PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG BEBEK DAN RED MUD TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL EDAMAME PADA TANAH GAMBUT

Authors

  • Sandra Sri Puspa Dept. Plantation Plant Cultivation, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura Pontianak, [Scopus ID : 57209858053]
  • Darussalam Darussalam Dept. Plantation Plant Cultivation, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura, [Scopus ID : 57209858053]
  • Dini Anggorowati Dept. Plantation Plant Cultivation, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura Pontianak, [Scopus ID : 57209858053]

DOI:

https://doi.org/10.26418/jspe.v12i4.62933

Keywords:

pupuk kandang bebek, Gambut, Edamame, red mud

Abstract

Edamame (Glycine max (L.) Merill) merupakan tanaman multiguna yang memiliki peluang cukup besar untuk dikembangkan di Indonesia. Optimalisasi lahan gambut untuk areal produksi edamame dapat dilakukan dengan penambahan pupuk organik salah satunya pupuk kandang bebek. Tanah gambut yang bersifat masam upaya yang dilakukan untuk menetralkan tanah dengan pemberian red mud karena memiliki pH yang tinggi berkisar antara 10-14. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis interaksi antara pupuk kandang bebek dan red mud yang menghasilkan pertumbuhan dan hasil edamame yang terbaik pada tanah gambut. Penelitian ini menggunakan Rancangan RAL yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu pupuk kandang bebek (b) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan dan faktor kedua yaitu red mud (d) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan. Setiap  perlakuan terdiri dari 3 ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel. Jumlah keseluruhan tanaman terdapat 108 percobaan. Perlakuan tersebut terdiri dari b1d1 = pupuk kandang bebek 95 g/polybag + red mud 2 g/polybag, b1p2 = pupuk kandang bebek 95 g/polybag + red mud 3 g/polybag, b1p3 = pupuk kandang bebek 95  g/polybag + red mud 4 g/polybag, b2p1 = pupuk kandang bebek 125 g/polybag + red mud 2 g/polybag, b2p2 = pupuk kandang bebek 125 g/polybag + red mud 3 g/polybag, b2p3 = pupuk kandang bebek 125 g/polybag + red mud 4 g/polybag, b3p1 = pupuk kandang bebek 156 g/polybag + red mud 2 g/polybag, b3p2= pupuk kandang bebek 156 g/polybag + red mud 3 g/polybag, b3p3 = pupuk kandang bebek 156 g/polybag + red mud 4 g/polybag. Variabel pengamatan meliputi : tinggi tanaman (cm), volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), jumlah cabang per tanaman (buah), jumlah polong per tanaman (buah), dan berat polong per tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Pupuk Kandang Bebek 20 ton/ha dapat menghasilkan jumlah cabang yaitu 30,44 /tanaman, jumlah polong yaitu 54,78 buah/tanaman, dan berat polong yaitu 76,69 g/tanaman atau red mud 4 ton/ha dapat menghasilkan jumlah cabang yaitu 30,44 /tanaman, jumlah polong yaitu 51,78 buah/tanaman, dan berat polong yaitu 72,49 g/tanaman.

References

BPS Provinsi Kalimantan Barat. (2021). Provinsi Kalimantan Barat dalam angka 2021. Pontianak: Badan Pusat Satistik (BPS) Kalimantan Barat.

Febrianti, D. (2016). Sintesis Alumina dari Red Mud Bintan dengan Variasi Rasio H2O:CTAB. Skripsi. Semarang: Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

Pambudi, S. (2013). Budidaya dan Khasiat Kedelai Edamame Cemilan Sehat dan Lezat Multi Manfaat. Yogyakarta: Pustaka Baru Press. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Setyati, S. (2004). Pengantar Agronomi. Jakarta: Gramedia.

Steffano, D. (2017). Pengaruh Pupuk Organik Kotoran Bebek dan Kascing Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Produksi Tanaman Semangka (Citrullus lanatus Schard). Fakultas Pertanian. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.

Soepardi, G. (1983). Sifat dan Ciri Tanah. Bogor: Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, IPB

Sukaryorini, P., & Arifin, M. (2007). Pengaruh Modeling Macam Tanaman Terhadap Nilai Erosi. Jurnal Pertanian MAPETA , Vol. 9. No. 2. April 2007 : 96 - 100.

Taiz, L. and Zegier, E. (1991) plant physiology. new york. the community publishers comfortbly.Inc

Yulipriyanto, H. (2010). Biologi Tanah dan Strategi Pengolahannya. Yogyakarta.

Downloads

Published

2023-10-02

Issue

Section

Articles