PEMANFAATAN BAKTERI PELARUT FOSFAT DALAM MENGENDALIKAN PENYAKIT HAWAR PELEPAH PADA PADI CIHERANG MERAH
DOI:
https://doi.org/10.26418/jspe.v11i4.58318Abstract
Bakteri pelarut fosfat Paenibacillus alvei selain mampu melarutkan fospat, juga membentuk indole acetic acid (IAA) dan siderofor, serta berperan sebagai biokontrol. Penyakit hawar pelepah padi disebabkan oleh jamur Rhizoctonia solani Kuhn. Penyakit ini mudah ditemukan pada setiap musim tanam, sehingga sulit dikendaliakn. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketahanan padi Ciherang Merah yang diberi perlakuan isolat BPF terhadap serangan R. solani pada kondisi tanah sulfat masam. Penelitian dirancang, menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 taraf perlakuan berupa isolat BPF isolat 4A (P1), 6A (P2), konsorsium 4A dan 6A (P3), dan kontrol (P4). Setiap perlakuan terdiri dari 5 ulangan. Pengamatan dilakukan setiap minggu hingga padi berumur 7 MST. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, berat basah tanaman, berat basah akar, berat kering tanaman, berat kering akar, insidensi serangan, keparahan penyakit, kemampuan bakteri uji menekan keparahan penyakit, dan tingkat ketahanan tanaman terhadap penyakit. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pemanfaatan BPF dalam mengendalikan penyakit hawar pelepah pada padi Ciherang Merah memiliki tingkat ketahanan yang berbeda jika dibandingkan dengan kontrol yang tergolong rentan. BPF isolat 6A, dan konsorsium 4A dan 6A tergolong tahan, serta BPF isolat 4A agak rentan terhadap penyakit hawar pelepah. Kerusakan tanaman berbanding terbalik dengan perkembangan insidensi serangan yang cenderung terus meningkat, karena perlakuan pemberian BPF menekan keparahan penyakit dan memicu pertumbuhan padi Ciherang Merah di tanah sulfat masam.
Kata Kunci: Paenibacillus alvei, Hawar Pelepah Padi, Padi Ciherang Merah, Biokontrol
References
Guo, Q., A. Kamio, B.S. Sharma, Y. Sagara, M. Arakawa, dan K. Inagaki. 2006. Survival and Subsequent of Rice Sclerotial Diseases Fungi, Rhizoctonia oryzae and Rhizoctonia oryzae-sativae, in Paddy Fields. Plant Disease 90: 615−622.
Haggag, W. M. 2007. Colonization of Exopolysaccharide-Producing Paenibacillus Polymyxa on Peanut Roots For Enchancing Resistance Againts Crown Rot Disease. Journal of Applied Microbiology 104:961-969
Husen, R., R. Stakaranwati, dan R. D. Hastuti. 2006. Rhizobakteri Pemacu Tumbuh Tanaman dalam Pupuk Organik dan Pupuk Hayati. Balai Penelitian Tanah. Hlm. 191-209
Lugtenberg, B. J. J., Chin-A-Woeng, T. F. C., dan Bloemberg, G. V. 2002. Microbe-plant interactions: principles and mechanisms. Antonie van Leeuwenhoek, Inter. J General and Moleculer Microbiol5, 81 (1-4), 373-383.
Noor, M. 2004. Lahan rawa.; Sifat dan pengelolaan tanah bermasalah sulfat masam. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Nugroho, K., Alkasuma, Paidi, W. Wahdini, Nuryanto, B. 2017. Penyakit Hawar Pelepah (Rhizoctonia solani) pada Padi dan Taktik Pengelolaannya. Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia: Vol. 21, No. 2, 2017: 63–71.
Pal, K. K. and B. McSpadden Gardener, 2006. Biological Control of Plant Pathogens. The Plant Health Instructor DOI: 10.1094/PHI-A-2006-1117-02.
Purwaningsih, Radian, Widyatmani Sih Dewi, Bambang Pujiasmanto 2019. Indigenous Phosphate-Solubilizing Bacteria Enhance Germination In Deteriorated Rice Seed. Bulgarian Journal Of Agricultural Science, 25(3), 486-493.
Rao, S.N.S. 1994. Mikroorganisme Tanah dan Pertumbuhan Tanaman. UI Press. Jakarta. 35.
Rustam, Giyanto, Wiyono Suryo, Dwi. A. S, Susanto Slamet. 2011. Seleksi Dan Identifikasi Bakteri Antagonis Sebagai Agen pengendali Hayati Penyakit Hawar Pelepah Padi. Institut Pertanian Bogor.
Schwyn, B dan Neilands, J. B. 1987. Universal Chemical Assay for The Detection and Determination of Siderophores. Analytical Biochemistry 160: 47-56
Subba-Rao, N.S.. 1994. Mikroorganisme Tanah dan Pertumbuhan Tanaman. Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press). Jakarta.
Subiksa. I. G. M. dan Diah Setyorini. 2009. Pemanfaatan Fosfat Alam Untuk Lahan Sulfat Masam. Balittanah Litbang Pertanian.
Venkadasamy Govindasamy, Murugesan Senthilkumar, Vellaichamy Magheshwaran, Upendra Kumar, Pranita Bose, Vikas Sharma, and Kannepalli Annapurna. 2010. Bacillus and Paenibacillus spp.: Potential PGPR for Sustainable Agriculture. Microbiology Monographs 18, DOI 10.1007/978-3-642-13612-2_15.
Widawati. S, dan Suliasih. 2005. Augmentasi Bakteri Pelarut Fosfat (BPF) Potensial sebagai Pemacu Pertumbuhan Caysin (Brasica caventis Oed.) di Tanah Marginal. Jurnal : Volume 7, Nomor 1. Halaman: 10-14.
Widhianingrum, W. 2008. Aktifitas Bakteri Pelarut Fosfat pada Pertanaman Wortel (Daucus Carota L.) dengan Berbagai Imbangan Pupuk Organik dan Pupuk Anorganik di Andisol Tawangmangu. Surakarta.
Widiarti, A dan Sugeng, B. 2014. Artikel Paenibacilluspolymixa. ojs.jurnal.faster. unsur.ac.