RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL MENTIMUN TERHADAP BERBAGAI KONSENTRASI PUPUK GANDASIL D DAN B SECARA HIDROPONIK

Authors

  • Doni Doni Dept. Plantation Plant Cultivation, Faculty of agriculture, Universitas Tanjungpura, Pontianak, [Scopus ID: 57209858053]
  • Iwan Sasli Dept. Plantation Plant Cultivation, Faculty of agriculture, Universitas Tanjungpura, Pontianak, [Scopus ID: 57209858053]
  • Wasi'an Wasi'an Dept. Plantation Plant Cultivation, Faculty of agriculture, Universitas Tanjungpura, Pontianak, [Scopus ID: 57209858053]

DOI:

https://doi.org/10.26418/jspe.v12i3.61804

Keywords:

Gandasil D dan B, hidroponik, mentimun

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk Gandasil (D dan B) dan mengetahui konsentrasi yang tepat sehingga memberikan pertumbuhan dan hasil mentimun yang terbaik secara hidroponik. Penelitian ini dimulai pada tanggal 30 Juni sampai dengan 6 September 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 perlakuan. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali dan setiap ulangan terdiri dari 4 sampel sehingga seluruhnya berjumlah 96 tanaman sampel. Perlakuan yang diberikan yaitu p0 = 5 ml/l AB-Mix 5, p1 = 1 g/l Gandasil (D dan B), p2 = 3 g/l Gandasil (D dan B), p3 = 5 g/l Gandasil (D dan B), p4 = 7 g/l Gandasil (D dan B), p5 = 9 g/l Gandasil (D dan B). Variabel yang diamati yaitu Panjang Tanaman umur 2 MST dan 3 MST (cm), Jumlah Daun umur 2 MST dan 3 MST (helai), Volume Akar (cm3), Berat Kering Tanaman (g), Bobot per Buah (g), Diameter Buah (cm), Panjang Buah (cm), Jumlah Buah per Tanaman (buah), Berat Buah per Tanaman (g). Adapun variabel penunjang yaitu Suhu Udara ( °C) dan Kelembaban Udara (%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk Gandasil (D dan B) pada perlakuan (P2) pupuk Gandasil D pada saat tanaman umur 0-1 minggu dengan konsentrasi 0 g/l, umur 1-2 minggu 1,5 g/l, umur 2 minggu "“ fase vegetatif maksimum 3 g/l, dan fase vegetatif maksimum "“ fase generatif diganti dengan Gandasil B dengan konsentarsi 3 g/l merupakan perlakuan terbaik sebagai nutrisi alternatif dari nutrisi AB-Mix untuk pertumbuhan dan hasil mentimun secara hidroponik.

References

BPS. 2021. Produksi Mentimun. Jakarta: Badan Pusat Statistik Indonesia.

Lakitan, B. 2012. Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Laude, S dan A. B. D. Hadid. 2007. Respon Tanaman Bawang Merah Terhadap Pemberian Pupuk Organik Cair Lengkap. Jurnal Agrisains, 8(3), 140-146.

Lingga, P dan Marsono. 2009. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Jakarta: Penebar Swadaya.

Salisbury, F.B. dan C.W. Ross. 1992. Fisiologi Tumbuhan 3 (Tiga). Bandung: Penerbit ITB.

Sutedjo, M. M. 2010. Pupuk dan Cara Pemupukan. Jakarta: Rineka Cipta.

Sutedjo, M. M., dan A. G. Kartasapoetra. 2002. Pengantar Ilmu Tanah. Jakarta: Bina Askara.

Syafruddin, Nurhayati, dan R. Wati. 2012. Pengaruh Jenis Pupuk Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Jagung Manis. Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Darussalam,107-114.

Widiastuti, W. 2014. Penyakit Tanaman Mentimun Cucumis sativus. Palembang: Universitas Sriwijaya Indralaya.

Wijayani, A. dan W. Widodo. 2005. Usaha Meningkatkan Kualitas Beberapa Varietas Tomat dengan Sistem Budidaya Hidroponik. Jurnal Ilmu Pertanian, 12(1), 77-83.

Downloads

Published

2023-07-01

Issue

Section

Articles