PENGARUH KOMPOS TANKOS KELAPA SAWIT DAN AZOTOBACTER TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING

Authors

  • Yubelia Madeanne Khateha
  • Radian Radian
  • Tatang Abdurrahman

DOI:

https://doi.org/10.26418/jspe.v12i3.62231

Keywords:

azotobacter, corn, empty palm fruit bunches compost, PMK

Abstract

Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan kantor BPP Kabupaten Bengkayang. Waktu penelitian berlangsung dari Juli 2021 sampai November 2021. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos TKKS dan Azotobacter terhadap pertumbuhan hasil jagung pada PMK serta untuk mendapatkan perlakuan terbaik dari aplikasi kompos TKKS dan Azotobacter terhadap pertumbuhan jagung pada tanah PMK. Penelitian ini menggunakan rancangan Petak Terbagi (Split plot) dengan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama penggunaan Azotobacter yang terdiri dari 2 taraf perlakuan sebagai petak utama, yaitu : a0 =tanpa Azotobacter dan a1 = dengan Azotobacter. Faktor kedua adalah dosis kompos TKKS yang terdiri dari 4 taraf perlakuan sebagai anak petak, yaitu k0 = tanpa kompos TKKS, k1 = kompos TKKS 3 ton/ha, k2 =kompos TKKS 6 ton/ha, dan k3 = kompos TKKS 9 ton/ha. Perlakuan di ulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 24 unit percobaan. Variabel pegamatan meliputi tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, panjang tongkol, jumlah baris per tongkol, berat tongkol kelobot, berat tongkol tanpa kelobot, dan berat biji kering per petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan Azotobacter belum mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung pada tanah Podsolik Merah Kuning dan pemberian kompos TKKS dosis 6 ton/ha dapat meningkatkan tinggi tanaman dan diameter batang tanaman jagung pada tanah Podsolik Merah Kuning.

References

Agusni, M. dan Satriawan, H. 2014. Pengaruh Olah Tanah dan Pemberian Pupuk Kandang Terhadap Sifat Fisik Tanah dan Produksi Tanaman Jagung.

Food and Agriculture Organization (FAO). 2019. Peningkatan Produktivitas Jagung di Indonesia. Indonesia Journal Of Socio Economics, Volume 1, No.2. http:/faostat3.fao.org/home/E/. (Diakses tanggal 27 Juli 2022. Pukul 18.24 WIB).

Fauzi, Y.dkk. (2002). Kelapa Sawit. Edisi Revisi. Cetakan XIV.Penebar Swadaya. Jakarta

Hardjowigeno, S. 1993. Klasifikasi Tanah dan Pedogenesis. Akapres. Jakarta. 273 hal.

Iswandi, A., D.A. Santosa dan R. Widyastuti. 1995. Penggunaan Ciri Mikroorganisme dalam Mengevaluasi Degradasi Tanah. Kongres Nasional VI HITI, 12-15 Desember 1995. Serpong.

Jha, D.K., G.D. Sharma, and R.R. Mishara. 1992. Ecology of soil microflora and mycorrhizal symbionts. Biologi Fertilizer Soils 12: 272-278.

Lakitan, B., 1996. Fisiologi Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman. PT. Raja Grafindo Persada.

Lasrin H. 1999. Ketahanan Hidup Azotobacter Penambat Nitrogen Pada Berbagai Bahan Pembawa Serta Pengaruhnya Terhadap Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea mays).Diakses melalui http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handl e/123456789/39202/a97hla.pdf?sequenc e=1 Diakses 14 Januari 2023.

Mubandono, L. 2005. Membuat Kompos. Ed. Rev. Penebar Swadaya. Jakarta.

Nainggolan, D. 2011. Pengaruh penyemprotan Zn, Fe, dan B pada daun tanaman jagung (Zea mays L) yang ditanam diareal pengendapan tailing. Skripsi sarjana pertanian fapertek unipa (tidak dipublikasikan).

Ningtyas, V. A. dan Lia, Y. A. 2010.Pemanfaatan tandan kosong kelapa sawit sisa media jamur merah (Volvarella volvaceae) sebagai pupuk organik dengan penambahan activator Effective Microorganisme EM-4. Skripsi. Fakultas Teknik Kimia. Institut Teknologi Surabaya. Surabaya.

Rinsema. 1986. Pupuk dan Cara Pemupukan. Bhratara Karya Aksara. Jakarta.

Salisbury, F. B. dan C. W. Ross. 1995. Fisiologi Tumbuhan III. Perkembangan Tumbuhan dan Fisiologi Lingkungan. Penerbit ITB. Bandung.

Simamora, S. dan Salundik. 2006. Meningkatkan Kualitas Kompos. Agromedia Pustaka. Jakarta.

Soepardi, G. 2001. Sifat dan ciri-ciri Tanah. Departemen Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Sutanto A., A.E. Prasetyo, Fahroidayanti, A.F. Lubis, dan A.P. Dongoran. 2005. Viabilitas bioaktivator jamur Trichoderma koningii pada media tandan kosong kelapa sawit. Jurnal Penelitian Tandan Kelapa Sawit. Volume 13(1) : 25-33.

Sutanto, R. 2002. Penerapan Pertanian Organik Pemasyarakatan dan Berkelanjutan. Kanisius. Yogyakarta.

Utomo W. H. dan Islami, T. 1995. Hubungan Tanah, Air, dan Tanaman. IKIP Semarang Press, Semarang.

Downloads

Published

2023-07-01

Issue

Section

Articles