PENGARUH PUPUK HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS PADA TANAH GAMBUT

Authors

  • Rama Tri Putra
  • Rini Susana
  • Eddy Santoso

DOI:

https://doi.org/10.26418/jspe.v11i4.58199

Abstract

Jagung manis dapat berproduksi dengan baik dilahan gambut apabila dilakukan perbaikan terhadap sifat-sifat kimia, fisika, dan biologi seperti peningkatan pH, pemupukan untuk meningkatkan ketersediaan hara, meningkatkan bobot isi, serta memperbaiki tingkat dekomposisi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dengan menggunakan pemupukan pupuk hayati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi pupuk hayati yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manispada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Pontianak Tenggara dari tanggal 08 Mei-17 Juli 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 taraf perlakuan konsentrasi pupuk hayati dan diulang sebanyak 5 kali, setiap ulangan terdiri dari 4 sampel tanaman maka jumlah tanaman adalah 100 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah p0 = tanpa pemberian pupuk hayati, p1 = konsentrasi 2,5 ml/l, p2 = konsentrasi 5 ml/l, p3 = konsentrasi 7,5 ml/l, p4 = konsentrasi 10 ml/l. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun, klorofil daun, volume akar, hasil per petak, berat tongkol dengan kelobot, berat tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol, dan diameter tongkol. Hasil analisis keragaman pengaruh pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis pada tanah gambut berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman 4, 6, 8, mst, jumlah daun 4, 6, 8, mst klorofil daun, volume akar, hasil per petak, berat tongkol dengan kelobot, berat tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol, dan diameter tongkol. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan maka dapat disimpulkan tidak ditemukan konsentrasi pupuk hayati yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis pada tanah gambut.

References

Badan Pusat Statistika. 2017. Kalimantan Barat dalam Angka. Pontianak: Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat.

Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalimantan Barat. 2019. Kalimantan Barat dalam Angka. Pontianak: Dinas Pertanian Kalimantan Barat.

Efendi, R. & Suwardi. 2010. Respon Tanaman Jagung Hibrida terhadap Tingkat Takaran Pemberian Nitrogen dan Kepadatan Populasi. Prosiding Pekan Serealia Nasional.

Hawayanti, E. Amir, N dan M. Exselen. 2015. Pemberian jenis pupuk hayati dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagunng manis (Zea mays saccharata Sturt) di tanah lebak. Jurnal Klorofil, 10(1).

Pelczar, M. J. dan Chan. 1986. Dasar – Dasar Mikrobiologi. Terjemahan oleh Ratna Siri Hadioetomo. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Raharjo, B. 2004. Penapisan Rhizobakteri Tahan Tembaga (Cu) dan Mampu Mensintesis IAA dari Rizosfer Kedelai (Glicyne Max L.). Tesis. Bandung: Institut Teknologi Bandung.

Syukur, M. A. Rifianto. 2013. Jagung Manis. Jakarta: Penebar Swadaya.

Wahyudin, A, B. N. Fitriatin, F. Y. Wicaksono, Ruminta dan A. Rahadiyan. (2017). Responss tanaman jagung (Zea mays L.) Akibat Pemberian Pupuk Fosfat Dan Waktu Aplikasi Pupuk Hayati Mikroba Pelarut Fosfat Pada Ultisol Jatinangor. Jurnal Kultivasi, 16 (1), 246 – 253.

Widawati, S. dan Suliasih. 2005. Populasi Bakteri Pelarut Fosfat (BPF) Di Cikini, Gunung Botol, Dan Ciptarasa, Serta Kemampuannya Melarutkan P Terikat Di Media Pikovskaya Padat. Jurnal Biodiversitas, 7 (2), 109-113.

Yuwono. 2006. Bioteknologi Pertanian. Universitas Gadjah Mada: Fakultas Pertanian.

Downloads

Published

2022-09-15

Issue

Section

Articles