PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI PAGODA TERHADAP KONSENTRASI NUTRISI AB MIX DENGAN SISTEM HIDROPONIK SUMBU
DOI:
https://doi.org/10.26418/jspe.v11i4.58368Abstract
Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi dengan cara ekstentifikasi sawi, dapat ditempuh dengan memanfaatkan lahan perkarangan, penanaman sawi yang cocok dipekarangan adalah penanaman secara hidroponik. Sistem sumbu merupakan teknik hidroponik yang sederhana menggunakan prinsip kapilaritas air yang mana larutan nutrisi akan mengalir menuju perakaran melalui sumbu. Teknik hidroponik sistem sumbu ini sederhana dan lebih menguntungkan karena mudah dalam perawatannya dan tidak perlu melakukan penyiraman.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi nutrisi yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil sawi pagoda dengan sistem hidroponik sumbu. Penelitian dilaksanakan di Jl. Purnama Agung VII Parit Tokaya Kota Pontianak, penelitian berlangsung dari 23 Januari - 29 Februari 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 1 faktor yaitu pupuk AB mix (P) dengan 5 taraf perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali dimana unit perlakuan terdapat 3 sampel tanaman sehingga total keseluruhan ada 75 sampel tanaman. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan nutrisi AB Mix Good plant. Calnit, Flex G, Mag S, Map Variabel pengamatan yang diamati yaitu tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), luas daun (cm2), berat segar tanaman (g), berat kering tanaman (g), kadar klorofil daun (spad unit) dan volume akar (cm3). hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi memberikan pengaruh sebesar 17% dan konsentrasi terbaik 1087,56 ppm untuk berat segar tanaman yaitu 80,63 g. pemberian konsentrasi memberikan pengaruh sebesar 17% dan konsentrasi terbaik 1087,56 ppm untuk berat segar tanaman yaitu 80,63 g.
References
Goldworthy. P. R., dan N. M. Fisher. 1996. Fisiologi Tanaman Budidaya Tropik. Diterjemahkan oleh Tohari. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Harjadi, S. S. 1991. Pengantar Agronomi. Gramedia. Jakarta
Kimball. 1990. Biologi.Jilid 2. Edisi kelima. Terjemahan Siti Soetarmi dan N. Sagiri. Erlangga. Jakarta
Morgan, L. 2000. Hidroponik Capsicum Production: Comprehensive Pratica an Scienteve Guide to Comercial Hidroponik Capsicum Production. Ed.
Terjemahan
Pracaya. 2006. Bertanam Sayuran Organik di Kebun, Pot dan Polibag. Swadaya.
Jakarta
Rukmana, R. 2007. Bertanam Petsai dan Sawi Kanisius. Yogyakarta.
Sitompul, S. M. dan B., Guritno. 1995. Analisis Pertumbuhan Tanaman.Universitas Gadjah Mada Press. Yogyakarta
Soemarno. 2013. Penyerapan Unsur Hara Tanaman. Diakses dari
http://marno.lecture.ub.ac.id/files/2013/11/PENGELOLAANSUMBERDA
YA-TANAH-PENYERAPAN-HARA.docx pada tanggal 25 Februari 2019 Sutejo, M. M. 1987. Pupuk dan Cara Pemupukan. Rineka Cipta. Jakarta.
Sutiyoso, Y. 2006. Hidroponik Ala Yos. Penembar Swadaya. Jakarta.
Taiz, L., dan E. Zeiger. 1998. Plant physiology. Third Edition Sinauer Associates Inc. Publishers. Massachusets.
Tim Karya Tani Mandiri. 2010. Pedoman Budidaya Secara Hidroponik. Nuansa Aulia. Bandung
Tim Penulis Penebar Swadaya.1995. Budidaya dan Sarang Walet. Penebar Swadaya Jakarta.