RESPON FISIOLOGIS DAN KOMPONEN HASIL BEBERAPA VARIETAS JAGUNG MANIS DENGAN PEMBERIAN PUPUK HAYATI PADA LAHAN GAMBUT
DOI:
https://doi.org/10.26418/jspe.v12i1.60350Abstract
Produktivitas jagung manis di masyarakat Kalimantan Barat masih rendah dikarenakan petani belum menggunakan varietas unggul dan menanam pada lahan gambut. Dengan hal ini penggunaan varietas unggul dan penambahan hara pada lahan diperlukan. Penambahan unsur hara pada lahan gambut dapat dilakukan dengan penggunaan pupuk hayati. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi Jalan Reformasi Gg. Racana Untan. Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 9 Mei sampai 15 Agustus 2022. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui respon fisiologi tanaman jagung terhadap pemberian berbagai jenis pupuk hayati, (2) mencari dosis pupuk hayati yang terbaik terhadap respon fisiologi tanaman dan komponen hasil salah satu varietas jagung manis pada lahan gambut, (3) mencari varietas jagung manis yang paling baik tehadap respon fisiologi dan komponen hasil dengan pemberian pupuk hayati di lahan gambut, dan (4) Mendapatkan dosis pupuk hayati yang terbaik terhadap respon fisiologi tanaman jagung pada lahan gambut. Penelitian ini menggunakan percobaan lapangan dengan pola Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan 2 faktor perlakuan yaitu faktor Varietas jagung manis(V) dan pupuk hayati Petrobio (P) yang terdiri dari masing masing 3 taraf perlakuan dan setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan dan setiap perlakuan terdapat 4 tanaman sampel. Perlakuan yang dimaksud adalah Varietas Jagung Ketan (V) terdiri dari : v₠= Jagung ketan varietas Rasanya F1, v₂ = Jagung ketan varietas Kumala F1, dan v₃ = Jagung ketan varietas Jutawan F1. Sebagai sub plot adalah dosis pupuk hayati Petrobio (P) terdiri dari 3 taraf yaitu : p₠= 30 kg/ha ≈ 0,56 g/tanaman, p₂ = 40 kg/ha ≈ 0,75 g/tanaman, dan p₃ = 50 kg/ha ≈ 0,938 g/tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini antara lain: berat kering tanaman (g), luas daun total (cm2), Indeks Luas Daun (ILD), Laju Asimilasi Bersih (LAB), Laju Pertumbuhan Tanaman (LPT), berat per tongkol berkelobot (g), berat per tongkol tanpa kelobot (g), panjang tongkol (cm), diameter tongkol (cm), dan berat tongkol/petak (kg). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian semua dosis pupuk hayati menghasilkan respon fisiologis yang sama baiknya pada semua varietas jagung manis, interaksi antara jenis Varietas Rasanya F1 dan pupuk hayati dosis 30 kg/ha memiliki respon fisiologis dan komponen hasil terbaik pada lahan gambut, dan Varietas Rasanya F1 menunjukkan respon fisiologis yang terbaik pada pemberian berbagai dosis pupuk hayati.
Kata kunci : Gambut, Hasil, Jagung Manis, Pupuk Hayati, Respon Fisiologis
References
Anisyah, F., R. Sipayung, dan C. Hanum. 2014. Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah dengan Pemberian Beberapa Pupuk Organik. Jurnal Online Agroekoteknologi. 2(2): 482-496.
Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat. 2019. Kalimantan Barat Dalam Angka. Pontianak : Badan Pusat Statistik.
Beadle, C.L. 1993. Growth Analysis. In: Hall, D.O., Scurlock, J.M.O., Bolharnordenkampfh, R., Leegood, R.C. and Long, S.P., Eds., Photosynthesis and Production in a Changing Environment: A Field and Laboratory Manual. Chapman and Hall. London. 36-46.
Briggs, G. E., F. Kidd, and C. West. 1920. A Quantitative Analysis Of Plant Growth : Part II. Annals of applied Biology. 7(2â€3), 202-223.
Chan, K.Y., L. van Zwieten., I. Meszaros., A. Downie. dan S. Joseph. 2007. Using Poultry Litter Biochars as Soil Amendments. Australian Journal of Soil Research 46 (5).
Gardner, F.P, R.B. Pearce dan R.L. Mitchell. 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya. Jakarta : Universitas Indonesia Press.
Goldsworthy, P. R., dan N.M. Fisher. 1984. The Physiology of Tropical Field Crops.
