PENGARUH KOMBINASI BOKASI KOTORAN WALET DAN PUPUK KCl TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA PADA TANAH ALUVIAL
DOI:
https://doi.org/10.26418/jspe.v12i3.62121Keywords:
Bokasi Kotoran Walet, KCl, Kubis Bunga, Tanah AluvialAbstract
Kubis bunga atau biasa disebut kembang kol (Brassica oleracea L.) merupakan salah satu komuditas tanaman hortikultura yang diminati masyarakat karena rasanya yang enak ketika dikonsumsi dan mengandung gizi yang baik bagi tubuh. Budidaya kubis bunga mempunyai prospek yang tinggi untuk diusahakan di Kalimantan Barat terutama di tanah aluvial. Tanah aluvial sebagai media tumbuh tanaman dihadapkan pada kendala antara lain sifat fisik yang kurang baik yaitu bahan organik rendah, struktur tanah kurang baik mengupal atau keras waktu kering, tanah yang lembab waktu basah serta aerasi yang kurang baik, sifat kima tanah masam seperti pH Tanah rendah dan miskin unsur hara salah satunya adalah unsur hara kalium. Upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut dapat dilakukan dengan pemberian kombinasi bokasi kotoran walet dan pupuk KCl sehingga dapat memperbaiki sifat fisik dan mengatasi kekurangan unsur hara kalium pada tanah yang tidak tersedia menjadi tersedia pada tanah untuk menunjang pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga. Pemberian bokasi kotoran walet dapat memperbaiki kerusakan tanah akibat penggunaan kalium anorganik yang berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatakan kombinasi yang terbaik dari bokasi kotoran walet dan pupuk KCl terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga pada tanah aluvial. Penelitian ini dimulai dari tanggal 12 Agustus 2022 hingga 23 Oktober 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima taraf perlakuan kombinasi bokasi kotoran walet dan pupuk KCl. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak lima kali, setiap ulangan terdiri dari empat sampel. Perlakuan yang dimaksud yaitu : P1 = 5 ton/ha bokasi kotoran walet + 350 kg/ha KClP2 = 10 ton/ha bokasi kotoran walet + 300 kg/ha KClP3 = 15 ton/ha bokasi kotoran walet + 250 kg/ha KCl P4 = 20 ton/ha bokasi kotoran walet + 200 kg/ha KCl P5 = 25 ton/ha bokasi kotoran walet + 150 kg/ha KCl. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi : volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), luas lingkar bunga (cm), dan berat segar bunga (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi bokasi kotoran walet 20 ton/ha dan pupuk KCl 200 kg/ha adalah perlakuan terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil kubis bunga pada tanah aluvial.
References
Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat. 2018. Kalimantan dalam Angka. Badan Pusat Statistik. Provinsi Kalimantan Barat. Pontianak.
Balai Penelitian Tanah Aluvial. 2009. Analisis Kimia Tanah, Tanaman, Air, dan Pupuk. Balai Besar Litbang Sumber Daya Lahan Pertanian Balai Pengembangan dan Penelitian Pertanian Departemen Pertanian. 215 hal.
Cahyono, B. 2001. Teknik Kubis Bunga dan Broccoli dan Analisis UsahaTanai. Yogyakarta: Kanisius
Djunaedy, a. 2009. Pengaruh Jenis dan Dosis Pupuk Bokasi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kacang Panjang (vagina sinensis L.). Jurnal Agrovigo. 2 (1) : 42-46.
Dwijoseputro,D. 1980. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Pt Gramedia, Jakarta.
Gardner, F.P, R.B. Pearce dan R.L. Mitchell.1991. Fisiologi Tanaman Budidaya. Diterjemahkan oleh Herawati Susilo. UI Press. Jakarta.
Hardiatmi, J. M. S. dan E. Patola. 2013. Uji Dosis Pupuk Kandang dan Dosis Pupuk KCl terhadap Produktivitas Kacang Tanah (Arachis hypogaea L) pada Tanah Grumusol. Innorfarm : Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 11 (1) : 1 – 11.
Harjono, I. 1996. Melirik Bisnis Tani Kubis Bunga: Sayur Mewah Komoditi Primadona Kaum Elit. Aneka. Solo.
Kenzie. R. 2001. Potassium Fertilizer Aplication in Crop Production. http://www.agric.gov.ab.ca/univers al-pages/inclueds/dochearder.map.
Nurdin., P. Maspeke., Z. Ilahude., dan F. Zakaria. 2009. Pertumbuhan dan hasil Jagung yang dipupuk N, P dan K pada tanah Vertisol Isimu Utara Kabupaten Gorontalo. J. Tanah Trop. 14(1): 49-56.
Pracaya, 2003. Kol Alias Kubis. Jakarta. Penebar Swadaya.
Rahmawan, I.S. Arifin, A.Z. dan Sulistyawati. 2019. Pengaruh Pemupukan Kalium Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kubis. Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan, 3(1), 17-23.
Samadi, B. 1997. Usaha Tani Kentang. Yogyakarta : Kanisius.
Setyorini,D., J.S. Andiningsih & S. Rohayati, 2003. Uji Tanah Sebagai Dasar Penyusunan Rekomendasi Pemupukan. Balai Penelitian Tanah Bogor.
Susanto, R. 2006. Penerapan pertanian Organik. Yogyakarta: Kanisius.
Tjitrosoepomo, G. 2001. Morfologi Tumbuhan. Unuversitas. Press. Yogyakarta.
Tjondronegoro. 1995. Fisiologi Tanaman. Yogyakarta : Kasianus.