PENGARUH KONSENTRASI DAN FREKUENSI PUPUK AB-MIX TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI PADA BUDIDAYA AKUAPONIK

Authors

  • Florentinus Janoldi Agrotechnology Study Program, Dept. Plantation Plant Cultivation, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura, Pontianak
  • Rini Susana Dept. Plantation Plant Cultivation, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura, Pontianak
  • Dwi Zulfita Dept. Plantation Plant Cultivation, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura, Pontianak

DOI:

https://doi.org/10.26418/jspe.v12i3.62122

Keywords:

Akuaponik, Frekuensi AB-Mix, Konsentrasi AB-Mix, Sawi

Abstract

Sawi (Brassica juncea L.) merupakan komoditas sayuran yang memiliki nilai komersial dan prospek yang baik, sehingga memiliki kelayakan untuk diusahakan di Indonesia, sayuran ini mempunyai kandungan gizi yang dibutuhkan tubuh manusia seperti energi, protein,lemak, karbohidrat, serat, fosfor, zat besi, natrium, kalium dan sumber vitamin. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan interaksi konsentrasi dan frekuensi pupuk AB-Mix yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil sawi pada budidaya akuaponik. Penelitian ini dilaksanakan di lahan petani yang terletak di Desa Kalimas Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya. Waktu penelitian dilakukan pada 04 September-04 Oktober 2022. Penelitian ini merupakan eksperimen lapangan dengan pola faktorial Rancangan AcakLengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama yang terdiri dari konsentrasi pupuk AB-mix (K) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan dan faktor kedua adalah frekuensi (F) dengan 2 taraf perlakuan. Masing- masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap unit percobaan terdapat 4 tanaman sampel. Perlakuan yang dimaksud adalah : k1 : 900 ppm/ liter air k2 : 1200 ppm/ liter air k3 : 1500 ppm/ liter air. Faktor Frekuensi (f) yang terdiri dari 2 taraf, yaitu : f1 : seminggu 1 kali f2 : seminggu 2 kali. Pelaksanaan penelitian meliputi persiapan tempat penelitian, persiapan instalasi akuaponik, persipan media tanam, penyemaian, pembuatan larutan pupuk AB-Mix, penanaman, pemeliharaan dan pemanenan. Variabel penelitian meliputi jumlah daun, luas daun, berat segar tanaman dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan tidak ditemukan dosis interaksi konsentrasi dan frekuensi pupuk AB-Mix yang terbaik, tetapi dosis efektif ditunjukkan konsentrasi pupuk AB- Mix 1500 ppm/l air dengan frekuensi pemberian sebanyak seminggu 2 kali terhadap pertumbuhan dan hasil sawi dengan budidaya akuaponik.

References

Agustina, L. 2004. Dasar Nutrisi Tanaman. Jakarta : Rineka Cipta.

Amaranthi, L. 2004. Pengaruh Formula Nutrisi dan Konsentrasi Auksin terhadap Pertumbuhan dan Hasil Mentimun Jepang (Cucumis sativus L) secara Hidroponik. Skripsi. Universitas Jember, Jember.

Badan Pusat Statistika Provinsi Kalimantan Barat. 2020. Kalimantan Barat dalam Angka Tetap. Kalbar. BPS Pontianak.

Gardner, P. Franklin, B. R. Pearce, dan R. L. Mitchell, 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya. Terjemahan oleh Herawati, Susilo. Universitas Indonesia. Jakarta.

Guritno, B. dan Sitompul, 1991. Analisis Pertumbuhan Tanaman. Fakultas Pertanian.

Karoba, F, Suryani dan Nurjasmi, R. 2015. Pengaruh Perbedaan pH terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kailan (Brassica oleraceae) Sistem Hidroponik NFT (Nutrient Film Tecnique). Jurnal Ilmiah Respati Pertanian, 7(2): 529:534.

Kinasihati, E. 2003. Studi Kebutuhan Nitrogen Tanaman Selada. Jember : Universitas Jember.

Novizan, 2005. Petunjuk Pemupukan yang Efektif. Jakarta : Agromedia Pustaka. Pracaya. 2011. Bertanam Sayur Organik. Jakarta : Penebar Swadaya.

Purwanto, B. E. 2005. Pengaruh Konsentrasi dan Frekuensi Pemberianlarutan Nutrisi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Selada (Lactuca sativa) Secara Hidroponik. Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember.

Sutedjo, M. M. 2002. Pupuk dan Cara Pemupukan. Jakarta : Rineka Cipta.

Universitas Brawijaya Malang. Malang.

Wirosoedarmo, R., J, Rahadi, B dan Ermayanti, D. 2001. Pengaruh Sistem Pemberian Air dan Ketebalan Spon Terendam terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassica Juncea) dengan Metode Aquaculture. Jurnal Teknologi Pertanian, 2(2) : 52 – 57.

Downloads

Published

2023-07-01

Issue

Section

Articles