PENGARUH PUPUK KOTORAN KAMBING DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI EDAMAME PADA TANAH ALUVIAL

Authors

  • Januar Aldi Universitas Tanjungpura
  • Tatang Abdurrahman Universitas Tanjungpura Pontianak
  • Agus Hariyanti Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59040

Abstract

Kedelai edamame merupakan komoditas tanaman pangan yang memiliki nilai ekonomis di Indonesia. Kedelai edamame memiliki biji dengan rasa yang manis serta mengandung protein nabati dan gizi yang tinggi. Kedelai edamame dapat tumbuh subur dengan pemberian pupuk yang tepat. Pupuk kotoran kambing dapat memperbaiki sifat fisik tanah, seperti menggemburkan tanah, meningkatkan porositas, aerasi, dan mikroorganisme tanah, sehingga akar didalam tanah dapat berkembang dengan baik. Pupuk NPK berfungsi sebagai penyuplai unsur hara makro untuk memenuhi kebutuhan unsur hara bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara pupuk kotoran kambing dan NPK serta mengetahui dosis terbaik pupuk kotoran kambing dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jl. Reformasi, gang Matematika, Pontianak, penelitian ini berlangsung dari tanggal 5 Februari 2022 - 27 April 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yaitu pemberian pupuk kotoran kambing dan NPK. Penelitian ini terdapat 2 faktor dan masing-masing faktor terdiri dari 3 taraf perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali, setiap perlakuan ada 4 sampel tanaman, sehingga total keseluruhan terdapat 108 tanaman. Faktor pertama pupuk kotoran kambing (k): k1 = 10 ton/ha, k2 = 20 ton/ha, k3 = 30 ton/ha. Faktor kedua pupuk NPK (p): p1 = 150 kg/ha, p2 = 300 kg/ha, p3 = 450 kg/ha. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah cabang, volume akar, berat kering tanaman, jumlah polong per tanaman, bobot polong segar per tanaman, jumlah polong isi, jumlah polong hampa, dan bintil akar. Berdasarkan hasil penelitian menujukkan bahwa pengaruh pupuk kotoran kambing dan NPK terdapat interaksi pada variabel berat kering tanaman dan bobot polong segar per tanaman. Pemberian pupuk kotoran kambing dosis 20 ton/ha dan NPK dosis 300 kg/ha merupakan dosis terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kedelai edamame.  Kata Kunci : Aluvial, Edamame, Kedelai, NPK, Pupuk Kotoran Kambing

References

Badan Pusat Statistik. 2018. Kajian Konsumsi Bahan Pokok 2017. Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia.

Badan Pusat Statistik. 2019. Provinsi Kalimantan Barat dalam Angka 2019. Kalimantan Barat: Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat. Pontianak.

Cahaya, A.T., dan D. A. Nugroho. 2009. Pembuatan Kompos dengan Menggunakan Limbah Padat Organik (Sampah Sayuran dan Ampas Tebu). Semarang: Teknik Kimia Universitas Diponegoro.

Hapsoh, Wardati, dan Hairunisa. 2019. Pengaruh Pemberian Kompos dan Pupuk NPK terhadap Produksi Kedelai (Glycine max (L.) Merril). J. Agron, 47(2): 149-155.

Hartatik, W., dan L. R. Widowati. 2006. Pupuk Kandang, Pupuk Organik dan Pupuk Hayati. Bogor: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya

Lahan Pertanian.

Ningsih, E., M., N., Y. A. Nugroho, dan T. N. R. Said. 2005. Kajian Paduan Bokasi Sampah Kota dan Pupuk Anorganik Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai. Skripsi. Malang: Fakultas Pertanian Universitas Widyagama.

Supriono. 2000. Pengaruh Dosis Urea Tablet dan Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai Kultivar Sindoro. Skripsi. Surakarta: Universitas

Sebelas Maret.

Zainal, M., A. Nugroho, dan N. E. Suminarti. 2014. Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max ( L.) Merill) pada Berbagai Tingkat Pemupukan N dan Pupuk Kandang Ayam. Jurnal Produksi Tanaman. Vol. 2, No. 6 hal: 484-490.

Downloads

Additional Files

Published

2022-12-28

Issue

Section

Articles