PENGARUH KAPUR DOLOMIT DAN POC AMPAS SAGU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS PADA TANAH GAMBUT

Authors

  • Joko Joko Universitas Tanjungpura
  • Astina Astina Universitas Tanjungpura
  • Darussalam Darussalam

DOI:

https://doi.org/10.26418/jspe.v11i4.57956

Abstract

Tanaman jagung manis merupakan salah satu tanaman pangan  yang telah banyak dibudidayakan dikerenakan jagung ini  memiliki rasa lebih manis dan umur panen yang cepat dibandingkan jagung biasa. Jagung manis yang dikonsumsi mengandung energi,  karbohidrat, protein, lemak, fosfor, zat besi  dan air.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi dari pemberian  kapur dolomit dan POC ampas sagu yang terbaik  terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis  pada tanah gambut. Lokasi penelitian berada  di Desa Pancaroba Jl. Trans Kalimantan, Kabupaten Kubu Raya. Penelitian ini akan dilaksanakan dari 09 Februari-22 Mei 2022. Penelitian ini menggunakan  faktorial dengan pola  rancangan acak kelompok (RAK), dimana faktor pertama yaitu kapur dolomit (D) dan faktor kedua yaitu POC ampas sagu (P) setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Perlakuan yang dimaksud adalah sebagai berikut : Faktor pertama yaitu  kapur dolomit (D), d1 = Kapur Dolomit 16,25 ton/ha, d2 = Kapur Dolomit 32,5 ton/ha dan d3 = Kapur Dolomit 48,75 ton/ha. Faktor kedua yaitu  POC ampas sagu (P) : p1 = POC Ampas Sagu 300 ml/l, p2 = POC Ampas Sagu 600 ml/l dan p3 = POC Ampas Sagu 900 ml/l. Pelaksanaan penelitian  meliputi pembuatan POC ampas sagu, persiapan tempat penelitian, pengapuran, penanaman benih, pemberian pupuk dasar, pemberian poc ampas sagu, pemeliharaan  dan pemanenan. Variabel pengamatan  meliputi tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, panjang tongkol, berat tongkol berkelobot  dan  hasil tongkol/petak. Hasil menunjukan bahwa interaksi pemberian kapur dolomit 32,5 ton/ha dan POC ampas sagu 600 ml/l menunjukan rerata tertingi terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis.

References

BPS.2018. Angka Tetap Kalimantan Barat Tahun 2015. Badan Pusat Statistik : Kalimantan Barat

BPS.2017. Luasan Lahan Kalimantan Barat. Badan Pusat Statistik : Kalimantan barat.

Gultom, S.O., P. Payung dan J. Yawan. 2016. Kualitas Limbah Cair Ekstraksi Sagu (Metroxylon Sp.) Menggunakan Alat Penyaring Sistem Berlapis pada Beberapa Waktu Penyimpanan. Agrointek. 10 (1) : 41-47.

Ibrahim, A. S., dan A. Kasno. 2008. Interaksi pemberian Kapur pada Pemupukan Urea terhadap Kadar N Tanah dan Serapan N Tanaman Jagung (Zea mays.L). Balai Penelitian Tanah. Bogor.

Lakitan B. 1993. Fisiologi Tumbuhan dan Perkembangan Tanaman. Jakarta : Raja Grafindo Persada. .

Noor, M. 2001. Pertanian Lahan Gambut, Potensi dan Kendala. Yogyakarta : Kanisius.

Novizan. 2002. Petunjuk Pemupukan yang Efektif. Agromedia Pustaka. Jakarta.

Nyakpa M.Y. AM Lubis, M. A.Pulung, A.G. Amrah, A.Munawar, G.b. Hong dan N. Hakim. 1988. Kesuburan Tanah. Universitas Lampung. Bandar Lampung.

Rahmi, A. dan Jumiati, 2007. Pengaruh Konsentrasi dan Waktu Penyemprotan Pupuk Organik Cair Super ACI terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung Manis, J.Agritrop. 26(3):105-109.

Rukmana. 2010. Prospek Jagung Manis. Yogyakarta : Pustaka Baru Pers.

Sucianti. 2015. Interaksi Iklim terhadap Produksi Tanaman Pangan di Kabupaten Pacitan. Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi Balitbang Kementerian Pertanian. Jurnal Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia. 1(2) : 358-365.

Downloads

Published

2022-09-15

Issue

Section

Articles