PENGARUH BIOCHAR SEKAM PADI DAN PUPUK ORGANIK CAIR URINE SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SELEDRI PADA TANAH ALUVIAL

Authors

  • Aliamin Aliamin Agroteknologi
  • Dini Anggorowati Agroteknologi
  • Setia Budi Agroteknologi

DOI:

https://doi.org/10.26418/jspe.v12i3.62794

Keywords:

biochar sekam padi, pupuk organik cair urine sapi, seledri, tanah aluvial

Abstract

Tanaman seledri (Apium graveolens L.) merupakan tanaman sayuran daun yang banyak digunakan sebagai bahan penyedap pada berbagai masakan, sebagai tanaman obat dan kosmetik. Pengembangan produksi seledri yang optimal sangat ditentukan oleh teknik budidaya tanaman yang baik dan tepat, salah satu faktor yang mempengaruhi yaitu tanah dan pemupukan serta ketersediaan unsur-unsur hara bagi pertumbuhan dan produksi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi antara dosis biochar sekam padi dan konsentrasi pupuk organik cair urine sapi yang memberikan pertumbuhan dan hasil seledri yang terbaik pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jalan Reformasi Gg. Racana Untan, mulai dari bulan September - November 2022. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Faktorial RAL yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah dosis biochar sekam padi (B) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu b1 = 10 ton/ha, b2   = 15 ton/ha, dan b3 = 20 ton/ha. Faktor kedua adalah konsentrasi pupuk organik cair urine sapi (U) yang terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu u1 = 100 ml/l air, u2 = 150 ml/l air, u3 = 200 ml/l air, dan u4 = 250 ml/l air. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan setiap perlakuan terdiri dari 4 tanaman sampel, sehingga jumlah tanaman seluruhnya adalah 144 tanaman. Variabel yang di amati dalam penelitian ini yaitu pertambahan tinggi tanaman, jumlah pelepah daun, jumlah anakan, volume akar, berat basah tanaman, dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara dosis biochar sekam padi dan POC urine sapi pada variabel volume akar dan berat basah tanaman tetapi tidak terjadi interaksi terhadap variabel pertambahan tinggi tanaman, jumlah pelepah daun, jumlah anakan, dan berat kering tanaman. Perlakuan dosis biochar sekam padi 15 ton/ha dan konsentrasi POC urine sapi 100 ml/l air merupakan perlakuan yang efektif yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil seledri pada tanah aluvial.

References

Badan Pusat Statistik. 2020. Provinsi Kalimantan Barat dalam Angka 2020. Pontianak: Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat.

Badan Pusat Statistik. 2022. Provinsi Kalimantan Barat dalam Angka 2022. Pontianak: Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat.

Gani, A. 2009. Potensi Arang Hayati “Biochar†sebagai Komponen Teknologi Perbaikan Produktivitas Lahan Pertanian. Jurnal Iptek Tanaman Pangan. 4(1), 33–48.

Haryoto. 2009. Bertanam Seledri secara Hidroponik. Yogyakarta: Kanisius.

Hendrika, G., R. Arifah dan M. Yanyan. 2017. Pertumbuhan Tanaman Seledri (Apium graveolens L.) pada Berbagai Komposisi Pupuk Organik dan Sintetik. Jurnal Agronida, 3 (1), 1-9.

Ignatius, H., Harianto dan A. Riduan. 2014. Respon Tanaman Terung (Solanum melongena L.) terhadap Pemberian Pupuk Organik Cair Urine Sapi. Jurnal Sains. 16(1), 31-38.

Lingga, P dan Marsono. 2013. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Jakarta : Penebar Swadaya.

Roni, Ni Gusti Ketut. 2015. Bahan Ajar: Konservasi Tanah dan Air. Bali: Fakultas Peternakan, Universitas Udayana.

Rukmana, R. 2010. Bertanam Seledri. Cetakan ke-10. Yogyakarta: Kanisius.

Soewito, M. 2010. Khasiat Seledri sebagai Obat. Cetakan ke-6. Jakarta: Titik Terang.

Taiz, L., dan Zeiger, E. 1998. Plant Physiology. Edisi Kedua. Sunderland: Sinauer Associates, Inc. Publisher.

Utomo, M., T. Sabrina., Sudarsono., J. Lumbanraja., B. Rusman dan Wawan. 2016. Ilmu Tanah, Dasar-dasar dan Pengelolaan. Jakarta: Kencana.

Yani, A. P. 2016. Pengaruh Libah Cair Darah Sapi dan Pupuk Urea terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Seledri (Apium graveolens L.). Skripsi. Pekanbaru: Universitas Islam Riau, Fakultas Pertanian, Program Studi Agroteknologi.

Downloads

Published

2023-07-01

Issue

Section

Articles