PENILAIAN TIGA MODEL INFILTRASI TERHADAP KECOCOKAN TIGA PENGGUNAAN LAHAN PADA TANAH INCEPTISOLS DESA TANJUNG BUNUT KECAMATAN TAYAN HILIR KABUPATEN SANGGAU

Authors

  • Yuliani Widarti Fakultas Pertanian, Jurusan Ilmu Tanah, Universitas Tanjungpura, Pontianak
  • Bambang Widiarso Fakultas Pertanian, Jurusan Ilmu Tanah, Universitas Tanjungpura, Pontianak
  • Ari Krisnohadi Fakultas Pertanian, Jurusan Ilmu Tanah, Universitas Tanjungpura, Pontianak

DOI:

https://doi.org/10.26418/jspe.v11i4.59358

Abstract

ABSTRAK

Penelitian dilakukan di Desa Tanjung Bunut Kecamatan Tayan Hilir Kabupaten Sanggau, pada penggunaan lahan hutan sekunder, kelapa sawit dan lahan terbuka. Kecamatan Tayan Hilir mengalami kemajuan dalam segi pembangunan, alih fungsi lahan menjadi perkebunan, pemukiman dan industri, mempengaruhi ketersediaan air tanah dan daya serap tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari proses laju infiltrasi pada tiga model persamaan infiltrasi yakni Horton, Philip dan Kostiakov dalam memprediksi kecepatan proses masuknya air kedalam tanah pada tiga penggunaan lahan yaitu hutan sekunder, perkebunan kelapa sawit dan lahan terbuka menggunakan perbandingan MAE (Mean Absolute Error). Metode penelitian adalah pengambilan sampel tanah utuh dan terganggu. Parameter yang diamati pada penelitian ini meliputi tekstur, bobot isi, kadar air lapangan, porositas, permeabilitas tanah,   kedalaman muka air tanah, profil tanah, C-Organik tanah dan laju infiltrasi. Setelah dilakukan uji validasi menggunakan MAE (Mean Absolute Error) didapatkan model infiltrasi pada hutan sekunder valid dengan nilai MAE 0,99 menggunakan parsamaan Horton. Model infiltrasi pada Kelapa sawit valid dengan nilai  MAE 8,53 menggunakan persamaan Philip dan model infiltrasi untuk lahan terbuka dengan nilai MAE 7,25 persamaan Horton.

Kata Kunci : Penggunaan lahan, Infiltrasi, MAE (Mean Absolute Error)

References

Achmad, M. 2011. Buku Ajar Hidrologi Teknik. Universitas Hasanuddin. Makasar.

Arsyad, S. 2006. Konservasi Tanah dan Air. Institut Pertanian Bogor Press. Bogor.

________. 2010. Konservasi Tanah dan Air. Institut Pertanian Bogor. Jawa Barat.

Asdak, C. 2007. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

__________. 2010. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Universitas Gadjah Mada.Yogyakarta.

Hanafiah, K. A. 2005. Dasar-dasar Ilmu Tanah. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Irwan, T. dan Budi Yuwono, S.B. 2016. Infiltrasi pada berbagai tegakan hutan di arboretum Universitas Lampung. Jurnal Sylva Lestari.

Kohnke, H. 1959. Soil Conservation, McGraw-Hill Company, Inc., New York.

Hillel, D.1982. Pengantar Fisika Tanah. Edisi Pertama Terjemahan Rubiyanto H.S. dan Rahmad H.P. Mitra Gama Widya. Yogyakarta.

Human M, Schuler G, Muller C, Schneider R, Johst M, Caspari T. 2011. Identification of runoff processes – The impact of different forest typesand soil properties on runoff formation and floods. Journal of Hydrology.

Marpaung, P., Ketaren , S., Marbun, P. 2014. Klasifikasi Inceptisol Pada ketiggian yang Berbeda di Kecamatan Lintong Nihuta Kabupaten Hasundutan. Fakultas Pertanian USU. Medan.

Pasaribu H, A Mulyadi, dan S. Tarumun. 2012. Neraca Air di

Perkebunan Kelapa Sawit di PPKS Sub Unit Kalianta. Riau.

Pusat Penelitian Tanah. 1993. Kriteria Penelitian Sifat-sifat Tanah. Bogor.

Refliaty S. E., Marpaung. 2010. Agregat Ultisol Pada Beberapa Penggunaan Lahan dan Lereng. Universitas Jambi.

Sihag, P., Tiwari, N.K., Ranjan, S. 2017. Estimation And Intercomparison Of Infiltration Models. Water Science.

Yuwono, S., Irawan, T. 2016. Infiltrasi Pada Berbagai Tegakan Hutan di Arboretum Universitas Lampung. Lampung. Jurnal Sylva Lestari.

Downloads

Published

2023-04-13

Issue

Section

Articles