertanian Bogor. Diakses dari http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/116531
Krisnawati, A. 2010. Keragaman Genetik dan Potensi Pengembangan Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.) di Indonesia. Malang. Jurnal Litbang Pertanian, 29(3).
Marschner, P. 2012. Mineral Nutrition of Higher Plants (3rd ed.). Academic Press.
Rukmana, R. 2009 ‘‘ Kecipir ,’’ dalam Budidaya dan Pengolahan Pasca Panen . Kanisius. Yogyakarta
Sembiring, A., Situmorang, B., & Nasution, C. 2019. Pengaruh pupuk kalium terhadap volume akar tanaman jagung. Jurnal Ilmu Tanah dan Pertanian, 12(2), 123–130.
Sutedjo, M. M., Kartasapoetra, A. G., & Sastroatmodjo, S. 1991. Mikrobiologi tanah. Rineka Cipta.
Wulandari, A., Sari, R., & Putra, D. 2023.Pengaruh interaksi pupuk anorganik dan pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis di tanah gambut. Jurnal Agronomi dan Pertanian, 15(2), 123-134.