RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH TERHADAP PEMBERIAN PUPUK KOTORAN SAPI DAN KALIUM PADA TANAH GAMBUT
DOI:
https://doi.org/10.26418/jspe.v11i4.58283Abstract
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas tanaman hortikultura yang banyak dikonsumsi manusia sebagai campuran bumbu masak setelah cabe. Selain sebagai campuran bumbu masak, bawang merah juga dijual dalam bentuk olahan seperti ekstrak bawang merah, bubuk, minyak atsiri, bawang goreng bahkan sebagai bahan obat untuk menurunkan kadar kolesterol, gula darah, mencegah penggumpalan darah, menurunkan tekanan darah serta memperlancar aliran darah. Sebagai komoditas hortikultura yang banyak dikonsumsi masyarakat maka diperlukan upaya untuk meningkatkan produksi bawang merah, salah satunya adalah pemanfaatan lahan gambut sebagai areal tanam bawang merah. Tanah gambut memiliki beberapa masalah berupa rendahnya ketersediaan unsur hara, terutama kalium. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas lahan gambut adalah dengan pemberian pupuk kotoran sapi dan kalium. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dosis interaksi pemberian pupuk kotoran sapi dan kalium terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah gambut. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dengan faktor pertama adalah pupuk kotoran sapi dan faktor kedua adalah kalium. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat interaksi terhadap pemberian pupuk kotoran sapi dan kalium pada semua variabel pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah gambut.
Kata Kunci : Bawang Merah, Gambut, Kalium, Pupuk Kotoran Sapi
References
Basuki, R.S. 2009, ‘Analisis kelayakan teknis dan ekonomis teknologi budidaya bawang merah dengan benih biji botani dan benih umbi tradisional’, J. Hort., 19(3).
Basuki, R. 2014. Identifikasi Permasalahan dan Analisis Usahatani Bawang Merah di Dataran Tinggi Pada Musim Hujan di Kabupaten Majalengka (Problems Identification and Shallots Farming Analyze in the Highland at Rainy Season in Majalengka District). Jurnal Hortikultura. 24 (3).
Fahmi, A., Syamsudin, S. N. Utami, dan B. Radjagukguk. 2010. Pengaruh Interaksi Hara Nitrogen dan Fosfor Terhadap Petumbuhan Tanaman Jagung (Zea mays L) Pada Tanah Regosol dan Latosol. Berita Biologi. 10 (3).
Fathurrohman. 2015. Model – Model Pembelajaran Inovatif. Yogyakarta: Ar – Ruzz Media.
Gang Li, X, Z. Rengel, E. Mapfumo, and B. Singh. 2007. Increase in pH stimulates mineralization of native organic carbon and nitrogen in naturally salt-affected sandy soils. Plant Soil.
Handayanto, Eko, Muddarisna, Nurul, dan Fiqri, Amrullah. 2017. Pengelolaan Kesuburan Tanah. Malang: Universitas Brawijaya Press.
Haynes, Richard J. & Naidu, Ravi 1998. "Influence of lime, fertilizer and manure applications on soil organic matter content and soil physical conditions: a review" (PDF). Nutrient Cycling in Agroecosystems.
Kuswaro, O. 2001. Pengaruh pupuk E-2001 dan Urea Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Kalian. Skripsi Mahasiswa Pertanian Universitas Tanjungpura. Pontianak. Tidak dipublikasikan.
Napitupulu, D dan L. Winarto. 2010. Pengaruh Pemberian Pupuk N Dan K Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Bawang Merah. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian.
Nganji, M, U dan Jawang, U, P. 2022. Status Hara Makro Primer Tanah di Lahan Pertanian Kecamatan Tabundung Kabupaten Sumba Timur. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan. Vol 9 No 1.
Salisbury, Frank B dan Cleon W Ross. 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid 1. Bandung: ITB.
Sanchez, P. A. 1992. Sifat dan Pengelolaan Tanah Tropika. Terjemahan Hamzah, A. Institut Teknologi Bandung: Bandung
Sitompul, S. M. dan Guritno, B. 1995. Analisis Pertumbuhan Tanaman. UGM Press: Yogjakarta
Soepardi, G. 1983. Sifat dan Ciri Tanah. Bogor: Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor.
Sholikin, A. R., dan Haryono, H. 2019. Studi Perubahan Curah Hujan terhadap Produktivitas Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) di Beberapa Sentra Produksi. Jurnal Produksi Tanaman. 7(9).
Sumarni dan Hidayat., 2005, Budidaya Bawang Merah, Panduan Teknis Budidaya Bawang Merah. Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Bandung.
Sumiati, E. dan O.S. Gunawan. 2006. Aplikasi Pupuk Hayati Mikoriza untuk Meningkatkan Efisiensi Serapan Unsur Hara NPK serta Pengaruhnya terhadap Hasil dan Kualitas Umbi Bawang Merah. J. Hort.
Sutanto, R. 2007. Penerapan Pertanian Organik Pemasyarakatan dan Pembangunan. Kanisius.Yogyakarta.
Stevenson, F. J. 1994. Humus Chemistry, Genesis, Composition, Reaction. New York: A Wiley-Internscience and Sons.
Wibowo, S. 2009. Budidaya Bawang Putih, Bawang Merah, Bawang Bombay. Jakarta: Penebar Swadaya.
Widyatiningsih, S., A. Wibowo dan E. Triwahyu P. 2009. Tanggapan Tujuh Kultivar Bawang Merah Terhadap Inffeksi Fusarium oxysporum f.sp. cepae Penyebab Penyakit Moler. Jurnal Pertanian Mapeta. 7 (1).
Wijaya, K.A. 2008. Nutrisi Tanaman Sebagai Penentu Kualitas Hasil dan Resistensi Alami Tanaman. Prestasi Pustaka. Jakarta.