PENGARUH SISTEM TANAM DOUBLE ROW DENGAN MODIFIKASI JARAK ANTAR BARIS DAN DALAM BARIS TANAMAN JAGUNG MANIS PADA LAHAN GAMBUT DI DESA RASAU JAYA II

Authors

  • Oktavianus Revo Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura
  • Maulidi Maulidi Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura
  • Warganda Warganda Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.26418/jspe.v12i1.60316

Abstract

Jagung manis (Zea mays saccharata L.) merupakan tanaman yang mengandung karbohidrat lebih banyak sehingga menjadi salah satu komoditi terpenting kedua setelah padi, baik sebagai sumber pangan maupun pakan. Jarak antar baris dan dalam baris yang terlalu sempit akan membuat populasi tanaman meningkat sehingga serapan hara lebih tinggi yang mengakibatkan kompetisi unsur hara, air, sinar matahari, dan ruang tumbuh, selain itu proses fotosintesis tanaman juga terganggu dengan tajuk tanaman lainnya. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan jarak antar baris dan dalam baris yang terbaik pada modifikasi sistem tanam double row tanaman jagung manis pada lahan gambut di Desa Rasau Jaya II. Penelitian dilakukan di lahan milik bapak Sugianto yang berada di patok 28 Desa Rasau Jaya II, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya. Penelitian berlangsung dari tanggal 09 Juli 2022 - 17 September 2022. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 5 taraf perlakuan yaitu j1 =(15+15)cm x 80 cm, j2 =(20+20)cm x 80 cm, j3 =(25+25)cm x 80 cm, j4 =(30+30)cm x 80 cm, j5 =(35+35)cm x 80 cm, setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Variabel pengamatan terdiri dari volume akar, diameter batang, jumlah daun, bobot jagung tanpa kelobot, dan panjang tongkol. Hasil penelitian modifikasi jarak antar baris dan dalam baris pada sistem tanam double row berpengaruh nyata terhadap volume akar, diameter batang, berat jagung tanpa kelobot, dan panjang tongkol, namun tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah dau. Jarak tanam (20 + 20)cm x 80 cm menunjukkan hasil terbaik dibandingkan modifikasi jarak tanam lainnya. Jarak tanam yang rapat menghasilkan produksi pertanaman sedikit, karena populasi tinggi, walaupun sedikit hasil produksinya lebih tinggi dibandingkan jarak tanam lebar. Jarak tanam lebar menghasilkan produksi pertanaman banyak dan kualitas yang bagus karena jumlah populasinya sedikit maka hasil produksi pertanaman lebih rendah dibandingkan jarak tanam rapat.

Kata Kunci:  Double Row, Jagung Manis, Jarak Tanam, Kompetisi Tanaman, Lahan Gambut

References

Anwar, K., Juliawati., Puryani, I. 2021. Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis pada Sistem Tumpang Sari dengan Kacang Tanah dan Jarak Tanam. Jurnal Sains dan Aplikasi. vol. 9. No. 1.

Aprilyanto, W, Baskara, M., Guritno. 2016. Pengaruh Populasi Tanaman dan Kombinasi Pupuk N, P. K Pada Produksi Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata sturt). Jejak Jurnal Produksi Tanaman 4(6), 438-446.

Balai Penelitian Tanaman Serealia. 2008. Mengenal Fase Pertumbuhan Tanaman Jagung. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Balai. Jakarta: IAARD Press

Dwidjoseputrno. 2003. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta: PT. Gramedia.

Harjadi, S.S. 2002. Pengantar Agronomi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Lakitan, B. 2010. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Marvelia, A., Darmanti, S., dan Parman, S. 2006. Produksi Tanaman Jagung Manis (Zea mays Saccharata Sturt) Yang Diperlukan Dengan Kompos Kascing Dengan Dosis Yang Berbeda. Jejak: jurnal Buletin Anatomi dan fisiologi 16 (2).

Rosliani, R. dan N. Sumarni. 2005. Budidaya dan Pengolahan Pasca Panen. Yogyakarta: Kanisius.

Rukmana, R. 2005. Bercocok Tanam Jagung Hibrida. Jakarta: Penebar Swadaya.

Subekti, N, A., Syafruddin, R. Efendi dan Sunarti, S. 2008. Morfologi Tanaman dan Fase Pertumbuhan Jagung. Maros.

Wahida, Nadira R.S dan Hermusye H, L. 2011. Aplikasi Pupuk Kandang Ayam Pada Tiga Varietas Sorgum. Unhas.

Downloads

Published

2022-12-28

Issue

Section

Articles