RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS DENGAN PEMBERIAN BOKASHI KOTORAN SAPI DAN KAPUR PADA TANAH ALUVIAL
DOI:
https://doi.org/10.26418/jspe.v14i4.61498Keywords:
Aluvial, Bokashi Kotoran Sapi, Jagung Manis, KapurAbstract
Jagung manis merupakan tanaman pangan yang banyak diminati di Indonesia. Permintaan konsumen terhadap jagung manis terus meningkat, hingga perlu dilakukan upaya peningkatan produksi jagung manis salah satunya melalui pemupukan. Tujuan penelitian untuk mengetahui interaksi antara bokashi kotoran sapi dan kapur serta mendapatkan dosis bokashi kotoran sapi dan kapur terbaik dalam menghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis pada tanah aluvial. Penelitian dilakukan di Jalan Pramuka Desa Sungai Rengas Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya yang dilaksanakan dari bulan Februari-Mei 2022. Penelitian menggunakan faktorial dengan pola rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor yang diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama yaitu bokashi kotoran sapi yang terdiri atas 3 taraf :b1= 3 ton/ha setara dengan 0,8 kg/petak, b2 = 5 ton/ha setara dengan 1,4 kg/petak dan b3 = 7 ton/ha setara dengan 2 kg/petak. Faktor kedua yaitu kapur yang terdiri atas 3 taraf : d1 = 1,1 ton/ha setara dengan 316,8 g/petak, d2 = 2,2 ton/ha setara dengan 633,6 g/petak dan d3 = 3,3 ton/ha setara dengan 950,4 g/petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara bokashi kotoran sapi dan kapur terhadap seluruh variabel pengamatan. Pemberian bokashi kotoran sapi 7 ton/ha setara 2 kg/petak dan kapur sebesar 1,1 ton/ha setara 316,8 g/petak memberikan hasil tertinggi terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis pada tanah aluvial.
References
BPS. 2015. Angka Tetap Kalimantan Barat Tahun 2015. Badan Pusat Statistik : Kalimantan barat.
Fefiani, W., Yusri dan Barus. 2014. Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Mentimun akibat Pupuk Kandang Sapi dan Pupuk Organik Padat Supernasa. Jejak Jurnal, 6(1) : 124-146.
Hevlin . 2005. Ekofisiologi Pertanaman. Sinar Baru, Bandung.
Maharani, H.2019.Respon Pertumbuhan dan Hasil Jagung Manis terhadap Pupuk Kandang Kotoran Sapi dan Kapur Dolomit pada Tanah Aluvial. Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura.
Mangapul A R.2016. Pengaruh Inkubasi Dolomit terhadap Sifat Kimia Tanah dan Serapan Fosfor Pada Ultisol Darmaga. IPB, Bogor.
Rukmana. 2010. Prospek Jagung Manis. Pustaka Baru Pers: Yogyakarta.
Rusli M A.2016. Perubahan Beberapa Sifat Fisika dan Kimia Ultisol akibat Pemberian Pupuk Kompos dan Kapur Dolomit pada Lahan Berteras. Universitas Syiah Kuala Banda Aceh J. Floratek 11 (1): 9,11-12.
Sholeh, Nursyamsi, D. Adiningsih, S.J. 1997, Pengolahan Bahan Organik dan Nitrogen untuk Tanaman Padi dan Ketela Pohon Pada Lahan Kering yang Mempunyai Tanah Ultisol di Lampung. Prosiding: Pertemuan Pembahasan dan Komunidakasi Hasil Penelitian Tanah dan Agroklimat, Bidang Kimia dan Biologi Tanah, Depertemen pertanian, Hal 193-206.
Subekti, Nuning Argo, dkk. 2012. Morfologi Tanaman dan Fase Pertumbuhan Jagung. Maros : Balai Penelitian Tanaman Serealia.
Sutedjo, M.M., 1994. Pupuk dan Cara Pemupukan. Rineka Cipta, Jakarta.
Syukur, M dan Azis Rifianto. 2013. Jagung Manis. Penebar Swadaya : Jakarta.
Tola., Hamzah, F., Dahlan, dan Kaharuddin. 2007. Pengaruh Penggunaan Dosis Pupuk Bokashi Kotoran Sapi terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung. Jurnal Agrisistem, 3(1) : 1-14.