PENGARUH KONSENTRASI ZAT PENGATUR TUMBUH IBA TERHADAP PERTUMBUHAN SETEK PUCUK JAMBU AIR MERAH
DOI:
https://doi.org/10.26418/jspe.v11i4.58325Abstract
Jambu air (Syzygiumaqueum) merupakan komoditi tanaman buah yang hidup di daerah tropis. Buah jambu air memiliki daging buah yang tebal, berwarna merah, rasa manis, bertekstur renyah, dan kadar air yang tinggi. Upaya dalam pemanfaatan pangkasan pucuk cabang atau pucuk ranting pada tanaman jambu air sehingga menghasilkan bibit yang unggul dan berkualitas maka dilakukan pembudidayaan tanaman dengan cara setek. Mengaplikasikan ZPT sintetik dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya yaitu konsentrasi. Pada konsentrasi yang rendah tanaman tidak memberikan respon yang cukup baik sebaliknya juga pada konsentrasi tinggi juga dapat menghambat pertumbuhan tanaman, sehingga perlu dicari konsentrasi yang tepat untuk pertumbuhan setek pucuk jambu air. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan konsentrasi ZPT IBA yang memberikan pertumbuhan setek jambu air yang terbaik. Penelitian ini telah dilaksanakan di Dusun Bali, Desa Sebarra, Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau. Penelitian berlangsung pada tanggal 29 Maret 2022 sampai 29 Juni 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 5 ulangan terdiri 5 tanaman sampel, sehingga total jumlah keseluruhan tanaman adalah 125 tanaman. Perlakuan yang diberikan adalah k0 = 0 ppm, k1 = 1000 ppm, k2 = 2000 ppm, k3 = 3000 ppm, k4 = 4000 ppm. Variabel yang diamati adalah jumlah akar, jumlah daun, volume akar, panjang akar, persentase setek hidup. Hasil Penelitian menunjukkan pemberian konsentrasi ZPT IBA berpengaruh nyata terhadap variabel jumlah akar, panjang akar, volume akar dan jumlah daun. Berdasarkan hasil penelitian bahwa pemberian IBA dengan konentrasi 2000 ppm memberikan konsentrasi terbaik terhadap semua variabel pengamatan.
Kata kunci: IBA, Jambu air, Konsentrasi, ZPT
References
Abidin Z, 1990. Dasar-dasar Pengetahuan Tentang Zat Pengatur Tumbuh. Badung: Penerbit Angkasa.
Aldi, H. 2013. Sukses Bertanam Jambu Air. Jakarta: ARC Media.
Dwidjoseputro. 1986. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta: Gramedia
Fuchs. H.W.M. 1986. Root regeneration of rose plants as influenced by applied auxins. Acta Horticulture 189. Agricultural University. Department of Horticulture: Netherlands.
Hartmann, dan Kester. 1983. Plant Progation Principle and Practise. Prentice Hall Internasional Inc. New Jersey 253-341.
Heddy, S. 1996. Hormon Tumbuhan. Jakarta: Raja Grafindo Persada. 97 hal.
Kusumo, S. 1990. Zat Pengatur Tumbuh Tanaman. Bogor: Jasaguna.
Lestari. A, N. 2016. Pengaruh Zat Pengatur Tumbuh Terhadap Pertumbuhan Setek Buah Naga. Skripsi Pertanian. Universitas Tanjungpura.
Nababan, D. 2009. Penggunaan Hormon IBA Terhadap Pertumbuhan Setek Ekaliptus. Jurnalilmiah. UM 8(4). 87-101.
Nurlaeni, Y. dan Muhammad. S. 2015. Respon Setek Pucuk Camelia japonica Terhadap Pemberian Zat Pengatur. Pros Sem Nas Masy Biodi 1(5):1211-1215.
Shofiana, A,. Yuni S. R,. Lukas S. B. 2013. Pemberian Beberapa Konsentrasi IBA (Indole Butiryc Acid) Pada Pembentukan Akar Setek Tanaman Buah Naga.Skripsi. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya.
Suprapto, A. 2004. Auksin: Zat Pengatur Tumbuh Penting Meningkatkan Mutu Setek Tanaman. Jurnal Fakultas pertanian. Universitas Tidar Magelang21(I):. 81-90.
Widarto, L. 1996. Perbanyakan Tanaman Degan Biji, Setek, Cangkok,Sambung, Okulasi, dan Kultur Jarinagan. Yogyakarta: Kanisius.