PENGARUH PEMBERIAN ABU KAYU DAN PUPUK KCL PADA TANAMAN LOBAK KULTIVAR CHERRY BELLE DI TANAH ALUVIAL

Authors

  • Iqbal Rizky Dhawiyarda Dept. Agroteknologi, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura, Pontianak
  • Siti Hadijah Dept. Agroteknologi, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura, Pontianak
  • Maulidi Maulidi Dept. Agroteknologi, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura, Pontianak

DOI:

https://doi.org/10.26418/jspe.v12i3.61974

Keywords:

Abu Kayu, Lobak Cherry Belle, Pupuk KCl, Tanah Aluvial

Abstract

Lobak Kultivar Cherry belle adalah tanaman yang termasuk dalam family Brasicaceae ini memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi sehingga sudah cukup banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Banyak sekali jenis dan varietas lobak yang dikenal oleh masyarakat, salah satu jenisnya adalah Cherry Belle yang memiliki bentuk bulat berwarna merah dengan daging berwarna putih. Tanaman lobak ini dapat dikembangkan pada berbagai jenis tanah, salah satunya adalah tanah alluvial. Pemanfaatan tanah aluvial sebagai media tanam seringkali dihadapkan pada berbagai permasalahan seperti sifat kimia yang memiliki kadar unsur hara yang rendah serta kadar kemasaman yang cukup tinggi. Upaya untuk meningkatkan pH tanah aluvial yang bersifat masam adalah dengan pemberian abu kayu   yang dapat menggantikan fungsi kapur dan pemberian pupuk KCl yang dapat mencukupi kebutuhan unsur hara kalium yang dibutuhkan lobak. Penelitian ini dimulai sejak 2 Oktober hingga   1 Desember 2022. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Faktorial dua Faktor dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor pertama adalah Abu Kayu dengan 3 taraf perlakuan yaitu aâ‚ = 63g/polybag atau setara dengan 21 ton/ha, aâ‚‚ = 72 g/polybag atau setara dengan 24 ton/ha, a₃ = 81 g/polybag atau setara dengan 27 ton/ha dan faktor keduanya adalah pupuk KCl dengan 3 taraf yaitu kâ‚ = 0,75 g/polybag atau setara dengan 50 kg/ha, kâ‚‚ = 1,5 g/polybag atau setara dengan 100 kg/ha, k₃ = 2,25 g/polybag atau setara dengan 150 kg/Ha. Masing "“ masing perlakuan dilakukan 3 ulangan. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah jumlah daun, panjang umbi, diameter umbi, berat segar tanaman dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa setiap interaksi perlakuan yang diberikan memberikan hasil yang sama baiknya pada variabel jumlah daun, panjang umbi, diameter umbi, berat segar tanaman dan berat kering tanaman, sehingga efisiensi penggunaan dosis abu kayu dan pupuk KCl dalah pada perlakuan 63 g/polybag atau setara dengan 21 ton/ha dan 0,75 g/polybag atau setara dengan 50 kg/ha.

References

Cahyono, B. 2019. Budidaya Intensif Lobak. Jakarta: Papas Sinar Sinanti.

Handayanto, Eko, Nurul Muddarisna, dan Amrullah Fikri. 2017. Pengelolaan Kesuburan Tanah. Malang: UB Press.

Samadi, B. 2013. Panen Untung dari Budidaya Lobak. yogyakarta: lyli publisher.

Sastrohamidjojo, H. 1995. Kayu: Kimia, Ultrastruktur, Reaksi-Reaksi. yogyakarta: UGM Press.

Setyamidjaja. 1986. Pupuk dan Pemupukan. Jakarta: CV. Complex.

Wijonarko, B., A. Bakrie, dan K. Hidayat. 2014. “RESPONS TANAMAN RADISH (Raphanus Sativus L.) Varietas Long White Lcicle yang Dipupuk KNO3 Berbagai Dosis Terhadap Aplikasi Mulsa.†Jurnal Agrotek Tropika 2 (1): 65–72.

Downloads

Published

2023-07-01

Issue

Section

Articles