PERCEPATAN PERTUMBUHAN SETEK KRATOM TERHADAP PEMBERIAN ZPT GIBERELIN BERBAGAI KONSENTRASI

Authors

  • Vuspita Huri Prodi Agroteknologi, Universitas Tanjungpura
  • Astina Astina Prodi Agroteknologi, Universitas Tanjungpura
  • Maulidi Maulidi Prodi Agroteknologi, Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.26418/jspe.v12i1.57763

Abstract

Kratom merupakan stimulan yang dapat meningkatkan konsentrasi dan energi jika dikonsumsi dengan dosis rendah. Tingginya nilai ekonomi kratom sebagai obat herbal meningkatkan permintaan ekspor dalam beberapa tahun terakhir. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan budidaya pada tanaman kratom. Pembibitan kratom biasanya dilakukan secara generatif menggunakan bibit dan jarang sekali dilakukan secara vegetatif. Pembibitan secara vegetatif memiliki beberapa keuntungan antara lain tidak membutuhkan waktu lama untuk panen dan memiliki sifat genetik yang sama dengan induk sehingga sifat unggul dari induk akan dapat dipertahankan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memacu pertumbuhan pada setek kratom adalah pengaplikasian Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) giberelin. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi ZPT giberelin yang terbaik terhadap pertumbuhan setek kratom. Penelitian ini dilakukan di rumah penelitian yang terletak di Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak selama 6 minggu mulai dari bulan November-Desember 2021. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima taraf perlakuan konsentrasi giberelin yaitu b0= 0 ppm, b1= 50 ppm (0,05 g/l), b2= 100 ppm (0,10 g/l), b3= 150 ppm (0,15 g/l), b4= 200 ppm (0,20 g/l). Setiap unit perlakuan diulang sebanyak 5 kali dengan setiap perlakuan terdapat 4 sampel tanaman sehingga terdapat 100 tanaman. Variabel yang diamati diantaranya jumlah tunas, panjang tunas, jumlah daun dan panjang akar. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan dengan pemberian ZPT giberelin konsentrasi 0 ppm, 50 ppm dan 100 ppm mampu meningkatkan jumlah daun pada setek kratom.

Kata Kunci: giberelin, herbal, obat, setek kratom, vegetatif, zat pengatur tumbuh

References

Anam, D. K. 2020. Pengaruh Macam Zat Pengatur Tumbuh dan Bahan Setek terhadap Pertumbuhan Stek Sukun (Artocarpus altilis). Biofarm: Jurnal Ilmiah Pertanian, 15(1).

Apriliani, A., Noli, Z.A., dan Suwirmen. 2015. Pemberian Beberapa Jenis dan Konsentrasi Auksin Untuk Menginduksi Perakaran Pada Setek Pucuk Buyur (Pterospermun javanicum Jungh) dalam Upaya Perbanyakan Tanaman Revegetasi. Jurnal Biologi Universitas Andalas 4(3), 178-187.

Campbell., Reece. dan Mitchell. 2005. Biologi. Jakarta: Erlangga.

Esana, Yusuf, R., dan Hadid, A. 2019. Pengaruh Perbedaan Panjang Stek terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Buah Naga (Hylocereus undatus). Agrotekbis, 7(4), 448–453.

Kusumo, 1984. Zat Pengatur Tumbuh Tanaman. Jakarta : Yasaguna.

Maharani, A. R., dan Prasetyo, H. 2020. Legalitas Status Hukum Tanaman Kratom di Indonesia. Pembangunan Hukum Menuju Era Digital Society. 978–979.

Pertiwi, P. D., Agustiansyah, A., dan Nurmiaty, Y. 2014. Pengaruh Giberelin terhadap Pertumbuhan dan Produksi (GA3) Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merrill.). Jurnal Agrotek Tropika, 2(2), 276–281.

Pujaningrum, R. D., dan Simanjuntak, B. H. 2020. Pertumbuhan Akar dan Tunas Stek Batang Kopi Robusta (Coffea canephora) sebagai respon dari penggunaan Indole-3-Butyric Acid (IBA). Agriland, 8(2), 241–249.

Panjaitan. M. 2000. Pengaruh Konsentrasi IBA dan Lama Perendaman terhadap Persentase Keberhasilan Pertumbuhan Setek Pucuk Jeruk Nipis. Skripsi. Fakultas pertanian, Universitas Katolik Santo Thomas Sumatera Utara, Medan.

Raini, M. 2017. Kratom (Mitragyna speciosa Korth): Manfaat, Efek Samping dan Legalitas. Media Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan, 27(3), 175–184.

Salisbury, Frank. B. dan Ross, C.W. 1995. Fisiologi Tumbuhan jilid I. Alih bahasa Dr. P. R. Lukuan dan Ir. Sumaryono dan Plant Physiologi. Bandung: Penerbit ITB.

Susiloadi, A. dan Budiyanti, T. 2016. Perbanyakan Benih Sukun Menggunakan Stek batang. AgroInovasi. Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Wattimena, G.A. 1988. Zat Pengatur Tumbuh Tanaman. Pusat Antar Universitas, Institut Pertanian Bogor bekerja sama dengan Lembaga Sumber Daya Informasi. Bogor: IPB.

Wudianto. 2004. Membuat Stek, Cangkok dan Okulasi. Jakarta : Penebar Swadaya.

Downloads

Published

2022-12-28

Issue

Section

Articles