PENGARUH KOMPOSISI PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL MENTIMUN PADA TINGGI MUKA AIR BERBEDA
DOI:
https://doi.org/10.26418/jspe.v12i2.62003Keywords:
Pupuk NPK, Mentimun, Tinggi Muka AirAbstract
Sistem budidaya yang sering digenangi air pada sekitar bedengan akan menyebabkan tercucinya unsur hara yang dapat membuat kekurangan nutrisi pada sistem penyerapan dalam pertumbuhan tanaman mentimun, maka harus dilakukan meninggikan bedengan yang berbeda dalam budidaya tanaman mentimun. Budidaya jenuh air dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil dengan memberikan nutrisi seperti pupuk yang teratur sebab pada sistem budidaya jenih air ini nutrisi yang di butuhkan pada tanaman sering tercuci akibat terbawanya air yang pada sekitar bedengan. Pemberian berbagai pupuk diharapkan dapat memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman mentimun. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis komposisi pupuk NPK yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil mentimun pada sistem budidaya jenuh air dan untuk mendapatkan tinggi muka air tanah yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil mentimun pada sistem budidaya jenuh air. Penelitian ini dilaksanakan di Jalan Kalimas Tengah, Dusun Melati, Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap. Penelitian berlangsung dari tanggal (1 September - 12 Oktober 2022). Penelitian merupakan percobaan yang disusun dalam rancanagan acak kelompok (RAKL)
split blok yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah tinggi muka air yaitu b1(10 cm), b2 (20 cm), b3 (30 cm). Faktor kedua kombinasi pupuk yaitu terdiri dari p1 (NPK 8 g), p2 (NPK 8 g, Urea 6 g), dan p3 (NPK 8 g, Urea 6 g, SP36 4 g). Semua perlakuan diulang sejumlah 3 kali. Terdapat 4 sampel tanaman sebagai satuan pengamatan perpetak dengan 1 sampel tanaman sebagai sampel destruktif, sehingga terdapat 108 satuan perlakuan. Variebel pengamatan terdiri dari berat kering tanaman (gram), jumlah buah (buah), berat buah (kg), bobot buah (kg), panjang buah (cm), diameter buah (cm). Hasil penelitian menunjukan bahwa kombinasi pupuk NPK + Tinggi Muka Air Tanah memberikan berpengaruh nyata pada berat kering tanaman, namun berpengaruh tidak nyata pada panjang buah, berat buah, bobot buah, jumlah buah dan diameter buah.
References
AAK. 1983. Dasar-dasar Bercocok Tanam . Yogyakarta. Penerbit Kanisius.
Cahyono. 2003. Budidaya Tanaman Mentimun. Bogor: Institut Pertanian Bogor.
Crawford, R.M.M. 1976. Toleransi terhadap anoksia dan regulasi glikolisis pada tanaman tre, hal. 387-401. Di Cannel, M.G.R dan F.T. Terakhir (ed). Fisiologi dan peningkatan pohon, Academic Press, New York.
Kurnia, U., Sulaeman, Y., & Muti, K. A. (2000). Potensi dan pengelolaan lahan kering dataran tinggi (pp. 227–245). Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
Maftuah. E dan Hayati. A. 2019. Diterima 04 Feruari 2019/Disetujui 18 Juni 2019. Pengaruh Persiapan Lahan dan Penataan Lahan terhadap Sifat Tanah, Pertumbuhan dan Hasil Cabai Merah (Capsicum annum) di Lahan Gambut. J. Hort. Indonesia, Agustus 2019, 10(2): 102-111.
Mubarok. S. M dan Dewi O.D. 2020. Kajian Pengaruh Tingkat Ketinggian Bedengan Terhadap Keragaan Pertumbuhan Dan Hasil Bawang Merah Pada Lahan Tadah Hujan. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Barat.
Novizan. 2002. Petunjuk Pemupukan yang Efektif. Jakarta. AgroMedia. 114 hal
Sarjiman dan Mulyadi. 2005. Analisis Neraca Air Lahan Kering paada Iklim Kering Untuk Mendukung Pola Tanam. Yogyakarta. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian.
Sahuri dan Ghulamahdi, M. 2014. Pola Serapan hara dan produksi kedelai dengan budaya jenuh air. Di lahan rawa pasang surut.prosiding seminar nasional lahan sub optimal 2014:728-734
Setyawan, B. 2015. Budidaya Umbi – Umbian Padat Nutrisi. Bandung. Universitas Padjadajaran.
Sutedjo, M.M., 2002. Pupuk dan Cara Pemupukan. Jakarta. Rineka Cipta.
Wasonowati, C. Murniyanto, E. dan Holish. 2014. Pengaruh Tinggi Bedengan Pada Dua Varietas Lokal Bawang Merah (Allium escalonicum L.). J. Agrovigor 7(2): 86-89.
Widodo, Y., Prasetiaswati, N., Santosa, G., & Suprapto. (2010). Teknologi produksi ubi jalar di lahan sawah mencapai produksi tinggi. Laporan Teknik. Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian. Badan Litbang Pertanian.