APLIKASI KOMPOS KULIT PISANG DAN TRICHODERMA SP SEBAGAI BIO-AKTOVATOR PADA TANAH ULTISOL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI
DOI:
https://doi.org/10.26418/jspe.v11i4.58202Abstract
Cabai rawit merupakan salah satu tanaman hortikultura dari famili Solanaceae yang memiliki nilai ekonomi tinggi tetapi juga juga karena buahnya yang memiliki kombinasi warna, rasa dan nilai nutrisi yang lengkap. Tanaman cabai rawit dapat tumbuh di setiap jenis tanah. Tanah ultisol merupakan satu diantara jenis tanah yang berpotensi untuk dijadikan media tanam hanya saja tanah jenis ultisol memiliki kekurangannya seperti sifat fisik dan biologi. Upaya yang dapat dilakukan agar tanah ultisol ini dapat menjadi media tanam yang baik bagi tanaman cabai rawit perlu di tambahkan bahan organik seperti penggunaan kompos kulit pisang dan penambahan Trichoderma sp. Tujuan utama penelitian ini adalah melihat interaksi antara kompos kulit pisang dan Trichoderma sp pada tanaman cabai rawit. Penelitian ini dilaksanakan di KIPS Agro Sungai Raya Dalam ujung. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL Faktoria). Kompos kulit pisang sebagai taraf perlakuan terdiri dari 4 taraf yaitu k1= 300 gram/plybag, k2= 600 gram/plybag, k3= 900 gram/polybag, k4= 1200 gram/polybag dan Trichoderma sp sebagai taraf kedua terdiri dari dua taraf perlakuan yaitu b1= tanpa Trichoderma sp serta b2= 15 gram/polybag, sehingga terdapat 8 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 4 kali dan disetiap ulangan memiliki 3 sampel. Variabel yang diamatai adalah tinggi tanaman, jumlah cabang, volume akar, berat kering tanaman, julmah buah per tanaman, berat buah per tanmaan dan berat buah per buah. Hasil penelitian menunjukan bahwa interaksi terjadi pada volume akar dan berat kering tanaman, secara mandiri kompos kulit pisang berpengaruh nyata pada variabel jumlah cabang umur 9 MST, volum akar, berat kering dan jumlah buah per tanaman. Kesimpulan penelitian ini yaitu pertumbuhan tanaman cabai rawit yang baik diperoleh dengan pemberian kompos kulit pisang 900 gram/polybag dan Trichoderma sp 15 gram/polybag. Pemberian kompos kulit pisang dengan dosis diatas 600 gram/polybag memberikan pengaruh yang baik untuk pertumbuhan tanaman cabai rawit yaitu pada jumlah cabang dan pada dosis diatas 300 gram/polybag memberikan pengaruh yang baik pula pada hasil tanaman cabai rawit yaitu pada jumlah buah pertanaman.
References
Abdurachman, A., A. Dariah dan., A. Mulyani. 2007. Strategi dan Teknologi Anderson & Windham. Education and Development. Toronto: Le Xington Books.1998.
Badan Pusat Statistik dan Direktorat Jendral Hortikultura. 2020. Analisis Perkembangan Harga Bahan Pangan Pokok di Pasar Domistik dan Internasional. Kementrian Perdagangan Repoblik Indonesia.
Badan Pusat Statistik. 2015. Kalimantan Barat Dalam Angka. Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat.
Beni. 2018. Pengaruh Kompos Kulit Buah Kakao terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terong pada Tanah Podsolik Merah Kuning. Jurnal Sains. Program Studi Agroteknologi Fakultas pertanian Universitas Tanjungpura. Jurnal Litbang Pertanian, 27(2): hal 43-49.
Lilik, R., Wibowo, B.S., dan Irwan, C. 2010. Pemanfaatan Agens Antagonis Dalam Pengendalian Penyakit Tanaman Pangan.
Lingga, P dan Marsono. 2003. Membuat Kompos. Cetakan Ke Enam. Jakarta : PT. Swadaya.
Marsono. 2004. Pupuk Akar dan Jenis Aplikasi. Penebar Swadaya. Jakarta. 121 hal.
Pengelolaan Lahan Kering Mendukung Pengadaan Pangan Nasional.
Raden, Z. (2017). Pertumbuhan Vegetatif tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens) yang Diberikan Tricoderma sp. Dengan Dosis yang Berbeda. SKRIPSI. Program Pendidikan Biologi, Universitas Negri Gorontalo.
Sukasih, N. S. 2016. Pengaruh kompos jerami padi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kailan (Brassica alboglabra L.) pada tanah podsolik merah kuning. Jurnal Piper.12(23) : 125-134.
Suriatna, S. 1995. Pupuk dan Pemupukan. Medyiatma Sarana Perkasa. Jakarta.
Sutejo, M. M. 2002. Pupuk dan Cara Penggunaan. Rineka Cipta, Jakarta.
Tjitrosoepomo, G. 2001. Morfologi Tumbuhan. Gajah Mada. University Press. Yogyakarta.
Tjondronegoro, 1995. Fisiologi Tanaman. Yogyakerta : Kasianus.
Utama, dkk. (2015). Pengaruh Dosis Pupuk Hayati Trichoderma sp. Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terung ungu (Solanum mengolena L.) Varietas Hibrida. Jurnal Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Sultan agung Tirtayasa.
Weidenhoef, A.C. 2006. Plant Nutrition. Chelsea House. New york