PERTUMBUHAN TANAMAN SELADA PADA SISTEM AKUAPONIK MINI DENGAN PENAMBAHAN PUPUK KANDANG AYAM

Authors

  • Uray Vami Imra Atika Dept. Plantation Plant Cultivation, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura, Pontianak, [Scopus ID: 57209858053]
  • Iwan Sasli Dept. Plantation Plant Cultivation, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura, Pontianak, [Scopus ID: 57209858053]
  • Nurjani Nurjani Dept. Plantation Plant Cultivation, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura, Pontianak, [Scopus ID: 57209858053]

DOI:

https://doi.org/10.26418/jspe.v11i4.58418

Abstract

Selada (Lactuca sativa, L.) merupakan salah satu tanaman sayuran daun yang banyak dibudidayakan dan memiliki prospek yang cukup baik. Namun produksi tanaman selada secara kontinyu masih tergolong rendah. Oleh karena itu diperlukannya inovasi teknologi dalam meningkatkan hasil dan produksi pertumbuhan tanaman selada. Akuaponik dapat menjadi salah satu inovasi teknologi dalam memproduksi tanaman selada secara kontinyu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk kandang ayam yang terbaik dalam memperbaiki kualitas kontainer air kolam agar dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman selada pada sistem akuaponik mini. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan 5 taraf perlakuan, yaitu perbedaan takaran dosis pupuk kandang ayam, dan tiap perlakuan terdiri dari 25 populasi dengan 15 tanaman sampel. Adapun perlakuan tersebut yaitu (1) P0 = Kontrol/Tanpa perlakuan pupuk kandang ayam, (2) P1 = Penambahan 3 g pupuk kandang ayam, (3) P2 = Penambahan 15 g pupuk kandang ayam, (4) P3 = Penambahan 30 g pupuk kandang ayam, (5) P4 = Penambahan 45 g pupuk kandang ayam. Variabel yang diamati adalah jumlah daun (helai), panjang daun (cm), lebar daun (cm), volume akar (cm ³), berat kering tanaman (g), dan berat segar tanaman bagian atas (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang ayam pengaruh yang nyata terhadap jumlah daun umur 3 "“ 4 mst, panjang daun, lebar daun, dan berat segar tanaman selada bagian atas. Adapun takaran dosis penambahan pupuk kandang ayam terbaik terjadi pada perlakuan 45 g pupuk kandang ayam berdasarkan potensi hasil tanaman merupakan perlakuan terbaik terhadap berat segar tanaman selada bagian atas.

 

Kata Kunci         : Akuaponik, Pupuk Kandang Ayam, Selada

References

Andriyeni., Firman., Nurseha., Zulkhasyeni 2017. Studi Potensi Hara Mikro Air Limbah Budidaya Lele Sebagai Bahan Baku Pupuk Organik. Universitas Prof. Dr. Haizairin, SH. Jurnal Agroqua. 15(1):71-75.

Badan Pusat Statistik. 2016. Produksi dan Produktivitas Selada 2010-2015. Diakses pada tanggal 06 Juli 2020: http://www.bps.go.id.

Direktorat Jenderal Hortikultura. 2020. Kementerian Pertanian Pusat Data dan Informasi Sistem Pertanian Berdasarkan Negara Asal Subsektor: Hortikultura (Segar, Olahan) 2020. Diakses pada tanggal 21 April 2021: http://database.pertanian.go.id/eksim2012/hasilimpornegaraasal.php.

Dwijoseputro. 1985. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta: Gramedia.

Mas'ud, H. 2009. Sistem Hidroponik dengan Nutrisi dan Media Tanam Berbeda terhadap Pertumbuhan dan Hasil Selada. Sulteng: Media Litbang.

Novriani. 2014. “Respon Tanaman Selada (Lactuca Sativa L) Terhadap Pemberian Pupuk Organik Cair Asal Sampah.†KLOROFIL IX (2):57–61.

Sayekti R. S., Prajitno, D., Indradewa D. 2016. Pengaruh Takaran Pupuk Kandang dan Kompos terhadap Pertumbuhan Daun Kangkung (Ipomea retans) dan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) pada Sistem Akuaponi. Universitas Gajah Mada. Jurnal Teknologi Lingkungan Vol 17(2):108-117.

Sayekti R. S., Prajitno, D., Indradewa D. 2018. Pengaruh Takaran Pupuk Kandang dan Kompos terhadap Pertumbuhan Daun Kangkung (Ipomea reptans) Akuaponik. Universitas Gajah Mada.

Sumpena, U. 2001. Budidaya Selada. Jakarta: Penebar Swadaya.

Downloads

Published

2022-09-22

Issue

Section

Articles