PENINGKATAN VIABILITAS DAN VIGOR BENIH PORANG DENGAN PERENDAMAN AIR KELAPA

Authors

  • Tota Selvia Sianturi Universitas Tanjungpura
  • Tantri Palupi Universitas Tanjungpura
  • Darussalam Darussalam Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.26418/jspe.v12i1.58593

Abstract

Porang merupakan salah satu jenis tumbuhan umbi-umbian yang belum banyak dibudidayakan. Tanaman porang dapat diperbanyak dengan cara generatif menggunakan biji. Namun, terdapat kendala dari perbanyakan benih porang secara generatif yaitu benih porang mengalami dorman. Upaya untuk mempercepat dan menyeragamkan perkecambahan benih porang yakni dengan metode invigorasi benih yaitu perendaman benih dengan air kelapa muda sebagai zpt alami. Adapun tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui konsentrasi terbaik sebagai bahan perendaman benih porang dalam air kelapa muda untuk meningkatkan viabilitas dan vigor benih porang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang diteliti adalah Konsentrasi Air Kelapa Muda terdiri dari 6 perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Perlakuan dimaksud adalah: a0 = Tanpa air kelapa, a1= 10%, a2 = 20%, a3= 30%, a4 = 40%, a5 = 50%. Hasil penelitian menunjukan bahwa perendaman air kelapa dengan berbagai konsentrasi berpengaruh tidak nyata terhadap indeks vigor, keserempakan tumbuh, daya berkecambah, kecepatan tumbuh, panjang plumula dan panjang radikula benih porang.
Kata Kunci : Air Kelapa, Perkecambahan, Porang.  

References

ISTA. 2010. International rules for seed testing: Edition 2010. The International Seed Testing Association (Edition 20). Bassersdof, Switzerland.

Justice, O. L. dan L. N. Bass. 2002. Prinsip dan Praktek Penyimpanan Benih. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Roberts, E.H. 1972. Viability of Seed. 488 hlm., illus. London.

Schmidt, L. 2000. Pedoman Penanganan Benih Tanaman Hutan Tropis Dan Subtropis. Direktorat Jendral Rehabilitas Lahan Dan Perhutanan Sosial Indonesia Forest Seed Project. Jakarta: PT. Gramedia.

Sorensen, F.C. and Campbell, R.K. 1993. Seed Weight-Seedling Size Correlation in Coastal Doughlas Fir: Genetic and Environmental Component. Canadian Journal of forest Research. 23:2, 275-285

Sutopo, L. 2002. Teknologi Benih. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Downloads

Published

2022-12-28

Issue

Section

Articles