Hardjowigeno, S. 2007. Ilmu Tanah. Jakarta : Akademika Pressindo.
Indradewa, D., S. Suryanti, P. Sudira, dan J. Widada. 2015. Kebutuhan Air, Efisiensi Penggunaan Air dan Ketahanan Kekeringan Kultivar Kedelai. Agritech. 35 (1) : 114-120.
Kadekoh, I. 2002. Pola Pertumbuhan Kacang Tanah (Arachis hipogaea L.) dengan Jarak Tanam Bervariasi dalam Sistem Tumpangsari dengan Jagung pada Musim Kemarau. J Agrista. 6 (1) : 63-70.
Lehmann J and S. Joseph. 2009. Biochar for Environmental Management: An Introduction. Science and Technology. First published by Earthscan in the UK and USA in 2009. 12 pp.
Milianda. W. 2020. Analisis Pertumbuhan Padi (Oryza sativa L.) Varitas Situbagendit pada Berbagai Dosis Nitrogen dan Fosfot pada Lahan Sawah Tadah Hujan. Skripsi. Surakarta : Fakultas Pertanian Universitas Tunas Pembangunan.
Prabowo, A. Y., 2007. Teknis Budidaya : Budidaya Jagung. http://teknis-budidayajagung.html/26/06/2022
Putri, H.A. 2011. Pengaruh Pemberian Beberapa Konsentrasi Pupuk Organik Cair Lengkap (POCL) Bio Sugih Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt.). Skripsi. Padang. Fakultas Pertanian Universitas Andalas.
Ramadhani, R. H., M. Roviq, dan M. D. Maghfoer. 2016. Pengaruh Sumber Pupuk Nitrogen dan Waktu Pemberian UREA pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays Sturt. var. saccharata). J. Produksi Tanaman. 4 (1) : 8-15.
Rukmana, R. 1998, Usaha Tani Jagung. Yogyakarta : Kanisius.
Salisbury, F.B. dan C.W. Ross. 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid III. Bandung.
Institut Teknologi Bandung. 343 hal.
Sinaga J, dan Rosmimi. 2010. Pertumbuhan dan Produksi Jagung Manis (Zea mays L. saccharata) pada Tanah Gambut yang Diaplikasikan Amelioran Dregs dan Fosfat Alam. Sagu. 9(2): 20 – 27.
Sitompul, S. M. dan B. Guritno. 1995. Analisis Pertumbuhan Tanaman. Yogyakarta : UGM Press.
Sohi, S., E. Lopez-Capel, E. Krull, and R. Bol. 2009. Biochar, Climatechange and Soil: A Review to Guide Future Research. Rep. No. 05/09. CSIRO. ISSN :1834-6618.
Suharsono, Supriadi dan Prayitno, 2004. Potensi dan Pengelolaan Limbah Pertanian dalam Mendukung Ketersediaan Pakan Ternak Sepanjang Tahun di Lahan Kering. Makalah Seminar Nasional dan Ekspose Inovasi Teknologi dan Kelembagaan Agribisnis. Malang, 8-9 September 2004.
Sumarsono S. 2008. Analisis Kuantitatif Pertumbuhan Tanaman Kedelai(Soy beans). Semarang : Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro.
Syafruddin, Nurhayati dan Ratnawati. 2012. Pengaruh Jenis Pupuk terhadap Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Jagung Manis. Jurnal Floratek. 7 (9) : 107 - 114.
Wahyuni, P. S., dan P. Parmila. 2019. Peran bioteknologi dalam pembuatan pupuk hayati. Agro Bali: Agricultural Journal. 2 (1): 46-57.
Warisno. 2007. Budidaya Jagung Manis Hibrida. Yogyakarta : Kanisius.
Wibowo., W. 2008 Kajian Tingkat Populasi dan Konsentrasi Pupuk Daun terhadap Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Jagung Hibrida Zea mays L. Tesis. Surakarta : Universitas Sebelas Maret.
Widowati. L. R., S. Widati, U. Jaenudin, dan W. Hartatik. 2004. Pengaruh Kompos Pupuk Organik yang Diperkaya dengan Bahan Mineral dan Pupuk hayati Terhadap Sifat-sifat Tanah, Serapan Hara dan Produksi Sayuran Organik. Tugas Akhir. Laporan Proyek Penelitian Program Pengembangan Agribisnis. Balai Penelitian Tanah.
Yuwariah, Y. 2011. Dasar-Dasar Sistem Tanaman Ganda. Jurusan Budidaya Pertanian. Bandung. Fakultas Pertanian UNPAD.