PENGARUH ABU SEKAM PADI DAN PUPUK MAGNESIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA PADA TANAH GAMBUT
DOI:
https://doi.org/10.26418/jspe.v12i3.63073Keywords:
Cauliflower, Magnesium Fertilizer, Peat Soil, Rich Huck AshAbstract
Budidaya tanaman kubis bunga pada tanah gambut menghadapi masalah pH tanah yang rendah dan unsur hara yang rendah, sehingga perlu dilakukan perbaikan pH tanah dengan pemberian abu sekam padi dan pupuk magnesium. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis interaksi abu sekam padi dan pupuk magnesium yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kubis bunga di tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Praktikum Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, Pontianak. Penelitian ini berlangsung pada tanggal 5 September "“ 7 November 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama yang terdiri dari Abu Sekam Padi yang terdiri dari 3 taraf dosis perlakuan diantaranya a1: 5 ton/ha, a2: 15 ton/ha, dan a3:25 ton/ha dan faktor kedua adalah Pupuk Magnesium dengan 3 taraf dosis perlakuan diantaranya m1: 50 kg/ha, m2: 100 kg/ha, dan m3: 150 kg/ha. Dari kedua faktor tersebut didapat 9 kombinasi perlakuan, setiap perlakuan terdiri dari 4 tanaman sampel dan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 108 tanaman. Variabel Pengamatan yaitu jumlah daun, volume akar, berat kering tanaman, berat segar bunga, dan diameter bunga. Hasil penelitian ini adalah tidak terjadi interaksi antara pemberian abu sekam padi dan pupuk Magnesium terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga di tanah gambut. Pemberian pupuk Magnesium dosis 50 kg/ha setara dengan 1,2 g/polybag merupakan dosis yang efesien untuk menunjang pertumbuhan tanaman kubis bunga yaitu volume akar. Pemberian abu sekam padi 15 ton/ha setara dengan 360 g/polybag memberikan hasil yang baik pada hasil kubis bunga yaitu berat segar bunga.
References
Agus, F. Dan I.G.M. Subiksa. 2008. Lahan Gambut Potensi untuk Pertanian dan Aspek Lingkungan. Bogor. Balai Penelitian Tanah dan World Agroforestry Center ICRAF.
BPS, 2020. Kalimantan Barat dalam Angka. Pontianak, Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat
BPS, 2020. Statistik Tanaman Sayuran dan Buah-Buahan Semusim, Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat
Cahyono, B. 2001. Kubis Bunga dan Broccoli. Yogyakarta: Kanisius.
Cakmak, L. dan Yazici, A. M. 2010. Magnesium: a forgotten element in crop production.
Better Crops, Agricultural Journal. Vol. 94 (2) 23-25
Dwi, B. D. 2019. Kegunaan Pupuk Magnesium Sulfat Bagi Tanaman dan Cara menggunakannya. Retrieved from imubudidaya. Com:
http://ilmubudidaya.com/kegunaan-pupuk-magnesium-sulfat-bagi-tanaman-dancara-menggunakanny. Diakses 28 November 2022.
Heliyani, Setiati S., Suhaeti L., dan AdamI. 2009.keragaman Morfologi dan Komponen Hasil Kubis Bunga di Dataran Tinggi dan Dataran Rendah.. Jurnal Agro Indonesia,
Vol. 4793), 291- 298.
Hidayati, N. dan Indrayanti, A. L. 2016. Kajian Pemanfaatan Abu Boiler Terhadap
Pertumbuhan dan Hasil Tomat pada Berbagai Media Tanam. Media Sains.
Khoiruddin, F., Kurniastutu, T., dan Puspitorini, P., 2018. Pemberian Abu Sekam dan Pupuk
NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum
Miil) Varietas Servo. Journal Viabel Pertanian. Vol. 12(2) 40-49.
Lakitan B, 2007. Fisiologi Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman. Jakarta: Raja
Grafindo Persada.
Marschner, P. 2012. Mineral Nutrition of Higher Plants. Lndon: Academic Press.
Norhasanah dan Yusnita, N., 2011. Pengaruh Pemberian Abu Sekam Padi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabe Rawit (Cupsicum frutescents l.) pada Tanah
Rawa Lebak. Jurnal Sains STIPER Amuntaai, Vol 1(1) 12-17.
Rukmana, R. 1994. Budidaya Kubis Bunga dan Broccoli. Yogyakarta: Kanisius.
Setyorini, D., Soeparto., Sulaeman. (2003) . Kadar Logam Berat dalam Pupuk. Prosiding
Seminar Nasional Peningkatan Kualitas Lingkungan dan Produk Pertanian. Badan
Litbang Pertanian. Of Organic Nutrients and Bioregulators on Growth and Yield of
Cauliflower (Brassice oleraceae L).Internasional Journal of Plant sciences. 10(1): 53-56.
Sugito, Y. 2012. Ekologi Tanaman : Pengaruh Faktor Lingkungan Terhadap Pertumbuhan Tanaman dan Beberapa Aspeknya. Malang: UB Press
Tisdale, S dan W. Nelson. 1975. Soil Fertility and Fertilizer. Third Edition New York:
Maacmillan Publishing.Co.,Inc.
Utomo, B. 2007. Fotosintesis pada Tumbuhan. Karya Ilmiah. Fakultas Pertanian USU.
Verbruggen, N. dan Hermans, C. 2013. Physiological and molekular responses to
magnesium nutritional imbalance in plants. Plant Soil. Vol. 368:87-99.
Yulianti, L.2020. Pengaruh Pemberian Abu Sekam Padi dan Urine Sapi Terhadap
Pertumbuhan dan Hasil kale pada Tanah Gambut. Pontianak. Skripsi Fakultas Pertamian.