PENGARUH BOKASHI ALANG-ALANG DAN PUPUK KALIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING
DOI:
https://doi.org/10.26418/jspe.v13i1.60471Keywords:
Bokashi Alang-Alang, Kalium, Kedelai, PMKAbstract
Kedelai merupakan komoditas pertanian yang sangat dibutuhkan di Indonesia. Kedelai
tidak menjadi prioritas untuk diproduksi di Kalimantan Barat sehingga perlu adanya upaya ekstensifikasi dan intensifikasi. Secara ekstensifikasi yaitu pemanfaatan tanah PMK sebagai media tanam. Secara intensifikasi yaitu mengoptimalkan lahan pertanian yang sudah ada dengan pemupukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi bokashi alang-alang dan pupuk kalium, serta mendapatkan dosis bokashi alang-alang dan pupuk kalium terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai pada tanah PMK. Penelitian dilaksanakan di Sepakat II Pontianak Tenggara, dimulai pada Mei sampai Agustus 2022. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dalam bentuk faktorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor perlakuan yaitu bokashi alang-alang dan pupuk kalium. Faktor pertama dosis bokashi alang-alang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu 10 ton/ha, 15 ton/ha dan 20 ton/ha. Faktor kedua pupuk kalium terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu 100 kg/ha, 150 kg/ha dan 200 kg/ha. Setiap perlakuan terdiri dari 4 sampel dan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokashi alang-alang dosis 20 ton/ha dengan pupuk kalium dosis 150 kg/ha merupakan perlakuan terbaik terhadap semua variabel dan terdapat interaksi antara pemberian bokashi alang-alang dan pupuk kalium terhadap tanaman kedelai pada tanah PMK.
References
BPS. 2022. Provinsi Kalimantan Barat dalam Angka. Pontianak: Badan Pusat Statistik (BPS)
Kalimantan Barat.
Hanum, C. 2010. Pertumbuhan dan Hasil Kedelai yang Diasosiasikan dengan Rhizobium pada Zona Iklim Kering E (Klasifikasi Oldeman). Bionatura, 12(3).
Hendrival, H., Latifah, L., dan Idawati, I. 2014. Pengaruh Pemupukan Kalium terhadap Perkembangan Populasi Kutu Daun (Aphis glycines Matsumura) dan Hasil Kedelai. Jurnal Floratek, 9(2), 83-92.
Lingga, P., dan Marsono. 2010. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Jakarta: Penebar Swadaya
Manasikana, A., dan Kusrinah, K. (2019). Pengaruh Dosis Rhizobium Serta Macam Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan Tanaman Kedelai (Glycine max) Varietas Anjasmoro. Al- Hayat: Journal of Biology and Applied Biology, 2(1), 28-38.
Nurbaiti, F., Haryono, G., dan Suprapto, A. 2017. Pengaruh Pemberian Mulsa dan Jarak Tanam Pada Hasil Tanaman Kedelai Glycine max (L.) Merrill. Varietas. Grobogan. Vigor: Jurnal Ilmu Pertanian Tropika Dan Subtropika, 2(2), 41-47.
Permadi, K. dan Yati, H. 2015. Pemberian Pupuk N, P, dan K Berdasarkan Pengelolaan Hara Spesifik Lokasi untuk Meningkatkan Produktivitas Kedelai (Review). Jurnal Agrotrop. 5 (1), 1 – 8.
Puspitasari, P., Linda, R., dan Mukarlina. 2013. Pertumbuhan Tanaman Pakchoy (Brassica chinensis L.) dengan Pemberian Kompos Alang-Alang (Imperata cylindrica ( L .) Beauv) pada Tanah Gambut. Jurnal Protobiont, 2(2), 44–48.
Septiatitin, A. 2009. Apotek Hidup dari Sayuran dan Tanaman Pangan. Bandung: Yrama Widya
Sitorus, U. K. P., Siagian, B., dan Rahmawati, N. 2014. Respons Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.) terhadap Pemberian Abu Boiler dan Pupuk Urea pada Media Pembibitan. Agroekoteknologi, 2(3).
Suroso, B., dan Sodik, A. J. 2016. Potensi Hasil dan Kontribusi Sifat Agronomi terhadap Hasil Tanaman Kedelai Glycine Max (L.) Merril pada Sistem Pertanaman Monokultur. Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science), 14(2), 124-133.
Susetya, D. 2018. Panduan Lengkap Membuat Pupuk Organik. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.
Wahyuningtyas, R. S. 2011. Mengelola Tanah Ultisol untuk Mendukung Pertumbuhan Tegakan. Galam, 5(1), 85-89.