PENGARUH ARANG SEKAM SEBAGAI CAMPURAN MEDIA TANAM DAN PEMBERIAN GA3 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA PADA TANAH ALUVIAL
DOI:
https://doi.org/10.26418/jspe.v12i3.61460Keywords:
Arang Sekam, GA3, Kubis Bunga, Tanah Aluvial.Abstract
Usaha pengembangan Kubis Bunga untuk memenuhi kebutuhan pangan di tanah aluvial mengalami kendala yaitu sifat tanah dan waktu pembungaan yang cukup lama. Upaya dalam menunjang keberhasilan dalam budidaya kubis bunga pada tanah aluvial dapat didorong dengan memperbaiki sifat fisik tanah dengan menambahkan campuran bahan organik tanah yaitu arang sekam dan melakukan penambahan hormon GA3 untuk menunjang pembungaan pada krop kubis bunga. Dosis Arang Sekam dan Konsentrasi GA3 yang optimum akan memberikan dampak pada pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan interkasi arang sekam dan GA3 yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kubis bunga di tanah aluvial. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Spit Plot Design) dengan RAL yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu Arang sekam (a) sebagai petak utama yang terdiri dari 3 taraf perlakuan dan faktor kedua yaitu GA3 (b) sebagai anak petak yang teriri dari 3 taraf perlakuan. Setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel. Jumlah keseluruhan tanaman terdapat 108 petak percobaan. Perlakuan tersebut terdiri dari a1b1 = arang sekam 15% + GA3 50 mg/l, a1b2= arang sekam 15% + GA3 100 mg/l, a1b3 = arang sekam 15% + GA3 150 mg/l, a2b1= arang sekam 25% + GA3 50 mg/l, a2b2 = arang sekam 25% + GA3 100 mg/l, a2b3 = arang sekam 25% + GA3 150 mg/l, a3b1= arang sekam 35% + GA3 50 mg/l, a3b2 = arang sekam 35% + GA3 100 mg/l, a3b3 = arang sekam 35% + GA3 50 mg/l. Variabel pengamatan meliputi : Luas daun (cm2 ), volume akar (cm3 ), berat kering tanaman (g), umur berbunga (hari), diameter bunga (cm2 ), dan bobot krop (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pada berbagai dosis arang sekam dan konsentrasi GA3 relatif sama terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga pada tanah aluvial. Interaksi efektif yang direkomendasikan adalah dosis arang sekam 15 % + konsentrasi GA3 50 mg/l. Kata Kunci : Arang Sekam, GA3, Kubis Bunga, Tanah Aluvial.References
Badan Pusat Statistik. 2020. Provinsi Kalimantan Barat dalam Angka 2020. Pontianak: Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat.
Data Kementerian Pertanian. 2019. Statistik Tanaman Sayuran dan Buah – buahan Semusim. Jakarta: Badan Pusat Statistik Indonesia.
Data Kementerian Pertanian. 2020. Statistik Tanaman Sayuran dan Buah – buahan Semusim. Jakarta: Badan Pusat Statistik Indonesia.
Murashige.T dan F.Skog.1961. Aresived Medium for Rapid Growth and Bioassays with Tobacco Tissue Culture. Physiol Plant. 15: 473-47
Nurida, N.L., A. Dariah dan A. Rachman. 2013. Peningkatan kualitas tanah dengan pembenah tanah biochar limbah pertanian. Jurnal tanah dan Iklim 37(2); 69-78.
Komarayati, S. dan Gusmailina, G. 2003. Pengembangan penggunaan arang untuk rehabilitasi lahan. Bulletin Penelitian dan Pengembangan Kehutanan, 4(1), 21-30.
Setyati. S.H. 1988. Pengantar Agronomi. Jakarta. Gramedia Pustaka Utama.