APLIKASI BAKTERI PGPR DAN PUPUK KOTORAN KAMBING TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG TANAH PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING
DOI:
https://doi.org/10.26418/jspe.v12i4.63212Keywords:
Goat Manure Fertilizer, Peanuts, PGPR, Red-Yellow Podzolic SoilAbstract
Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) secara ekonomi merupakan tanaman kacang-kacangan yang menduduki urutan kedua setelah kedelai. Kacang tanah dapat diolah menjadi bermacam-macam produk, misalnya kacang goreng, kacang bawang, ampyang, enting-enting dan rempeyek. Sebagai bahan industri, kacang tanah dapat dibuat keju, mentega, sabun, dan minyak. Daun kacang tanah dapat digunakan untuk pakan ternak dan pupuk. Pemberian PGPR dilakukan untuk meningkatkan efisiensi penyerapan unsur hara oleh tanaman kacang tanah dan untuk meningkatkan ketersediaan hara bagi tanaman dikarenakan bakreti PGPR yang akan dipergunakan memiliki karakteristik sebagai pelarut P dan K selain itu juga bisa mengikat N dari udara. Pupuk kotoran kambing merupakan bahan organik yang memiliki kandungan hara yang mendukung kesuburan tanah, membuat lahan tetap produktif, berperan dalam pembentukan struktur tanah yang baik dan stabil sehingga infiltrasi dan kemampuan menyimpan air tinggi, memudahkan penetrasi akar untuk penyerapan hara di dalam tanah dan peningkatan pertumbuhan mikroorganisme dalam tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis PGPR dan dosis pupuk kotoran kambing yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kacang tanah pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jl.Reformasi Gg.Matematika. penelitian ini berlangsung dari tanggal 12 Juni sampai 17 September 2022. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen faktorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) . perlakukan terdiri dari faktor pertama adalah jenis PGPR (p) dan faktor kedua adalah pupuk kotoran kambing (k). Masing-masing faktor terdiri dari 3 taraf dan diulang sebanyak 3 kali, terdapat 4 sampel setiap unit percobaan sehingga total keseluruhan tanaman sebanyak 108 sampel tanaman. Faktor pertama adalah jenis PGPR (P) terdiri dari :p1 = Paenibacillus alvei AK 4 SR, p2 = Bacillus cereus RH 8 SR, p3 = Bacillus cereus RH 8 SR + Paenibacillus alvei AK 4 SR (konsorsium). Faktor kedua adalah dosis pupuk kotoran kambing (K) terdiri dari :k1 = Pupuk Kotoran Kambing 10 ton/ha, k2 = Pupuk Kotoran Kambing 20 ton/ha ≈ (100 g/polybag, k3 = Pupuk Kotoran Kambing 30 ton/ha ≈ (150 g/polybag). Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, berat kering, bobot polong segar tanaman, jumlah polong isi, jumlah polong hampa, berat 100 biji kering dan jumlah biji per polong. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi PGPR dan pupuk kotoran kambing terjadi interaksi pada variabel tinggi tanaman dan bobot polong segar per tanaman.
References
Badan Pusat Statistik. 2016. Kalimantan Barat dalam Angka. Pontianak :Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat.
Cahyono, B. 2007. Kacang Tanah. Semarang: Rineka Cipta.
Dinas Pertanian dan Hortikultura Kalimantan Barat .2021. Satu Data. Pontianak :Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat .
Egamberdiyeva, D. 2007. Pengaruh PGPR Terhadap Pertumbuhan dan Serapan Hara pada Dua Tanah Berbeda. Jurnal Ekologi Tanah Serapan 36(1):184-189.
Gina . 2017. Pengaruh Jumlah Tanaman Perumpun dan Pemangkasan Cabang Utama terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kacang Tanah. Skripsi . Universitas Andalas Padang
Hardjowigeno, S. 2002. Ilmu Tanah. Akademika Pressindo. Jakarta. 286 hal.
Harsono A., Tohari, D. Indradewa. T. Adisarwanto. 2005. Ketahanan dan Aktifitas Fisiologi Beberapa Genotipe Kacang Tanah pada Cekaman Kekeringan. Jurnal Ilmu Pertanian 10 (2) : 51- 62.
Hidayat, N. 2008. Pertumbuhan Dan Hasil Produksi Kacang Tanah (Arachis hypogea L.) Variates Lokal Madura Pada Berbagai Jarak Tanam Dan Dosis Pupuk Fospor. Skripsi. Madura. Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo.
Hidayat. C., Dedeh. H,. Arief, Nurbity.A,.Sauman.J. 2013. Inokulasi Fungsi Mikoroza Arnuskula dan mycorrhiza helper bacteria pada Andisol yang Diberi Bahan Organik untuk Meningkatkan Stabilitas Agregat Tanah, Serapan N dan P dan Hasi Tanaman Kentang. Indonesian Journal of Applied Science. 3(2).2013:26-41.
Irdiawan, R dan A. Rahmi. 2002. Pengaruh jarak tanam dan pemberian bokasi pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah. Jurnal Agrifor 4(1).2002:30-46.
Lindung. 2014. Teknologi Pembuatan dan Aplikasi Bakteri Pemacu Pertumbuhan Tanaman (PGPR) dan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT).
Muliandari N, Setiawan A, Sudiarso. 2018. Pengaruh Aplikasi Pupuk Kandang Kambing dan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) Pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Edamame (Glycine max (L.) Merrill). Jurnal Produksi Tanam. 6(10):2687–2695
Purwaningsih, Hadijah,S dan Budi,S.2019. Bakteri Pelarut Fospat Sebagai Penginduksi Ketahanan Sistemik (ISR) dan Biofertilizer pada Tanaman Padi.Hasil Penelitian DIPA 2019. Fakultas Pertanian Untan .
Purwaningsih, Radian, Dewi ,W dan Pujiasmanto,B. 2019. Bakteri Pelarut Fospat Asli Meningkatkan Perkecambahan pada Benih Padi yang Rusak. Jurnal Ilmu Pertanian Bulgaria, 25(3) 2019, 486-493.
Rahni, N. M. 2012. Efek Fitohormon PGPR Terhadap Pertumbuhan Tanaman Jagung(Zea mays). Jurnal Faperta 3(2) 2012, 27–35.
Rukmana, R. (1998). Kacang tanah. Yogyakarta: Kanisius.
Sutedjo, M. 2012. Pupuk Dan Cara Pemupukan. Jakarta: Rineka Cipta.
Zainal, M., A. Nugroho, dan N. E. Suminarti. 2013. Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max ( L.) Merill) Pada Berbagai Tingkat Pemupukan N dan Pupuk Kandang Ayam. Jurnal Produksi Tanaman. 2 (6) 2013, 484-490.