Pengaruh Bokashi dan Abu tandan Kosong kelapa Sawit Terhadap Pertumbuhan dan Hasil terung pada Tanah Aluvial

Authors

  • Monika Selvi Tanjungpura University
  • Siti Hadijah Tanjungpura University
  • Agus Hariyanti Tanjungpura University

DOI:

https://doi.org/10.26418/jspe.v12i3.61989

Keywords:

Abu, Aluvial, Bokashi, Tandan Kosong Kelapa Sawit, Terung.

Abstract

Terung merupakan salah satu komoditi hortikultura bernilai ekonomi tinggi. Salah satu tanah yang dapat digunakan untuk budidaya tanaman terung ungu yaitu tanah aluvial. Tanah aluvial sebagai media tanam memiliki kendala seperti struktur tanah pejal pH rendah, ketersediaan unsur hara dan bahan organik rendah. Upaya untuk mengatasinya adalah dengan pemberian bahan pembenah tanah seperti bokashi dan abu tandan kosong kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi bokashi dan abu tandan kosong kelapa sawit yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil terung ungu pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian ini berlangsung dari tanggal 15 Agustus 2022 "“ 27 Oktober 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang menggunakan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama pemberian bokashi tandan kosong kelapa sawit terdiri dari 3 taraf yaitu b1 = 20 ton/ha setara dengan 600 g/polibag, b2 = 30 ton/ha setara dengan 900 g/polibag dan b3 = 40 ton/ha setara dengan 1.200 g/polibag. Faktor kedua pemberian abu tandan kosong kelapa sawit terdiri dari 3 taraf yaitu 8,8 ton/ha setara dengan 40 g/polibag, 13 ton/ha setara dengan 60 g/polibag dan 17,7 ton/ha setara dengan 80 g/polibag. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman bobot per buah, panjang buah dan diameter buah. Hasil penelitian menujukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara bokashi dan abu tandan kosong kelapa sawit. Perlakuan faktor tunggal bokashi tandan kosong kelapa sawit dengan dosis 20 ton/ha ≈ 600 g/polibag dan abu TKKS 8,8 ton/ha ≈ 40 g/polibag merupakan dosis terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil terung pada tanah aluvial. Kata Kunci : Abu, Aluvial, Bokashi, Tandan Kosong Kelapa Sawit, Terung.

References

Anonimous. 2002. Pemanfaatan Abu Janjang Kosong Sebagai Pengganti Pupuk.

Jambi: Kresna Duta Agroindo.

Budiman, E. 2009. Cara dan Upaya Budidaya Terung. Bandung: Wahana Iptek.

Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Kalimantan Barat. 2019. Data Produksi, Luas Panen dan Provitas Terung di Kalimantan Barat. http:/data.kalbarprov.go.id.

Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Kalimantan Barat. 2020. Data Produksi, Luas Panen dan Provitas Terung di Kalimantan Barat. http:/data.kalbarprov.go.id.

Sakri, F.M. 2012. Meraup Untung Jutaan Rupiah dari Budidaya Terung Putih.

Jakarta: Penebar Swadaya

Soepardi. G. 1983. Sifat dan Ciri Tanah. Bogor: Departemen Ilmu Tanah Fakultas Pertanian. Bogor: IPB.

Soetasad, A. A. S, Muryanti dan H, Sunarjono. 2003. Budidaya Terung Lokal dan Terung Jepang. Jakarta: Penebar Swadaya.

Syarief, E.S. 1986. Kesuburan dan Pemupukan Tanah Pertanian. Bandung: Pustaka Buana

Wardhani, S.K., I. Purwani dan W. Anugerahi. 2014. Pengaruh Aplikasi Pupuk Hayati terhadap Pertumbuhan dan Produktivitas Tanaman Cabai Rawit (capsicum frutescens, L.) Varietas Bhaskara di PT Petro Kimia Gersik. Jurnal Sains dan Seni Pomits. 2 (1): 2337-3520.

Downloads

Published

2023-07-01

Issue

Section

Articles