Identifikasi Ketersediaan Unsur HARA NITROGEN, FOSFOR, DAN KALIUM PADA LAHAN ALUVIAL YANG DITANAMI JERUK SIAM DI DESA TEBING BATU KABUPATEN SAMBAS

Authors

  • ENY ENY UNIVERSITAS TANJUNGPURA
  • Denah Suswati
  • Rini Hazriani UNIVERSITAS TANJUNGPURA

DOI:

https://doi.org/10.26418/jspe.v6i2.22884

Abstract

Jeruk siam merupakan anggota dari kelompok jeruk keprok yang memiliki nama ilmiah Citrus nobilis. Nama jeruk siam karena jeruk ini berasal dari Siam (Thailand), yang di negara asalnya disebut Som Kin Wan. Pertumbuhan dan perkembangan tanaman jeruk sangat dipengaruhi oleh pemberian pupuk dan ketersediaan unsur hara di dalam tanah. Status hara yang terendah akan mengendalikan proses pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan unsur hara nitrogen, fosfor, dan kalium pada lahan Aluvial yang ditanami jeruk siam di Desa Tebing Batu Kabupaten Sambas. Parameter penelitian meliputi: reaksi tanah (pH), nitrogen total tanah, fospor tersedia, kalium tersedia, kalsium tertukar, magnesium tertukar, C-organik, rasio C/N, kapasitas tukar kation (KTK), kejenuhan basa (KB), dan bobot isi tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada lokasi penelitian pH termasuk dalam kriteria sangat masam, sehingga perlu dilakukan pengapuran. Kadar nitrogen (N) total dalam tanah pada   masing-masing lokasi penelitian masuk dalam kriteria sedang, kadar fosfor (P) tersedia pada lokasi penelitian termasuk dalam kriteria sangat tinggi, dan kadar kalium (K) pada lokasi penelitian termasuk dalam kriteria sangat rendah sampai rendah. Berdasarkan hasil analisis tanah pada lokasi penelitian, maka diperoleh rekomendasi sebagai berikut: Unsur hara P tersedia di dalam   tanah pada lokasi penelitian termasuk sangat tinggi, sehingga tidak perlu dilakukan rekomendasi pemupukan P. Rekomendasi pemupukan N (Urea) dan K (KCl) pada masing-masing lokasi penelitian   untuk 1 kali pemupukan   yaitu   lokasi A= 195,51 kg/ha dan 570,64 kg/ha; lokasi B = 206,33 kg/ha dan 634,8 kg/ha; lokasi C = 202,72 kg/ha dan 649,31 kg/ha; lokasi D = 196,70 kg/ha dan 801,03 kg/ha. Rekomendasi pengapuran dolomit pada lokasi penelitian untuk 1 kali pengapuran, yaitu lokasi A = 1.770 kg/ha, lokasi B = 1.850 kg/ha, lokasi C = 1.310 kg/ha, dan Lokasi D = 890 kg/ha.

Kata Kunci : Unsur hara, Jeruk, Rekomendasi pemupukan dan pengapuran

Published

2018-03-20