PENGARUH JENIS PUPUK HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS PADA SISTEM DOUBLE ROW DI LAHAN GAMBUT

Authors

  • Adrianus Hendri
  • Warganda Warganda
  • Maulidi Maulidi

DOI:

https://doi.org/10.26418/jspe.v12i1.60548

Abstract

Tanaman jagung manis merupakan salah satu komoditas hortikultura yang telah banyak dibudidayakan. Satu diantara faktor pembatas pertumbuhan tanaman jagung manis adalah kesuburan tanah. Masalah utama dalam pemanfaatan lahan gambut adalah terbatasnya kemampuan kimia dan biologis tanah. Perlu dilakukan upaya pemanfaatan dan pengelolaan untuk memperbaiki kesehatan tanah, khususnya gambut diantaranya dengan menggunakan pupuk hayati (biofertilizer). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis pupuk hayati yang dapat memberikan pertumbuhan dan hasil yang terbaik pada tanaman jagung manis dengan sistem tanam double row di lahan gambut. Penelitian dilaksanakan di Lahan Pertanian Patok 28 Desa Rasau Jaya II, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 9 Juli "“ 17 September 2022. Penelitian menggunakan metode eksperimen pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan yang diulang sebanyak 6 kali. Perlakuan yang dimaksud yaitu: A = Pupuk Hayati Bioboost, B = Pupuk Hayati Biokonversi, C = Pupuk Hayati PGPR dan D = Pupuk Hayati Tricoderma. Variabel pengamatan terdiri dari yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, panjang daun, luas daun, berat segar tanaman, berat kering tanaman, volume akar, berat tongkol berkelobot, berat tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol, diameter tongkol, jumlah baris per petak dan berat tongkol per petak. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa jenis pupuk hayati Bioboost, Biokonversi, Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dan Tricoderma harzianum dapat digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung manis.

Kata Kunci : Double Row, Jagung Manis, Lahan Gambut, Pupuk Hayati

References

Alatas, S, I. Siradjuddin, M. Irfan dan A. R. Annisava. 2019. Pertumbuhan dan Hasil Jagung Manis (Zea Mays Saccharata Sturt) yang ditanam dengan Tanaman Sela Pegagan (Centella Asiatica (L.) Urban) Pada Beberapa Taraf Dosis Pupuk Anorganik. Jejak: Jurnal Agroteknologi, 10 (1), 23-32.

Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat. 2021. Provinsi Kalimantan Barat dalam angka 2021. Pontianak: Badan Pusat Satistik (BPS) Kalimantan Barat.

Badan Pusat Statistik. 2019. Produksi Jagung Manis. Dinas pertanian Provinsi Kalimantan Barat: Pontianak.

Dariah, A. Maftuah, E dan Maswar. 2013. Karakteristik Tanah Gambut. Jejak: Jurnal Anzdoc. 16-29.

Haryanto, 2013. Budidaya jagung Manis Organik. Yogyakarta: Penerbit Pustaka Baru Press.

Karti, P. D. M. H. 2005. Penggunaan Azospirillum pada Tanah Masam dengan Aluminium Tinggi Terhadap Produksi dan Serapan Nitrogen Rumput Setaria splendida dan Chloris gayana. Jejak: Jurnal Media Peternakan, 28(1), 37-45.

Purtomo T, Siti M, Tiurma WSP. 2014 Pengaruh Penggunaan pupuk Organik Hayati terhadap Sifat Kimia Tanah Pertanian di Kecamatan Pare Kabupaten Kediri. Jejak: Jurnal Agroknow, 2 (1) : 51 – 58.

Downloads

Additional Files

Published

2022-12-28

Issue

Section

Articles