PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG BURUNG PUYUH DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI EDAMAME DI TANAH PODSOLIK MERAH KUNING

Authors

  • Rahmawati Lutfiah Tanjungpura University
  • Eddy Santoso
  • Maulidi maulidi

DOI:

https://doi.org/10.26418/jspe.v3i3.61968

Keywords:

Edamame, KaKedelai, NPK, Podsolik Merah Kuning, Pupuk Kandang Burung Puyuh

Abstract

Kedelai Edamame (Glycine max (L.) Merril.) dapat tumbuh dengan baik pada media tumbuh yang subur, unsur hara yang cukup, struktur dan aerasi tanah yang baik. Salah satu media tumbuh yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan kedelai edamame adalah tanah podsolik merah kuning yang memiliki beberapa kendala. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan memberikan bahan organik berupa pupuk kandang burung puyuh dan pupuk anorganik NPK yang dikombinasikan dan diberikan secara berimbang. Penggunaan pupuk kandang burung puyuh sebagai bahan organik dapat memperbaiki kendala yang ada pada tanah podsolik merah kuning terutama sifat fisik tanah, dan penambahan NPK yang dapat diserap oleh tanaman secara cepat  untuk memenuhi kebutuhan unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya interaksi antara pupuk kandang burung puyuh dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai edamame di tanah podsolik merah kuning, serta mendapatkan dosis terbaik pupuk kandang burung puyuh dan NPK. Penelitian ini dilaksanakan dilahan penelitian Fakultas Petanian Universitas Tanjungpura pada tanggal 16 Agustus-14 November 2022. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu pemberian pupuk kandang burung puyuh (k) dan NPK (p) masing-masing dengan 3 taraf perlakuan yang terdiri dari 9 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan, sehingga total keseluruhan ada 108 sampel tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat Interaksi antara dosis pupuk kandang puyuh 40 ton/ha + NPK 200 kg/ha dalam meningkatkan pertumbuhan kedelai edamame pada variabel berat kering tanaman. Pemberian pupuk kandang puyuh 30 ton/ha merupakan dosis terbaik untuk pertumbuhan kedelai edamame pada variabel jumlah cabang 4 minggu setelah tanam dan hasil kedelai edamame pada variabel bobot segar polong tertinggi serta jumlah polong isi.

 

References

Aep, W. 2006. Budidaya Tanaman Kedelai (Glycine Max (L.) Merill). Tesis. Bandung. Universitas Padjajaran.

Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat. 2020. Kalimantan Barat Dalam Angka. Pontianak: Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat. https://kalbar.bps.go.id/publication/2020/04/27/frovinsi-kalimantan-barat-dalam-angka-2020.html.

Badan Pusat Statistik. 2018. Data Produksi Kedelai Lokal. Jakarta.Data Pemprov Kalbar. Gambaran Umum Aspek Geografis Kalimantan Barat.

Hakim, N., Nyakpa, M.Y., Lubis, A.M., Nugroho, S.G., Diha, M.A., Hong. G.B.,Bailey, H.H. 1986. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Universitas Lampung. Lampung. Jurnal penelitian pertanian terapan 13(1): 8-12.

Hardjowigeno, S. 2002. Ilmu Tanah. Cetakan ke 5. Jakarta: Agromedia Pustaka.

Novizan. 2003. Petunjuk Pemupukan Yang Efektif. Jakarta: Agro Media Pustaka.

Prihatman, K. 2000. Kedelai (Glycine max (L.) Merill). Jakarta: Kantor Deputi Menegristek : Bidang Pendayagunaan IImu dan Teknologi.

Ramdhani, M., Silvina, dan Armaini. 2016. Pemberian Pupuk Kandang dan Volume Air Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai Edamame (Glycine max (L) Merril). Jurnal Faperta 3 (1).

Supriono. 2000. Pengaruh Dosis Urea Tablet dan Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai Kultivar Sindoro. Skripsi. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

Taiz, L dan Zeiger, E. 1991. Plant Phisiology. Redwood City, Calipornia: The Benjamin. 5 (3),100-119.

Zainal, M., A. Nugroho, dan N. E. Suminarti. 2014. Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merill) Pada Berbagai Tingkat Pemupukan N dan Pupuk Kandang Ayam. Jurnal Produksi Tanaman. 2 (6), 484-490.

Downloads

Additional Files

Published

2023-07-01

Issue

Section

Articles